Archive for March, 2008

Fitna, Soal Tidak Mengenal

de-telegraaf.jpg

Ramai sana-sini soal film Fitna karya politikus Belanda, Geert Wilders, pemimpin Party of Freedom Belanda, akhirnya menghantarkanku untuk melongok seperti apa sih isi filmnya.

Seperti ramai diberitakan, film yang kali pertama dirilis di internet pada 27 Maret 2008 di situs video Liveleak (saat ini sudah ditutup) itu awalnya diupayakan untuk ditayangkan di televisi Belanda. Namun karena berbagai hal (dapat dibaca di wikipedia), internetlah media yang dipilih sebagai tempat penayangan.

Setelah melihat filmnya di youtube (cari sendiri saja. Aku tak ingin menuliskan link-nya di sini), juga setelah melihat tayangan-tayangan wawancara Geert Wilders (juga di youtube), aku merasa biasa saja. Tak ada sesuatu yang membuatku terhenyak, karena satu pertimbangan: orang yang membuat tidak begitu paham dengan apa yang sedang ia sodorkan.

Menurutku, ia tidak melihat sesuatu secara holistik. Ia melihat dari sisi-sisi yang dicomot dari bagian yang tak utuh. Bagaimana kita bisa menyimpulkan sesuatu dari hal yang tak menyeluruh?

Propagana, pelecehan, penghujatan, pendiskreditan terhadap suatu agama bukanlah hal baru. Tidak saja terjadi di abad ini atau satu abad sebelumnya. Hal tersebut memang akan tetap terus terjadi.

Aku tidak sedang membela Geert Wilders atau filmnya itu. Ini soal tidak mengenal akan suatu hal.

Bandung, 30 Maret 2008.

Sumber foto.

Anyam Sepola:

Bandung Badai Es

es-01.jpg

Tiba-tiba saja suara gemeretak itu tumpah dari langit ketika bongkahan serta kerikil es menimpa apa saja yang dapat dijumpai di bumi Bandung.

Mula-mula hujan angin, lantas kerikil-kerikil es berkejaran terjun ke bumi, lalu tenang sejenak. Tapi tiba-tiba angin makin kencang. Hujan tak lagi berupa air, melainkan ratusan ribu daun yang tanggal tercerabut dari induknya.

Daun beterbangan tanpa tujuan. Jarak pandang makin buram. Makin lama makin tak jelas. Nyaris semua kendaraan yang melintas menepi ke sisi jalan. Kemudian bongkahan-bongkahan es kembali berkejaran menuju bumi. Kali ini ukurannya tak lagi sebatas kerikil.

Apa ini namanya? Mana aku tau. Aku belum pernah melihat hal semacam ini. Aku malah asyik memandangi badai es yang sedang berkecamuk di teras depan kantor.

Tiba-tiba,

Continue Reading »

Mas Boy, Rangga, Cinta, Galih dan Ratna

Dalam rangka memperingati Hari Perfilman Nasional, (ak.’sa.ra) Kemang bekerja sama dengan Jakarta International Film Festival (JiFFest) dan didukung oleh Sinematek, menggelar acara yang lain daripada yang lain, yaitu pemutaran film-film cinta!

Dengan tajuk “Dari Masa ke Masa: Gita Cinta Film Indonesia”, Anda bisa mengenang kembali kejayaan Rano Karno dan Yessy Gusman di awal 80-an. Atau anda termasuk penggemar Onky Alexander yang dulu dikenal dengan julukan “Mas Boy”? Dan juga Paramitha Rusady semasa menjadi idola remaja? Dan buat Anda yang penasaran kenapa Nicholas Saputra dan Dian Sastro bisa menjadi pujaan anak muda sekarang, temukan jawabannya weekend ini!

Jadwal pemutaran film: Continue Reading »

Akhirnya Kita Bertemu

 

neglasasri.jpg Setelah melewati ribuan jam, ratusan hari, puluhan bulan, dan hitungan tahun, akhirnya kami bertemu.

Kami memang dipertemukan oleh satu nama: Pramoedya Ananta Toer. Tapi ada yang lebih penting dari itu, yaitu persahabatan. 

 

Continue Reading »

Si Kendi dan Harinya

kendi.jpg

Twindri Utari bakal ulang tahun Minggu 30 Maret besok. Kelahiran tahun berapa dia? Ah, lupa. Mungkin 76. Atau mungkin 77. Ah, betul-betul lupa. Pokoknya kalau tidak 31, ya 32 usianya.

Tapi ada yang lebih menarik ketimbang mengingat hari ulang tahunnya yang saban tahun bakal tiba itu. Apalagi kalau bukan tanggal 29 Maret. Ada apa? Ternyata setelah melakukan perhitungan hari baek, 29 Maret 2008 adalah hari pernikahannya. Ai-ai…

Setelah pacaran selama 14 tahun (sableng!), jadi juga mereka nikah. Hihihi! Soal putus-nyambung, barangkali itu soal biasa (14 tahun. Kebayang!).

Continue Reading »

Next Page »