Kontra Produktif
Beginilah hidup di negara penghasil minyak bumi yang tak sepenuhnya bisa menikmati hasil minyak buminya sendiri.
Listrik mati, bergiliran pula. Dalam satu kawasan. Dari jam 9 pagi sampai jam 15 sore. Mengganggu? Sangat. Betapa listrik sudah merupakan kebutuhan vital yang tak dapat ditawar-tawar lagi.
Kalau listrik mati, tak ada penerangan. Tapi kan ada matahari? Okelah. Tapi komputer pun tak bisa nyala. Kan ada laptop? Tetap saja, server internet tak bisa berfungsi. Handphone pun butuh asupan. Printer tumbang, scaner lumpuh, telpon kantor padam. Mau bagaimana?
6 jam tanpa listrik di saat jam kerja sama halnya dengan kontra produktif. Tak bisa apa-apa. Menyerah? Tidak. Tapi ini realitas. Betapa listrik sudah merupakan keharusan yang tak bisa ditawar-tawar lagi.
Pergi ke mall, mojok di foodcourt, buka laptop, menangkap hotspot, nyatanya tak selamanya nyaman untuk bekerja.
Beginilah hidup di negara penghasil minyak bumi yang tak sepenuhnya bisa menikmati hasil minyak buminya sendiri.
Apa boleh buat.
28 Mei 2008, 15.45 wib.
————————————-
Oalah! Kejadian ini kok terulang lagi pada Kamis, 29 Mei 2008. Sekitar pukul 15.00 listrik kembali mati di kawasan kantor. Praktis seluruh tim kerja yang sedang berjibaku di depan komputer berteriak lantang!
Dalam hari-hari di minggu ini memang beberapa kawasan di kota Bandung terjadi pemadaman listrik secara bergiliran. Sungguh mengibakan!
Tim kerja yang tadinya kerja, jadi berhaburan tak jelas apa yang mesti dikerjakan. Main gitar, main badminton di halaman kantor, mencegat tukang basko, memanggil tukang cingcau. Betul-betul kontra produktif!
Kontra produktif… Kontrak produktif… Negara ini sungguh kontra produktif!
Bandung, 30 Mei 2008, 17.30 wib.


Hiks…Bener-bener kontra produktif memang…
Tak bisa bekerja tanpa listrik..
Cadangan MW di jaringan interkoneksi memang gih nipis mas..
Bukan krna minyak, tp lagi banyak pembangkit yg shutdown..
Jangan lupa save data2 di kompi tiap kali kerja,biar gak ilang klo tiba2 listrik mati lagi..
Moga gak mati2 lagi listrikny..
“Don’t know what should I do”
-zahra-
@ Zahra:
Oke, secara langsung mungkin memang bukan karena minyak. Tapi kalau negara ini kuat dengan hasil buminya sendiri, negara ini akan mampu menghidupi rakyatnya dengan kuat pula. Itu maksudnya.
oom, indonesia udah ngundurin diri dari opec kok… soalnya lebih banyak konsumsi minyak ketimbang jualan minyak…
tp paling tidak kan jadi bisa refreshing duduk mojok di mall sambil lirak lirik mojang2 yg lewat sambil pamer laptop baru tentunya huahahaha…
@ Endah:
Iyeee… tau…
@ Windy:
Hare gene masih lirak-lirik…?!!