Pada Sebuah Musim

 

apalagi yang musti kita perbincangkanpada sebuah musim yang tak pernah berganti

bila kita masih saja merindu tanpa tau arah muara

barangkali dulu pernah terucap titik-titik deras hujan yang romantis

namun kita toh tak pernah berani memutuskan:

mau kah kita berbasah kuyup di dalamnya

hidup kita sudah terdiri dari kilat, badai dan riuh pepohonan

meski kita masih saja berteduh takut kehujanan

biarlah kukenakan ponco

berlari di bawah petir

menghilang di kegelapan:

tanpa ingin menoleh lagi ke belakang

 

Bandung, 10 April 2005 | 03.20

This entry was posted in Sajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>