Pesan di Pintu Kamar

 

mengetuk aku pada kisi-kisi celah baju-Mu

angin membawa nafas membumbung langit-langit kamar

mengintip pelan hati yang terisakkan

mencuri secuil kedamaian di dalamnya

tertunduk malu pada perlakuanku pada-Mu

telanjanglah aku dalam gelisah

berdua kita tanpa saling curiga

karena kata-kata sudah berserakan tumpah

aku menulis pesan di pintu kamar

telpon aku saat ini juga!

karena aku sudah pasrah polos telanjang

setubuhilah inderaku dengan sentuhan-Mu

 

Bandung, 22 Januari 2002

This entry was posted in Sajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>