penganyamkata.net
current   |   rss

Padi Live at the Borderline, Soho, London

Published November 2, 2007

copy-of-padi-live-at-the-borderline-soho-london.jpg

Sabtu, 27 Oktober 2007

Dimulai dari sms yang tertulis, “Wah, Padi sampai nyusul kamu ke London. Salam ya buat Fadly”, yang baru terbaca hari Jumat sore, terus baca e-mail soal Padi bakal main di London. Waduh, langsung panik, karena khawatir kehabisan tiket. The Borderline bukan klub besar dan kapasitas penontonnya terbatas. Langsung usaha cari tiket, termasuk datang langsung ke Borderline. Ketemu sama ketua panitia dan dengan perjuangan akhirnya bisa dapat tiket (thanks a lot ya guys! Highly appreciated!).

The Borderline letaknya di Manette Street, Soho. Dekat dengan Tottenham Court Road Tube Station, atau landmark paling gampang adalah Toko Buku Foyles di Charing Cross. Harga tiketnya £7, dan hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke Oxfam. Jadi ini adalah “konser amal”. Judulnya “Pojok Musik: make music-raise money”. Pintu dibuka mulai pukul 7 pm, dan akhirnya saya bisa mendengar orang-orang berbicara bahasa Indonesia! Kebanyakan sih pelajar Indonesia, tapi banyak juga yang dari Malaysia, Brunei dll. Banyak pelajar yang datang dari luar London, dan datang pake kereta.

Singkat cerita, sebelum Padi tampil, ada 2 band pembuka, Debt Offensive dan Spoonmen. Masing-masing main sekitar setengah jam kemudian ada permainan untuk mendapatkan satu t-shirt Padi yang ditandatangani oleh para personilnya. Padi main mulai pukul 9 pm. Waktu muncul di panggung, sebenarnya agak salah konstum karena mereka memakai jaket, syal, dll. Mungkin karena suhu di London yang dingin (sudah mulai musim gugur), dan jelas saja ketika mulai main, suhu panas sekali dan akhirnya satu persatu mencopot jaket :)

Padi langsung menghentak dengan lagu “Mahadewi” kemudian disambung dengan “Perjalanan Ini“. Setelah itu Fadly baru menyapa penonton dan berharap penampilan malam itu tidak terlupakan dan disambung dengan “Begitu Indah“. Setelah itu mereka memainkan lagu “Tak Hanya Diam“, “Semua tak Sama“, “Bayangkanlah“, “Menanti sebuah Jawaban” dan “Kasih Tak Sampai“. Total mereka memainkan 10 lagu yang diambil dari keempat album terdahulu, dan ditambah 1 lagu baru (kalau tidak salah judulnya “Sang Penghibur“) dan di lagu ini kami tidak bisa ikut menyanyi :)

Di sela-sela lagu, mereka melakukan selingan dengan memainkan sepenggal “Sweet Child O’Mine“-nya Guns n Roses. Fadly juga menyanyikan sepenggal lagu dangdut (ditambah komentar “dangdut is the music of my country”), menyanyikan lagu “Di Radio“-nya Gombloh dan nger-rap ala Vanilla Ice “Ice-ice Baby“. Rap ala Fadly keren juga… Yang ajaib, penonton tetap ikut menyanyi. Nah ini baru asyik, soalnya paling sebal kalau liat penonton yang datang ke konser tapi jaim, hehe.

Lagu “Sobat” adalah lagu terakhir sekaligus penutup penampilan Padi di London. Piyu bilang main di London adalah mimpi mereka, padahal nonton mereka main di London adalah juga mimpi kami :) Terimakasih untuk semua pihak yang dengan kerja kerasnya berhasil mewujudkan impian ini, termasuk Pak Made Sastrawan, yang ternyata adalah salah satu penggemar Padi. Oya, tujuan kedatangan Padi ke London juga untuk membuat video klip untuk lagu di album terbaru yang rencananya akan diluncurkan bulan November nanti. Hm, gimana ya caranya bisa dapat CD terbaru? :(

Yang paling saya nikmati dari “konser” ini adalah karena ini konser musik pertama yang saya datangi yang bebas asap rokok! Mulai Juli 2007, England memberlakukan larangan merokok di tempat umum termasuk pub dan bar. Rasanya nyaman sekali menikmati konser tanpa mata perih dan sesak napas. Walaupun suara tetap serak karena nyanyi (tepatnya berteriak) sepanjang konser. Puas deh pokoknya, sampai mengalahkan “keengganan” jalan sendirian setelah gelap ;) Cuma Padi yang bikin saya mau jalan kaki lebih dari 30 menit pukul setengah sebelas malam… (Yulia Widiati)