mengapa kau tawarkan sebuah persinggahan
bila pada akhirnya tanah yang kita gemburi
dipanen tuan tanah
yang baru saja meminangmu dengan janji
kalau saja kau mau sedikit menarik nafas
membajak, mengairi, dan menanamnya tiga kali
hingga kita membuahkan padi yang berseri
meski kita tak pernah menjualnya untuk diri kita sendiri
ya, akulah si lelaki pejalan
yang tak pernah berkesudahan membawa berita
padahal kau punya dermaga
yang dengan cinta kan menjaga kapal hidupmu
biar saja aku bersinggah
memberi kecupan, barangkali sedikit pelukan
lalu pamit dengan sedikit manisnya kenangan
untuk kembali kau ingat di waktu persinggahan yang lain
Bandung, 10 April 2005 | 03.35



