<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Children</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2007/05/23/children/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2007/05/23/children/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: dinda</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2007/05/23/children/comment-page-1/#comment-211</link>
		<dc:creator>dinda</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2007 07:16:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://danielcmahendra.wordpress.com/2007/05/23/children/#comment-211</guid>
		<description>hmm...puisi itu harusnya dibaca oleh para orangtua yang masih otoriter banget ke anak-anaknya,
mereka-mereka yang menginginkan mimpinya diteruskan tanpa pernah sadar  bahwa setiap anak punya mimpinya masing-masing,
mereka-mereka yang menjadikan anaknya alat pembayaran atau pemecahan masalah finansial...hanya karena mereka merasa memiliki padahal pada kenyatannya mereka juga hanya dititipi..puisi itu benar menjelaskan bahwa bagaimanapun berartinya orang tua buat anak-anaknya...
anak-anak tetap anak-anak..mahluk hidup yang berdiri sendiri dengan jiwa dan pikirannya...sesuatu yang harusnya dihargai dan bukan dieksploitasi..atau dibatasi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm&#8230;puisi itu harusnya dibaca oleh para orangtua yang masih otoriter banget ke anak-anaknya,<br />
mereka-mereka yang menginginkan mimpinya diteruskan tanpa pernah sadar  bahwa setiap anak punya mimpinya masing-masing,<br />
mereka-mereka yang menjadikan anaknya alat pembayaran atau pemecahan masalah finansial&#8230;hanya karena mereka merasa memiliki padahal pada kenyatannya mereka juga hanya dititipi..puisi itu benar menjelaskan bahwa bagaimanapun berartinya orang tua buat anak-anaknya&#8230;<br />
anak-anak tetap anak-anak..mahluk hidup yang berdiri sendiri dengan jiwa dan pikirannya&#8230;sesuatu yang harusnya dihargai dan bukan dieksploitasi..atau dibatasi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rinurbad</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2007/05/23/children/comment-page-1/#comment-210</link>
		<dc:creator>Rinurbad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 May 2007 00:20:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://danielcmahendra.wordpress.com/2007/05/23/children/#comment-210</guid>
		<description>Emang ini kategorinya puisi, ya?
Hm..baru tahu.
Suka banget untaian kalimat ini waktu jadi pembuka sebuah cerpen di Aneka Ria, majalah yang sekarang udah jadi Aneka Yess! itu.  Tahun 90-an, cerpennya bagus bangeeeet..berkualitas. Sayang nggak inget judul dan nama penulisnya:(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emang ini kategorinya puisi, ya?<br />
Hm..baru tahu.<br />
Suka banget untaian kalimat ini waktu jadi pembuka sebuah cerpen di Aneka Ria, majalah yang sekarang udah jadi Aneka Yess! itu.  Tahun 90-an, cerpennya bagus bangeeeet..berkualitas. Sayang nggak inget judul dan nama penulisnya:(</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

