Basah Hujan

 

senja yang pamit pulang bermandi hujan tanpa bosan

mengetuk ia pada pintu malam untuk bertamu sementara

masih juga kau yang berkelebat pada bercaknya di jendela

adakah kau rasa basah bumi

seperti keringat kita yang saling menempel menyatu lengket?

 

Januari 2006

This entry was posted in Sajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>