J.J.J. (Jesse “Jazz” Jessica)
Jesse muda, dinamis, dan disukai teman-temannya. Ia tak begitu cantik, jauh dari seksi, tapi untuk ukuran perempuan ia cukup sedap dipandang mata.
Namanya Jesse. Jesse namanya. Teman-teman memanggilnya Jazzy. Karena ia mudah terbius oleh musik jazz. Terkadang teman-temannya kerap berolok: Jazzy mengidap jazz akut. Bahkan sudah mencapai stadium 4. Karena Jazz bagi Jazzy adalah nadi, nafas, dan nalurinya. Setiap langkahnya selalu diiringi musik jazz. Intuisinya berdasarkan jazz. Cara berpikirnya sangat nge-jazz. Jazz baginya sudah seperti cara pandang dalam menjalani hidup. Semua boleh asyik sendiri-sendiri, namun tetap padu dalam kesatuan yang harmonis.




