kau mengeluh penatnya pantat ini akan kursi kuliah yang kacau
dan terhuyung-huyung tak kenal arah mata angin
mendapati diriku kikuk di depan kantor pos pinggir jalan
sudahkah kau sarapan pagi, tanyamu
dompetku tertinggal, jawabku
bersaudarakah dompet dan sarapan pagi? protesmu
tentu saja tidak, tapi menangkap ikan tanpa jaring?
tentu saja dengan pancing! Senyummu mengembang
maka dua mangkuk bubur ayam terkepul di meja saji
kau menyeruput seduhan teh yang tak hangat lagi itu
merajuk kau minta cerita pengalaman Sabtu malam kemarin
olala, sudah berapa purnama, kulewati malam jagat itu dengan kelabu
tak kah kau, kenapa tidak kau undang aku
untuk duduk di tamanmu, berdua kita melagukan rindu
mengusir malam jagat agar tak pernah kelabu
September 1999



