Editologi: Senior Editor

Siapa yang dapat disebut senior editor? Yang pasti pengertian senior di sini tidak sama dengan senior-junior ala IPDN. Junior editor (para copy editor) adalah mereka para pemula di dunia editing, namun telah memiliki keahlian di bidang teknis editing.

Adapun senior editor adalah mereka yang telah memiliki jam terbang paling tidak tiga tahun menjadi copy editor.

Senior editor sudah memiliki kepekaan untuk menilai naskah sehingga ia dilibatkan dalam menentukan naskah layak terbit atau tidak. Ia juga dilibatkan untuk memunculkan ide-ide pengemasan naskah, penentuan judul, maupun penentuan desain dan visualisasi. Dia tidak lagi langsung berhadap-hadapan dengan para layouter dalam pekerjaan teknis, tetapi sudah mulai mengakses bagian marketing.

Para senior editor itu dalam struktur mulai masuk ke bagian penerbitan yang membawahkan editor akuisisi (pengadaan naskah) dan editor pengembang (development editor). Di pihak lain, para copy editor dalam sebuah struktur masa depan, masuk ke bagian produksi bersatu dengan desainer-layouter.

Senior editor orang yang sangat cakap dalam hal kebahasaan dan menguasai tujuh aspek editing (keterbacaan; ketaatasasan; kebahasaan; gaya penulis; ketelitian data dan fakta; legalitas dan kesopanan; rincian produksi).

Ditulis oleh Bambang Trim, Ketua Forum Editor Indonesia

This entry was posted in Editologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Editologi: Senior Editor

  1. guruh says:

    salam. saya mau nanya kalo yang disebut sebagai Editor Akuisisi dan Editor Development itu apa ya? terimakasih, ditunggu pisan jawabannya……. maklum saya baru minat tuk nyemplung ke danau editing….

    Kawan Guruh yang baik,

    Editor Akuisisi atau Acquisition Editor umumnya berkepentingan terhadap pencarian serta pengadaan naskah. Ia hampir mirip seorang reporter di sebuah media yang bertugas belanja berita di lapangan. Begitu pun seorang Editor Akuisisi, ia bertugas berburu naskah yang layak untuk diterbitkan.

    Sementara Editor Development atau Development Editor berkepentingan secara terus-menerus melakukan pengembangan buku di suatu penerbit. Misalnya, ia mesti bisa membaca gaya cover-cover buku semacam apa yang sedang digandrungi oleh masyarakat pembaca. Atau bentuk/ukuran buku macam apa yang sedang diminati masyarakat pembaca. Sesuai dengan istilahya, development, ia memang bertugas untuk terus mengembangkan model, gaya, bentuk, tema, dll, tentang sebuah buku.

    Begitulah. Semoga dapat membantu. Dan jika ingin nyemplung, jangan ke danau, Kawan, tanggung! Sekalian saja ke palung laut editing… :)
    -DM-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>