Pantai Pangandaran

 

di busa ombak laut selatan aku bermain-main labirin

menyapu segala luka dan buang jangkar jauh-jauh

kau begitu dahaga dan berkelebatan seperti menangkap makna

aku mencoba berombak ruah memaknai senyumanmu

mari kuajak kau berenang lagi

memasuki rahasia samudra dan hidup

kenapa juga kau basahi kerudung kebesaranmu itu

padahal dengan suka cita kan kuselimuti kedinginanmu

ayolah, mari kuajak kau menyeberangi lautan ini dengan sampan

dan melihat bintang gemintang di dasar laut sana

serta merta kubuatkan api unggun untuk pipi telurmu

dan kan kudadarkan sewajan penuh untuk kelak sarapan pagi

di bibir pantai kau menengadahkan tangan

aku terkesiap malu berdiri di belakangmu

ingin kumerengkuh dirimu di sauh yang telah jauh terbuang

dan menenggelamkan segala rasa yang terbit di tenggorokan hati

sejujurnya:

aku tak pernah minta untuk menjadi sayang padamu seperti ini!

 

September 1999

This entry was posted in Sajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>