Negara mana yang sangat ingin kukunjungi? Jawabannya masih tetap sama: Tibet. Entah ada atmosfir magis apa yang membuatku sangat ingin berkunjung ke Tibet dan tinggal dalam waktu cukup lama di sana.

 

Saat film Seven Years In Tibet keluar pada 1997, aku makin terkesima mengikuti pengalaman Heinrich Harrer, seorang petualang Austria, yang pernah hidup selama 7 tahun di Tibet dan menjadi sahabat dekat Dalai Lama. 

Heinrich Harrer, seorang pendaki gunung asal Austria, bersama kelompoknya merupakan orang pertama yang berhasil mendaki sisi utara Gunung Eiger di Swiss pada 1939. Setelah Perang Dunia II pecah, ia meninggalkan negaranya dan berpetualang.

Bersama sahabatnya ia “tersangkut” selama 7 tahun di Tibet. Menjadi sahabat Dalai Lama, pemimpin spiritual (pada akhirnya juga pemimpin negara) Tibet, yang ketika itu masih berusia kanak.

 

Setelah tentara Cina menyerbu dan menjadikan Tibet sebagai salah satu provinsinya (kini menjadi Daerah Otonomi di bawah RRC), Heinrich Harrer kembali ke Austria. Ia menuliskan pengalamannya selama di Tibet ke dalam buku dengan judul yang sama: Seven Years In Tibet (juga dalam Lost Lhasa).

 

Seven Years In Tibet sendiri sudah diterjemahkan ke dalam 48 bahasa, terjual 3 juta kopi, dan diangkat ke layar lebar pada 1997 dengan Brad Pitt sebagai pemeran dirinya.

 

Setelah kembali bermukim di Eropa, Heinrich Harrer tetap mendaki gunung di berbagai belahan dunia. Pada 1962 ia memimpin kelompok berjumlah empat orang yang merupakan pendaki pertama Puncak Jaya di Papua.

 

Semalam kembali menyaksikan Seven Years In Tibet untuk kesekian kalinya sampai jam 4 pagi. Mau tidak mau aura tentang Tibet kembali memanggil-manggil.

 

Suatu saat aku akan ke Tibet! 

Bandung, 20 Mei 2008, 16.01 wib.