Mengapa oh, Dyah Pitaloka Citraresmi…

Posted by DM on February 4, 2008 under Catatan Harian, Renungan | 10 Comments to Read

majapahit-empire.jpg

Semalaman suntuk pikiran terus saja berkiblat pada penyatuan Nusantara oleh Mahapatih Gajah Mada. Tentang mengapa hanya Pasundan yang belum masuk dalam kekuasaan Majapahit. Tentang hubungan persaudaraan antara Majapahit dan Sunda Galuh. Tentang penentangan Tribuanatunggadewi dan keluarga kerajaan jika Gajah Mada tetap menyerang Sunda. Tentang Hayam Wuruk yang ingin mempersunting Dyah Pitaloka Citraresmi. Tentang pernikahan antara raja dengan raja. Tentang mengapa Prabu Linggabuana, raja Sunda Galuh, dan rombongan pejabat kerajaan mesti ke Majapahit. Tentang mengapa sampai terjadi kejadian Bubat, hingga berakibat pada perbedaan persepsi antara orang Sunda dan orang Jawa sampai sekarang. Mengapa hubungan Hayam Wuruk dan Gajah Mada menjadi hambar setelahnya. Mengapa? Ya, mengapa kau mesti pergi ke Majapahit, duhai Dyah…

Mengapa ada Dyah Pitaloka… mengapa ada Dedes… mengapa ada Cleopatra… mengapa ada Marie Antoinett…

Daniel Mahendra,
pemerhati masa depan.

Bandung, 4 Februari 2008

  • Meilysa said,

    pemerhati masa depan atau pemerhati dyah pitaloka yah :-?

    duhai …duhai … ;) )

    Halah!
    -DM-

  • Donny Verdian said,

    Mengapa ada Windy juga ya..:) Mengapa ada dia..:))) Hihihihi

    Karena ada Donny yang setia menunggu di tangga stasiun Cikini… “Cantik juga…” decak Donny terkesima sembari terlolong-lolong kagum. Du-du-du-du-du… :D
    -DM-

  • Donny Verdian said,

    Anjrit! Terlolong-lolong seperti anjrit.. eh Anjing..:)
    Antara Cikini – Karet – Stasiun Gambir dan Pasar Minggu?
    Di pernikahannya saja kita bertemu, Dan !!!

    Pernikahan itu takkan pernah terjadi, Don. Bakal terjadi sesuatu di Bubat ;) PERANG BUBAT!! :D
    -DM-

  • annelis said,

    hmmm kirain ditinggal nikah Dyah Pitaloka…. :)

  • Donny Verdian said,

    @Annelis: semula memang demikian, tapi tampaknya DM berhasil membubar ehh memBUBATkan nih…:) Kita tunggu babak berikutnya saja sambil duduk manis di sini.

  • DM said,

    Do edhan kabeh! :D
    Baiknya aku semadi di Madakaripura saja… Menunggu moksa.

  • nurcha said,

    moksa = mati = ?

    Moksa (Bahasa Sanskerta) adalah sebuah konsep agama Hindu dan Buddha, artinya kelepasan atau kebebasan dari ikatan duniawi. Merupakan suatu keadaan di mana jiwa merasa sangat tenang dan menikmati kebahagiaan yang sesungguhnya karena tidak terikat lagi oleh berbagai macam nafsu maupun benda material. Pada saat mencapai keadaan Moksa, jiwa terlepas dari siklus reinkarnasi sehingga jiwa tidak bisa lagi menikmati suka-duka di dunia.
    -DM-

  • annelis said,

    @Donny : Mas Donny tau banget tuh, baiklah kita tunggu babak berikutnya sebelum Daniel Mada Moksa pasti ada babad baru……… :) jangan marah ya cuma becanda…

  • prameswarimu said,

    Madakaripura atau Trowulan nih jadinya…..

    Di Majapahit Capital City hanya bicara soal kekuasaan demi kekuasaan semata. Lebih baik aku menyepi dan istirah di Madakaripura. Menjauhi hamukti wiwaha, merenungkan falsafah kehidupan, serta menyempurnakan pilihan akhir hidup dalam semangat hamukti moksa. Murca!
    -DM-

  • marshmallow said,

    aku juga mengambil gambar yang sama untuk presentasiku tentang GM dua bulan sebelumnya. persis ini.

    hmm… gajah mada.
    siapa yang tahan bersumpah seperti itu sekarang ya?
    haregene bersumpah untuk gak menikmati suguhan duniawi?

    Aku!

Add A Comment