Dijual Segera: Ginjal
Awalnya suami istri muda ini berjualan ayam goreng di pinggir kampung. Sudah bertahun lamanya, namun tak kunjung membuahkan hasil yang mereka harapkan. Kalau sekadar untuk bisa makan sehari-hari mungkin cukup. Namun ternyata hidup tak pernah cukup dengan hanya makan.
Akhirnya usaha ayam gorengnya itu bangkrut dan tutup. Hanya menyisakan beberapa lembar uang untuk makan beberapa saat ke depan. Tapi hidup tetap terus berjalan kan. Dan lapar perut tak selamanya bisa dilawan.
Entah pemikiran dari mana datangnya, tercetus ide dari keduanya untuk menjual ginjal si suami. Hasilnya: dapat dibelikan sepeda motor untuk mengojek. Terkadang usaha penyelamatan untuk hidup lebih gila dari hidup itu sendiri.
Setelah tanya sana-sini, akhirnya si suami mendapatkan keterangan yang cukup untuk segera dapat menjual ginjalnya. Awalnya memang tidak mudah. Tapi bahwa tak ada kesulitan bagi orang-orang yang mau berusaha memang betul adanya. Meski itu untuk sepotong ginjal sekalipun.
Akhirnya si suami mendapat persetujuan dari sebuah rumah sakit untuk mulai dapat mengangkat ginjalnya setelah melalui pembicaraan yang panjang dengan si calon penerima ginjal. Ginjal pun berpindah rumah. Dan untuk rumah lamanya si ginjal dihargai 60 juta perak!
Singkat cerita, sesuai dengan rencana awal, akhirnya suami istri muda itu membeli sebuah sepeda motor bebek untuk digunakan mengojek. Sisa uangnya digunakan untuk hidup sementara.
“Jadi, motor ini hasil menjual ginjal?” tanyaku ketika turun dari motornya dan hendak membayar ongkos ojek.
“Iya, Mas.” ujarnya sembari menerima beberapa lembar uang ribuan. “Makasih, Mas.”
Dan sang suami pun berlalu dari hadapanku dengan motor bebeknya yang ia beli dari hasil menjual ginjal. Aku hanya bisa memandangi punggungnya.
Satu lagi sebuah kisah mampir dalam hidupku.
Bandung, 1 Desember 2007, 07.50 wib.


….dan itu mengingatkan kita untuk selalu bersyukur terhadap Sang Pemberi Hidup
Sebetulnya banyak cara untuk mencari uang tanpa harus menjual ginjal, Pak…(asal tahu caranya). Contoh: kita bantu menjual produk orang lain melalui komisi(tanpa modal) atau teknik ‘naikan harga turunkan syarat’ seperti yang diajarkan Pak Tung Desem. …
sedih banget klw kita harus menjual ginjal demi hidup, padahal klw kita mau mencari jalan lain, insyaallah kita masih bsa, kenapa kita harus menzalimi diri sendiri demi hidup kita.
saya pria 35 tahun golongan darah A berniat untuk mendonorkan ginjal hubungi 085222913777