Halaman Kosong

 

senja sudah pamit pulangmalam ini aku sendiri lagi

mengapa masih juga kau tanyakan

arti kesendirian ini?

sementara kita bisa melagu rindu

di atas kertas yang terus kita tulis

tinta yang tak pernah usang adalah: kau!

bukankah kita sudah lagi tau:

begini lebih baik

ketimbang mengikatkan simpul

pada kait dermaga yang membutakan

kita memang tak pernah tau

kemana labirin ini membawa kita berlayar

namun paling tidak kita mengerti

tujuan bukanlah satu-satunya alasan

dan bukankah kita pun tau

kertas dalam buku sajak kita

masih lagi tebal halaman kosongnya

jangan pernah terbit

kata cinta dari mulutmu, juga mulutku

karena ternyata kita termasuk sebagian kecil

orang yang paling menghormati:

hakikat sesungguhnya dari

hubungan persahabatan dan kasih sayang

 

Bandung, 9 April 2005 | 23.01

This entry was posted in Sajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>