Sejak pertama kali melihat poster pameran ini, saya sudah ingin sekali melihatnya. Bisa terbayang kan, usia terracotta army ini lebih dari 2000 tahun! Tetapi berhubung saya ke London bukan untuk pesiar, saya harus bersabar karena banyak hal lain yang lebih penting ;) Hanya hal seperti ini seperti pengalaman sekali seumur hidup. Bisa sih langsung melihat aslinya di Cina, dan itu berarti masih lama. Jadi walaupun pameran ini berlangsung di British Museum dari tanggal 13 September 2007 sampai dengan 6 April 2008, saya memutuskan untuk melihat pameran pada minggu ini, sebelum semakin sibuk (tiba-tiba pameran selesai, wah bisa gawat!).

Saya membeli tiket pada hari Selasa pagi tanggal 25 September. British Museum buka pukul 09.00, dan pukul 09.05 antrian untuk membeli tiket sudah panjang sekali. Saya membeli tiket untuk hari Sabtu, 29 September. Slot waktu kosong tinggal pukul 15.40, dan tentu saja tidak perlu berpikir 2 kali, saya langsung beli 2 tiket (harga tiket dewasa £12, pelajar dapat diskon jadi £10). Aman deh. (Tidak perlu di kurs-kan ke rupiah, nanti pusing hehe).

Hari Sabtu, British Museum luar biasa penuh. Sebenarnya untuk pameran “biasa”, tidak dipungut bayaran. Memberi donasi sangat dianjurkan tapi kenyataanya memang pengunjung gratis masuk, dan untuk yang sudah sangat familiar dengan betapa mahalnya biaya hidup di London, hal ini sangat bermakna ;) Waktu terakhir saya berkunjung ke British Museum adalah 2 tahun yang lalu, dan teman saya ini malah lebih parah, 10 tahun yang lalu. Alhasil, kami sempat nyasar saat mencari pintu masuk pameran hehe payah ya! Singkat cerita, kami berhasil melihat pameran dan terkagum-kagum dengan isinya. Keren banget!

Berikut adalah sedikit rangkuman mengenai First Emperor ini. Saya bukan orang yang jago sejarah, jadi kalau ada yang salah, minta maaf :) The First Emperor Ying Zheng lahir 259 tahun sebelum masehi. Pada usia 13 tahun, beliau menjadi King of Qin, dan di bawah kepemimpinannya, kerajaannya meluas. Beliau yang pertama kali memperkenalkan sistem penimbangan dan pengukuran standar dan mata uang yang seragam. First Emperor ini ingin berkuasa untuk selamanya, kemudian beliau menyuruh rakyatnya untuk membangun kompleks yang dipersiapkan untuk menjadi istana tempat beliau berkuasa setelah beliau meninggal, termasuk ribuan prajurit yang disiapkan dalam kondisi siap bertempur. Pusat dari kompleks ini adalah makam beliau. Proyek ini menghabiskan waktu lebih dari 30 tahun, tetapi tidak ada yang tahu dengan pasti di mana sesungguhnya kompleks ini. Tahun 1974, seorang petani menemukannya secara tidak sengaja. Ketika dia menggali sumur, dia menemukan kepala seorang prajurit. Arkeolog lalu datang dan dengan hati-hati memulai penggalian. Sampai saat ini ditemukan sekitar 7000 prajurit dalam posisi berdiri, di area seluas 56 km2. Makam sang raja sampai saat ini “belum” ditemukan, karena walaupun semua prajurit melindungi area makam dan menuju ke satu arah, para arkelog sepakat untuk tidak mengganggu sang raja dan kerajaannya. Mereka berharap akan ditemukan teknologi yang lebih maju sehingga peradaban ini akan diketahui tanpa harus menggali dan mungkin merusak segalanya.

Saya yakin, di tempat asalnya, terracotta army ini pasti lebih menakjubkan. Namun, melihat beberapa “contoh” saja saya sudah sangat terkagum-kagum. Semuanya dibuat dengan tangan, mulai dari kuda, prajurit, termasuk petugas sipil, pemusik, penghibur (akrobat), burung, dll. Juga senjata bertempur seperti panah, dan mata uang dan kebudayaan yang lain. Tidak ada satu pun yang sama! Saya tidak mengerti mengapa kuda dibuat lebih dulu sebelum prajurit, dan mengapa profil kuda tidak seperti kuda yang dipakai untuk bertempur (Kudanya pendek dan seperti kuda penarik beban). Prajurit dibuat dengan ukuran seperti aslinya, dan semuanya tinggi besar (lebih dari 6 kaki). Apa memang sesuai dengan ukuran pada jaman itu, tidak tahu juga. Prajurit juga dibuat dengan detil, mulai dari pemanah (archer), yang bawa kereta (chariot), infantry, dan jendral. Masing-masing ada ciri khasnya. Saya dan teman saya ini cukup teliti ternyata, karena ketika kami main tebak-tebakkan di toko yang menjual suvenir the first emperor, kami bisa membedakan mana jendral dan mana prajurit lain! :)

Pengunjung dilarang membuat foto, jadi saya tidak bisa menunjukkan bagaimana menakjubkannya pameran ini. Jika ingin mempelajari lebih lanjut, bisa klik link british museum www.thebritishmuseum.org atau silahkan googling saja :)

Hm, jadi ingin pergi ke Cina…
(Yulia Widiati)