Makna Kehidupan dan Konsep Pulang dalam Perjalanan

Posted by penganyamkata on November 30, 2016 under Ulasan | Be the First to Comment

Ulasan Novel 3360 | #8

Sudury Septa Mardiah
Aktivis Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Pasundan, Bandung

Daniel Mahendra, kembali ‘melahirkan’ buku dengan latar cerita perjalanannya ke Tibet. Artinya sudah ada dua novel dengan tema yang sama, Perjalanan ke Atap Dunia dan 3360. Selanjutnya pun akan terbit Novel Alaya yang masih berkisah di negeri atap dunia pada 19 Desember mendatang.

Cerdiknya, kini sudut pandang yang diambil adalah perjalanan selama 44 jam di atas kereta dari Chengdu – Lhasa dengan jarak tempuh 3360 km. Meskipun dari novel yang berbeda ada satu kesamaan cerita antara Perjalanan ke Atap Dunia dan 3360 yaitu berani! Berani untuk mewujudkan impian.

Tetapi, novel setebal 332 halaman ini lebih menitikberatkan pada memaknai kehidupan dan memahami konsep pulang dalam setiap perjalanan. Sebelum pembaca melahap isi novel tersebut, DM, sapaan akrab Daniel membukanya dengan kata-kata yang (bagi saya) cukup menyindir sekaligus menggugah.

Read more of this article »

Pseudonim: Idealisme dan Intrik Dunia Penulis

Posted by penganyamkata on November 24, 2016 under Ulasan | Be the First to Comment

Ulasan Novel Pseudonim | #04

Anindita Arsanti
Penulis lepas, tinggal di Yogyakarta

Judul: Pseudonim
Penulis: Daniel Mahendra
Penerbit: Grasindo
Cetakan: I, Juli 2016
Tebal: 266 hlm

Idealisme yang mengiringi jatuh bangun seseorang dalam merintis karir akan teruji waktu, terutama saat ia berbenturan dengan motif ekonomi. Karya yang semula sebagai keinginan hati untuk eksplorasi diri, harus kompromi dengan kebutuhan hidup. Tentu saja lewat adanya intervensi pihak lain untuk memenuhi selera pasar.

Hal ini menjadi benang merah novel terbaru Daniel Mahendra. Selama bertahun-tahun, idealisme Pra sebagai penulis menghasilkan beragamcerpen, novel, dan esai yang sesuai jiwa, hati dan pikirannya. Tapi semua tak mampu memenuhi kebutuhan hidup. Pra putus asa, hidupnya kembang kempis sebagai penulis idealis. Ia tak mampu menolak tawaran untuk membuat skenario film animasi 3D meski harus meninggalkan idealismenya. Konsep cerita, tokoh, bahkan karakter sudah dibuat sesuai pesanan. Pra hanya tinggal mengembangkan ceritanya saja. Proyek berjalan mulus dan keuangan Pra membaik.

Read more of this article »

Perasaan Seorang Pseudonim

Posted by penganyamkata on November 22, 2016 under Ulasan | Be the First to Comment

Ulasan Novel Pseudonim | #03

Sudury Septa Mardiah
Aktivis Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Pasundan, Bandung

Wipra Supraba, seorang penulis novel yang memutuskan untuk ‘tutup buku’ atau pensiun dari profesinya. Berbagai macam alasan membuatnya mantap untuk menghentikan langkahnya menjadi novelis. Mulai dari tulisan yang sering ditolak, honor yang tidak jelas ke mana menguapnya, tersendat dalam hal produksi dan promosi, tidak ada penghasilan yang jelas setiap bulannya, dll. Maukah kamu menjadi seorang penulis?

Tak sampai di sana, belum lagi ‘jam kerja’ yang tak lazim bisa membuat orang bingung bahkan menyangkanya sebagai seorang pengangguran. Lazimnya di negeri ini orang yang memiliki pekerjaan itu berangkat kerja di pagi hari, kemudian pulang pada sore hari. Aktivitasnya lebih banyak di luar ketimbang di rumah. Sedangkan penulis? Jarang keluar rumah, bekerja seringnya sampai begadang dan baru terlelap di pagi hari.  Masih inginkah kamu menjadi seorang penulis?

Meskipun banyak naskah bertuliskan namamu telah terbit, mulai dari novel,  cerpen, puisi tetapi para tetangga masih sangsi atas profesimu. Apalagi jika karya yang dihasilkan menggunakan pseudonim. Tetangga dan keluarga pun akan semakin ragu dengan profesimu. Masih beranikah kamu memilih jalan hidup sebagai penulis?

Read more of this article »

Cerita Perjalanan dan Pedoman Mewujudkan Mimpi

Posted by penganyamkata on under Ulasan | Be the First to Comment

Ulasan Perjalanan ke Atap Dunia| #56

Sudury Septa Mardiah
Aktivis Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Pasundan, Bandung

Judul: Perjalanan ke Atap Dunia
Penulis: Daniel Mahendra
Penerbit: Medium
Tahun Terbit: Mei 2012
Halaman: 354 halaman

Atap dunia memang sebuah kata yang cocok untuk menggambarkan Tibet yang memang memiliki ketinggian lebih tinggi dari negara lain. Kotanya saja kira-kira ada di ketinggian 2000 mdpl sehingga tak aneh bila pegunungan Himalaya dan Everest diselimuti salju. Sesunggunya buku berjudul Perjalanan ke Atap Dunia ini hanya berawal dari 28 cerita perjalanan yang dimuat dalam blog penganyamkata ditulis dari Mei hingga September 2011.

Pada awalnya tak terbersit sama sekali dalam benak Daniel Mahendra atau akrab disapa DM bahwa catatan perjalanan yang telah ia tulis akan menjadi sebuah buku meskipun sebenarnya memang diniatkan untuk menjadi materi dalam membuat novel. Kemudian setelah menimbang-nimbang, perjalanan ke berbagai kota yang ia lalui saat itu mungkin dapat dibagi, sehingga akhirnya terbitlah buku yang diberi judul Perjalanan Ke Atap Dunia pada Mei 2012 lalu.

Read more of this article »