Niskala [08]

Posted by penganyamkata on January 8, 2017 under Ulasan | Be the First to Comment

Ulasan Niskala| #19

Andini Agustin
Pembaca, tinggal di Payakumbuh

NISKALA. Sebuah novel karya Daniel Mahendra yang sudah aku baca sejak kemarin. Dan aku memilih menuntaskan membacanya pagi ini sebab cerita yang disuguhkan cukup menarik dan mengingatkanku pada seseorang dalam kisah lama dan seseorang yang lain.

Ada hal-hal yang sangat menarik dari novel ini. Sungguh, saat pertama kali membaca, aku kira ini adalah novel yang membosankan dengan kisah roman yang begitu-begitu saja. Penggunaan majas yang agak sedikit hiperbola dan pemilihan beberapa diksi yang cenderung lebih banyak muncul dalam keseluruhan kisah novel ini, adalah beberapa hal yang membuat aku berpikir novel ini akan membosankan. Ternyata dugaanku tidak benar.

Daniel Mahendra menyajikan alur dan cerita yang luar biasa. Ia mampu mengemas dengan rapi dan menceritakan setiap kisah dengan tidak terburu-buru. Ia mampu mencari waktu yang tepat dalam menyuguhkan potongan-potongan kisah kepada pembaca. Terlebih lagi, Daniel Mahendra juga mengenalkan kosakata Sanskerta dan pengetahuan-pengetahuan baru. Seperti judul novel dan judul bab-bab dalam novel ini yang keseluruhan menggunakan bahasa sansekerta.

Read more of this article »

Alaya – Cerita dari Negeri Atap Dunia

Posted by penganyamkata on December 5, 2016 under Rawian | Be the First to Comment

Read more of this article »

Makna Kehidupan dan Konsep Pulang dalam Perjalanan

Posted by penganyamkata on November 30, 2016 under Ulasan | Be the First to Comment

Ulasan Novel 3360 | #8

Sudury Septa Mardiah
Aktivis Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Pasundan, Bandung

Daniel Mahendra, kembali ‘melahirkan’ buku dengan latar cerita perjalanannya ke Tibet. Artinya sudah ada dua novel dengan tema yang sama, Perjalanan ke Atap Dunia dan 3360. Selanjutnya pun akan terbit Novel Alaya yang masih berkisah di negeri atap dunia pada 19 Desember mendatang.

Cerdiknya, kini sudut pandang yang diambil adalah perjalanan selama 44 jam di atas kereta dari Chengdu – Lhasa dengan jarak tempuh 3360 km. Meskipun dari novel yang berbeda ada satu kesamaan cerita antara Perjalanan ke Atap Dunia dan 3360 yaitu berani! Berani untuk mewujudkan impian.

Tetapi, novel setebal 332 halaman ini lebih menitikberatkan pada memaknai kehidupan dan memahami konsep pulang dalam setiap perjalanan. Sebelum pembaca melahap isi novel tersebut, DM, sapaan akrab Daniel membukanya dengan kata-kata yang (bagi saya) cukup menyindir sekaligus menggugah.

Read more of this article »