Ketika Bulan dan Matahari Berkonspirasi
segala apa yang kurasakan adalah merindu
langit bumi sudahlah menyatu
membenam lara tiada membekas
sudah ditanamkan dari asalnya yang paling redam
mucuk kembali karena ingin semestinya
bulan dan matahari sedap sembunyi
menanti kasih tak ternyana
mengasih, merindu, mencinta tiada tara
sejak dini takkan terkira
nembang Jawa menggelayut manja
menemukan kebahagiaan sendiri
sinarnya merasuk menerobos kaca jendela kamar
bulan empat belas tak kuasa mencinta
karena matahari tak enggan menerima
keduanya meraih benang merah yang terciptakan
dari dunianya sendiri
dari keharusannya yang digariskan
mendoa, menduga, tiada tara
selalu saja begitu
melukis lagu-lagu lama
meski terkuak, nikmati saja
toh sudah ditanamkan dari asalnya yang paling redam
nikmati saja, buai saja
mencumbui segala doa, keinginan dan harapan
sujud terpaku pada ketinggian
selami dan terus mabuklah sesukamu
mengasih, merindu, mencinta tiada tara
bulan dan matahari sedap sembunyi
hingga keduanya menemukan kebahagiaannya
1998


i love this poem very much!
pas bawain puisi ini suer suaramu percis katon.