T.A.S., Pram, dan Seorang Guru
Sebetulnya aku tak begitu suka menerima SMS dengan penggunaan kata seperti itu. Tapi aku berusaha paham maksudnnya. SMS itu tentu saja kubalas dengan menyebutkan letak makam sastrawan Pramoedya Ananta Toer di Karet-Bivak, Jakarta. Hanya saja yang menarik, di SMS itu ia menyebutkan bahwa ia sedang berada di makam TAS. Siapakah TAS?
Continue Reading »11 Tahun Lalu
: pada tanggal yang sama, sedang apa engkau 11 tahun lalu?
jawabnya,
: entahlah, aku tak ingat!
nyatanya, 11 tahun lalu
ada yang teriak
ada yang berambut cepak
ada yang bergerak
ada yang menggebrak
ada yang merah
ada yang berdarah
ada yang marah
ada yang gerah
ada yang menguasai
ada yang dikuasai
ada yang mengungkap
ada yang membekap
27 Juli 1996
27 Juli 2007
apa yang sudah kita lakukan
selama 11 tahun terakhir ini…
Bandung, 27 Juli 2007, 13.48 wib
Dan Semua Karena Cinta (3)
Selusin tahun bukanlah waktu yang pendek. Tapi selusin tahun bisa pula sebuah rentang waktu yang tak seberapa. Tergantung apa yang kita lakukan pada selusin tahun itu. Kalau selama selusin tahun itu kita hanya ongkang-ongkang kaki dan hidup semata dari deposito milyaran rupiah, berani jamin: tahun ke13 kita sudah boleh menyiapkan selembar nisan bagi diri kita sendiri. Selusin tahun tanpa mengerjakan apa-apa adalah kuburan. Tapi selusin tahun berhubungan dengan seseorang tanpa kejelasan muara, ternyata juga mengerikan!
The Pursuit of Happyness
“Masa depan adalah hal yang tak pasti dan dipenuhi oleh banyak rintangan hidup serta kelokan-kelokan tajam. Namun, aku tetap bergerak maju, satu kaki melangkah di depan kaki lainnya.” – Chris Gardner.
Selalu ada hal yang menarik ketika kita membaca kisah dari figur-figur sukses. Intinya, mereka memiliki antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, dan kebulatan tekad seumur hidup. Demikian halnya dengan kisah Chris Gardner, CEO dari Gardner Rich & Company—perusahaan pialang saham terkemuka dengan keuntungan jutaan dolar yang berkantor di New York, Chicago, dan San Francisco. Continue Reading »


