<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Negeri Para Petani</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2002/01/20/negeri-para-petani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2002/01/20/negeri-para-petani/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: DM</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2002/01/20/negeri-para-petani/comment-page-1/#comment-122</link>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 11:46:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://danielcmahendra.wordpress.com/2007/04/29/negeri-para-petani/#comment-122</guid>
		<description>Mbak Ucha, terima kasih atas komentarnya. Aku setuju dengan apa yang Mbak Ucha tulis. Justru karena itulah aku menulis cerpen di atas. Namun, kalau sungguh-sungguh dilihat lebih dalam lagi, sebetulnya aku sama sekali tidak berbicara soal petani, pertanian, bahkan sawah sekalipun di cerpen itu. Sama sekali tidak... ;)

Bagaimana pun, thanx.
-DM-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Ucha, terima kasih atas komentarnya. Aku setuju dengan apa yang Mbak Ucha tulis. Justru karena itulah aku menulis cerpen di atas. Namun, kalau sungguh-sungguh dilihat lebih dalam lagi, sebetulnya aku sama sekali tidak berbicara soal petani, pertanian, bahkan sawah sekalipun di cerpen itu. Sama sekali tidak&#8230; <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagaimana pun, thanx.<br />
-DM-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ucha</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2002/01/20/negeri-para-petani/comment-page-1/#comment-121</link>
		<dc:creator>Ucha</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 11:33:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://danielcmahendra.wordpress.com/2007/04/29/negeri-para-petani/#comment-121</guid>
		<description>Maaf ya, Mas!!!!
Petani Itu sebuah profesi yang mulia!!! Karena pertanianlah negeri kita bisa berjaya. Dari pertanianlah gaji para priyayi di peroleh. Selama ini memang para petani lekat dengan konotasi rendah, bodoh, miskin, dan ndeso. Sehingga mereka menyulap dirinya menjadi pegawai-pegawai pabrik!!! Akhirnya, negeri kita yang pernah menjadi salah satu pengekspor beras terbesar di asia tenggara, kini harus menjadi pengimpor beras terbesar di asia tenggara. Seharusnya, mas sebagai orang yang mengerti PENDIDIKAN, mendukung pertanian sawah dengan tindakan yang NYATA. Bukan hanya mengkritik. Seharusnya, Anda ikut memperjuangkan nasib petani. Agar petani tidak lekat dengan konotasi rendah, bodoh, miskin, dan ndeso lagi. Agar saat ini bisa muncul petani-petani berdasi yang akan membawa negeri kita yang agraris ini menjadi tetap dan lebih agraris.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf ya, Mas!!!!<br />
Petani Itu sebuah profesi yang mulia!!! Karena pertanianlah negeri kita bisa berjaya. Dari pertanianlah gaji para priyayi di peroleh. Selama ini memang para petani lekat dengan konotasi rendah, bodoh, miskin, dan ndeso. Sehingga mereka menyulap dirinya menjadi pegawai-pegawai pabrik!!! Akhirnya, negeri kita yang pernah menjadi salah satu pengekspor beras terbesar di asia tenggara, kini harus menjadi pengimpor beras terbesar di asia tenggara. Seharusnya, mas sebagai orang yang mengerti PENDIDIKAN, mendukung pertanian sawah dengan tindakan yang NYATA. Bukan hanya mengkritik. Seharusnya, Anda ikut memperjuangkan nasib petani. Agar petani tidak lekat dengan konotasi rendah, bodoh, miskin, dan ndeso lagi. Agar saat ini bisa muncul petani-petani berdasi yang akan membawa negeri kita yang agraris ini menjadi tetap dan lebih agraris.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

