The Piano
Published July 2, 2007
Apa yang membuat seseorang kerasan di kantor? Jawabannya tentu banyak hal. Sama halnya dengan alasan apa yang membuat seseorang tak kerasan di kantor.
Apa yang hendak kuceritakan bukanlah film The Piano pemenang Academy Award tahun 1993 yang tersohor itu. Melainkan cerita tentang sebuah piano yang berdiam di pojokan koridor ruangan kantor kami.
“Lalu, siapa yang pernah mendengar kalau piano itu kerap berdenting-denting di malam hari?” tanyaku antusias.
“Ya namanya juga cerita sahibul hikayat, Mas, siapa yang pernah mendengar secara langsung.” tukas cleaning service di lantai kami santai.
“Sialan!” umpatku ngeloyor meninggalkan OB yang membadut itu.
Nah, karena piano kesepian itu jarang ada yang menggunakan, bahkan tak ada yang menyentuh, sesekali kami kerap memainkannya. Bernyanyi-nyanyi di ujung koridor. Yang main bisa siapa saja, karena rata-rata dari kami ternyata bisa main piano. Lagu-lagu yang kami mainkan pun beragam. Dari mulai Guns n’ Roses, The Beatles, Iwan Fals, Peterpan, sampai Doel Sumbang kita mainkan.
Kalau Kus atau Isa main di bagian bas, aku kerap menimpali di bagian melodi. Atau sebaliknya. Yang nyanyi, tentu beramai-ramai. Dari mulai editor, layouter, designer, marketing, sampai direktur pun turut merubung, nyanyi bersama.
Ini kami lakukan di sela-sela tingginya traffic kerja. Karena dengan begitu kami merasa seolah tidak berada di kantor lagi. Ruang kerja kami memang bagaikan rumah sendiri. Semua kebutuhan ada di sini. Plus ditambah kehadiran piano kesepian yang kini sudah tak sunyi lagi itu.
Dengan ragamnya lagu, membuat kita familiar dengan tembang yang dinyanyikan. Dengan sesekali bernyanyi dan main piano di tingginya traffic kerja, membuat kita tetap fresh dan tidak mudah stress di tingginya rutinitas kerja.
Tentu Anda pun punya sesuatu yang membuat Anda kerasan serta merasa nyaman di tempat kerja Anda. Apa pun itu. Kalau belum ada, sebaiknya cepat-cepat ciptakan. Bahkan sekadar senyum manis seorang gadis di kantor sebelah pun dapat membuat kerja Anda: b-e-r-s-e-m-a-n-g-a-t! Ha!
Nah, let’s sing together, Honey!
Bandung, 30 Juni 2007, 18.58 PM
