30 April 2 Tahun Lalu

Pramoedya Ananta Toer adalah satu dari sederet sastrawan Indonesia terdepan yang dimiliki negeri ini. Puluhan buku lahir dari tangannya. Sebagian besar telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa di dunia.

 

Ia dilahirkan di Blora pada 6 Februari 1925. Sulit membicarakan sastra Insdonesia tanpa menyebut namanya. Sesulit membayangkan sebagai sastrawan internasional ia menjadi paria di negeri sendiri.

 

Namun aku sedang tak bermaksud menceritakan tentang siapa dan bagaimana itu Pramoedya. Aku hanya sedang ingin mengingat 30 April 2 tahun lalu.

 

30 April 2006 Pram mengehembuskan nafas terakhirnya di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman umum Karet-Bivak, Jakarta.

 

Dia telah pergi ke tempat ke mana setiap orang akan dan sedang pergi…

This entry was posted in Catatan Harian, Pramoedya. Bookmark the permalink.

6 Responses to 30 April 2 Tahun Lalu

  1. DV says:

    Bangga kita pernah punya maestro sehebat PAT

    *menundukkan kepala*

  2. windy says:

    *menundukkan kepala selesai…*

  3. @ DV & windy:
    Kalian pada ngapain?

  4. marshmallow says:

    waktu jalan di sebuah suburb di NSW, ada seorang bule yang, setelah tau para wanita yang ditolongnya berfoto adalah orang indonesia, bilang bahwa dia sangat menggemari karya-karya PAT.

    jadi malu, saya sendiri waktu itu gak kenal siapa tokoh yang dia sebutkan.

    marshmallows last blog post..Menunaikan janji

    Adalah sebuah kewajaran. Karena Pram memang “ditindas” di negerinya sendiri. Ruang geraknya dibatasi, tak boleh ke luar negeri, karya-karya dilarang dan diberangus, penghidupannya dikerdilkan. Adalah tak aneh bila pada perkembangannya, tak banyak orang kenal siapa Pramoedya Ananta Toer. Kandidat nobel sastra dari Indonesia.

  5. kelik says:

    Kapan lagi ke BOjong Gede..?
    PLS Contack saya kalau kesana.
    Tx

    kelik, terakhir menulis Operasi Saecar VS Kandang sapi

  6. thia says:

    Makanya dengan bangga aku menamakan Putra pertama dengan nama PRAMOEDYA, dan aku bangga menjad orang yang mengenal Pram walau hanya melalui tulisan2nya.

    thia, terakhir menulis Duuh, Empatinya anakku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>