penganyamkata.net
current   |   rss

Tong Kosong Apa (Memang) Nyaring Bunyinya?

Published April 1, 2008

Kata orang tong kosong nyaring bunyinya. Betulkah? Kalau diibaratkan beladiri karate, orang yang sudah mencapai sabuk hitam biasanya lebih tenang dan tidak terpikir untuk menunjukkan bahwa ia seorang penyandang sabuk hitam karate. Berbeda dengan orang yang masih lagi menyandang sabuk kuning atau hijau. Yang terakhir itu, uih, jalannya biasanya petantang-petenteng. Ingin sekali menunjukkan bahwa diri seorang anggota beladari. Aneh ya.

Sama halnya seorang yang jagoan di bidang IT. Kalau yang betul-betul jagoan katanya ulahnya memang tidak macam-macam. Dalam arti karena ia jago betul, ya tidak merasa perlu menunjukkan bahwa ia seorang jagoan IT. Berbeda jika atmosfirnya sudah selebritis. Di sana-sini cuap-cuapnya lebih nyaring ketimbang ilmunya.

Tak sedikit kuperhatikan penulis-penulis kaliber, ketika telah berada pada level tertentu ia malah lebih santun, lebih mendalam, serta lebih menampakkan ilmu padi. Tidak sok jagoan, tidak ingin diakui publik bahwa ia seorang penulis. Lha ngapain, wong publik sudah mengakuinya sebagai penulis. Kaliber pula. Sehingga tak perlu mencari pengakuan lagi.

Dari semua itu, ada juga hal yang bisa kupetik sebagai pelajaran. Belajar memaknai peran-peran dalam hidup. Sehingga suatu saat nanti jangan sampai hanya terdengar nyaringnya doang tanpa isi. Semoga begitu pun dengan kita. Semoga…

Bandung, 1 April 2008.