<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sri Setyoningati</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2007/01/30/sri-setyoningati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2007/01/30/sri-setyoningati/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: ' Atikha '</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2007/01/30/sri-setyoningati/comment-page-1/#comment-127</link>
		<dc:creator>' Atikha '</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 16:23:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://danielcmahendra.wordpress.com/2007/04/29/sri-setyoningati/#comment-127</guid>
		<description>Wow..
great story bro (^_^)v

penuh filosofi tp mampu menghadirkan keluguan dan kepolosan jd teringat film2 indi yg pernah diputer di kampus tika dulu seperti &quot;Van Hook Joko&quot; dan &quot;Mayang..&quot; -- duh lupa yg satu ini..

Ditunggu crita2 lainnya.. :)

Posted by: &#039; Atikha &#039; &#124; January 5, 2007 10:16 PM

&lt;blockquote&gt;Huehehe! Thanx ya, Tika.
Ini sebetulnya cerita sahibul hikayat saja. Sudah dilisankan sejak Juli 2005. Dilengkapi lagi ya saat di Surabaya kemarin. Tapi baru ditekskan awal 2007 ini. Selain dibuat dalam bentuk cerita, juga dilengkapi dalam bentuk lagu dan film.
Walah, dari Jember tho kamu. Arek Smasa rupanya… :)
(maksudnya Smusa! ;p)
-DM-&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wow..<br />
great story bro (^_^)v</p>
<p>penuh filosofi tp mampu menghadirkan keluguan dan kepolosan jd teringat film2 indi yg pernah diputer di kampus tika dulu seperti &#8220;Van Hook Joko&#8221; dan &#8220;Mayang..&#8221; &#8212; duh lupa yg satu ini..</p>
<p>Ditunggu crita2 lainnya.. <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Posted by: &#8216; Atikha &#8216; | January 5, 2007 10:16 PM</p>
<blockquote><p>Huehehe! Thanx ya, Tika.<br />
Ini sebetulnya cerita sahibul hikayat saja. Sudah dilisankan sejak Juli 2005. Dilengkapi lagi ya saat di Surabaya kemarin. Tapi baru ditekskan awal 2007 ini. Selain dibuat dalam bentuk cerita, juga dilengkapi dalam bentuk lagu dan film.<br />
Walah, dari Jember tho kamu. Arek Smasa rupanya… <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
(maksudnya Smusa! ;p)<br />
-DM-</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahmat</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2007/01/30/sri-setyoningati/comment-page-1/#comment-128</link>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 16:19:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://danielcmahendra.wordpress.com/2007/04/29/sri-setyoningati/#comment-128</guid>
		<description>Malka, Aku senang dengan cerita Setyoningsih ini. Sesuai dengan namanya dia tetap setia menunggu kekasih yang mengembara. Sebesar apa kesetiaannya? Bisa distudi Dewi Sekartaji yang tetap tidak mau menjual murah dirinya kepada Yuyu Kangkang peminat pipi Klenting Kuning untuk disengok. Tadi malam, aksudku Rabu malam, ada filem sinetron Cina yang amat bagus dari segi cerita, setting serta pemotretan. Sinetron tersebut diambil pada waktu Jepang menduduki daratan Cina jauh sebelum Perang Dunia II. Seorang gadis remaja jatuh cinta, sepihak, kepada seorang penulis separo baya. Dia, setelah lulus universitas, bertemu kembali dengan idolanya tsb. Dia menyerahkan dirinya kepada sang idola. Habis itu sang idola minggat. Si gadis melahirkan, memelihara anaknya, sampai anak tersebut mati, pernah ketemu lagi kepada sang kekasih yang sebenarnya don juan. Sutradara/pengarang membuat sang idola seperti dulu pernah ketemu si gadis (di situ sudah jadi wanita matang, jadi wanita panggilan). Lalu pisah lagi. Sang idola menerima surat dari sang wanita. Dia menyebutkan di dalam surat kalau dia tetap setia kepada sang idola, walau anaknya sampai mati. Begitu, RA.

Posted by: rahmat &#124; January 17, 2007 08:57 PM

&lt;blockquote&gt;Terima kasih Pak R.A.
Hingga kini kami masih terus mencari gerangan di mana sang Kembara, kekasih Sri Setyoningati itu berada.
Salam,
-DM-&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Malka, Aku senang dengan cerita Setyoningsih ini. Sesuai dengan namanya dia tetap setia menunggu kekasih yang mengembara. Sebesar apa kesetiaannya? Bisa distudi Dewi Sekartaji yang tetap tidak mau menjual murah dirinya kepada Yuyu Kangkang peminat pipi Klenting Kuning untuk disengok. Tadi malam, aksudku Rabu malam, ada filem sinetron Cina yang amat bagus dari segi cerita, setting serta pemotretan. Sinetron tersebut diambil pada waktu Jepang menduduki daratan Cina jauh sebelum Perang Dunia II. Seorang gadis remaja jatuh cinta, sepihak, kepada seorang penulis separo baya. Dia, setelah lulus universitas, bertemu kembali dengan idolanya tsb. Dia menyerahkan dirinya kepada sang idola. Habis itu sang idola minggat. Si gadis melahirkan, memelihara anaknya, sampai anak tersebut mati, pernah ketemu lagi kepada sang kekasih yang sebenarnya don juan. Sutradara/pengarang membuat sang idola seperti dulu pernah ketemu si gadis (di situ sudah jadi wanita matang, jadi wanita panggilan). Lalu pisah lagi. Sang idola menerima surat dari sang wanita. Dia menyebutkan di dalam surat kalau dia tetap setia kepada sang idola, walau anaknya sampai mati. Begitu, RA.</p>
<p>Posted by: rahmat | January 17, 2007 08:57 PM</p>
<blockquote><p>Terima kasih Pak R.A.<br />
Hingga kini kami masih terus mencari gerangan di mana sang Kembara, kekasih Sri Setyoningati itu berada.<br />
Salam,<br />
-DM-</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

