Merengkuh Angin

 

seperti merengkuh angin

serta memeluk gugur hujan

yang datang tanpa mengetuk pintu bumi,

aku menggantang ingatan tentang masa lalu yang makin hilang,

masa kini yang menyerobot kesadaran,

dan masa akan datang yang menyelusup terbata-bata

This entry was posted in Sajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>