- Hiburan
- Edukasi
- Kebutuhan
- Popularitas
- Kontroversi
Semoga bermanfaat buat sahabat-sahabat di forum ini. Pengetahuan ini juga dapat dikembangkan berdasarkan pengalaman masing-masing. Terima kasih.
Fitrah manusia pasti membutuhkan hiburan kala senggangnya atau untuk mengurangi ketegangan (stress) dari rutinitas kegiatannya. Karena itu, hiburan akan selalu dicari termasuk lewat bacaan-bacaan penghibur berjenis nonfiksi maupun fiksi. Hal ini juga menjadi sebuah peluang bagi dunia penerbitan untuk menggagas hiburan dalam bentuk bacaan yang menarik, baik itu hiburan yang membuat tertawa, yang membuat tegang, yang membuat sedih, ataupun yang membuat para pencinta berbunga-bunga.
Hiburan merupakan bisnis yang mengundang uang, seperti yang dilakukan oleh Walt Disney dengan buku-buku cerita aneka tokoh kartun ataupun Marvell dan DC Comics yang menyajikan komik dari aneka hero, seperti Superman, Batman, dan Spiderman. Dengan demikian, subjek hiburan juga patut dipikirkan untuk dikemas dalam buku. Apalagi yang namanya stress sebagai akibat dari gaya hidup dan perkembangan zaman juga banyak menjangkiti masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar. Karena itu, masyarakat Indonesia kini benar-benar butuh hiburan.
Di Indonesia bisnis hiburan dalam kemasan buku juga berkembang dalam aneka bentuknya, seperti komik-komik jagoan yang berjaya pada masa 60-70-an, buku humor (yang fenomenal misalnya Mati Ketawa Cara Rusia), novel dengan aneka variannya, kumpulan cerpen, dan kisah nyata. Para penerbit yang sangat berkonsentrasi dalam bidang hiburan ini adalah Gramedia Group dan Agro Media Group. Gramedia mengandalkan pengalihan copyright karya-karya asing, seperti Harry Potter ataupun karya-karya klasik Walt Disney. Adapun Agro Media banyak mengandalkan karya-karya lokal dengan menyuntikkan virus teenlit dan chicklit.
Sesuai dengan alasan terbesar masyarakat membeli buku berdasarkan survey internasional, yaitu topik dan penulis, faktor penulis sangat kuat mempengaruhi karya-karya hiburan. Bahkan, seorang penulis buku pernah menyatakan “Jika Anda ingin terkenal, tulislah sebuah fiksi!” Jadi, seorang penulis fiksi bisa menjadi jaminan mutu hiburan yang akan diberikannya walaupun tidak semua karya fiksi dari penulis yang sama berkekuatan sama.
Nah, coba kita lihat beberapa daftar nama penulis asing dan penulis lokal. Anda sebagai editor saya bebaskan untuk mengurutkan berdasarkan kekuatan pengaruhnya. Hal lain Anda bisa menambahkan nama-nama lain yang menurut Anda punya kekuatan juga.
Penulis Asing
- Dan Brown
- Stephen King
- J.K. Rowling
- Tom Clancy
- Agatha Christy
- …
Penulis Lokal
- Arswendo Atmowiloto
- Dewi Lestari
- Andrea Hirata
- Yudhistira M. Massardi
- Mira W
- Fira Basuki
- Djenar Mahesa Ayu
- Ayu Utami
- Habiburrahman El-Shirazy
- Hamsad Rangkuty
- …
Bagaimana dengan topik? Mari kita kembali ke daftar topik yang bisa dikemas sebagai hiburan. Sekali lagi, saya membebaskan Anda untuk mengurutkan sesuai dengan kekuatannya atau Anda bisa menambahkan lagi beberapa.
- Cerita Thriller/Horor
- Cerita Detektif
- Cerita Cinta/Romantis/Erotis
- Cerita Remaja
- Cerita Anak
- Kisah Nyata
- Humor
- Quiz/Teka Teki Silang/Game
- Superhero
- Sejarah
- Spiritualitas
- …
Mengemas hiburan dalam buku memang harus benar-benar memperhatikan empati pembaca sasaran. Cara yang paling baik adalah menggunakan sukarelawan baca pertama untuk tipikal pembaca sasaran yang dituju. Jika para sukarelawan merasa suka dan terhibur, paling tidak ada keyakinan untuk proyek pengemasan diteruskan.
Bentuk kemasan buku hiburan bisa dipilih dalam aneka model, seperti novel, graphic novel, novel komik, komik, kumpulan cerpen, cerita bergambar, dan banyak lagi. Konsekuensinya pengemasan hiburan perlu melibatkan desainer-desainer yang unik dan memiliki kekuatan estetika, apalagi yang menyangkut buku serial. Keunikan kemasan menjadi faktor sukses yang bisa melambungkan buku tersebut, termasuk pengarangnya.
Selamat mengemas!
——————–
Mengemas dan menerbitkan buku yang buruk sama biayanya dengan mengemas dan menerbitkan buku yang baik. Karena itu, jangan pernah menerbitkan buku yang buruk!
——————–
-Bambang Trim-



