Hari Tanpa Rokok? Bagaimana Mungkin!
Sejak pagi-pagi betul seseorang membangunkanku melalui telpon hanya untuk mengatakan: hari ini hari tanpa tembakau sedunia. Jangan merokok!
Olala! Kenapa sarapan pagiku berupa larangan merokok? Hmm-hmm-hmmm.
Betul sih, aku setuju dengan etika merokok, tapi masih belum setuju dengan larangan merokok. Hehe!
Aku memang perokok yang teramat sangat aktif. Sehari bisa puluhan batang. Tapi aku tetap tak suka pada perokok yang tak memiliki etika. Ai, ada etikanya tho? Ada…
Seperti merokok di dalam kendaraan umum, misalnya. Merokok di keramaian di mana publik berhak menghisap udara bersih, merokok di dalam mobil, merokok tanpa mengindahkan lawan bicara, pokoknya merokok yang mengganggu hak orang lain, aku tak suka.
Aku perokok yang sangat aktif. Tapi aku tak suka asap rokok. Jangan dikira aku merasa sedap dengan asap rokok. Huh! Sesungguhnya teramat sangat menyebalkan. Kemeja jadi bau asap. Wajah jadi terkena asap, dan mulut beraroma asap. Hmmm-hmmm.
Aku perokok yang teramat aktif. Tapi aku tak suka orang membuang puntung sembarangan. Aku tak suka orang membuang bungkus rokok (termasuk plastiknya) sebegitu asal. Sama halnya aku tak suka melihat asbak penuh abu di atas meja kerja. Jorok!
Aku tak suka orang merokok tanpa etika, aku tak suka asap rokok, dan aku tak suka perokok yang tak bersih lingkungan, tapi aku perokok yang aktif. Teramat sangat aktif!
Jadi, apa yang meski kulakukan hari ini… Hari yang katanya tanpa tembakau sedunia… Duh! Duh!
Bandung, 31 Mei 2008, 09.22 wib.


ganti rokok dengan buah…. beres kan….
…”aq tak suka asap rokok”…
Tak suka asap rokok,tapi menghasilkan asap rokok…
Duu..Duu..Makin binggung aja jadiny..
Coba..1hari aja..Jauhi rokok.. Tak merokok sama skali.. Bisakah???
@ Prameswari:
Beres? Waduh, ndak semudah itu…
@Zahra:
Satu hari tanpa rokok sama sekali? Huaduh, itu yang suliiiiiittt……
Jauhilah rokok sebelum rokok menjauhimu
tiga tahun yang lalu saya seorang perokok aktif, kini menjadi perokok pasif alias kena asap rokok dari kawan-kawan perokok.
mahasiswa demo pada mogok makan, tapi ga mogok ngrokok, dasar gemblung… podho wae…
yah demi menjangkau beli bbm dan kebutuhan pokok, mendingan duit rokok disisihin buat nambah dana bli bbm dan kebutuhan pokok…
siapa siiyy yg sms….?? itu tandanya perhatian….dududuuuu….
@ Daeng Limpo:
Sekarang bisa berhenti?! Wow!! Dahsyat!! Someday I will. Not today, hehe! (ngomong ‘not today’-nya tiap pagi tapi, hihi!)
Wah, kawan-kawannya nggak sopan tuh!
@ Endah:
Mungkin dengan mogok makan, mereka masih tetap bisa hidup. Tapi kalo mogok ngerokok, mereka nggak bisa demo. Hehe!
@ Windy:
Lha?! Bukannya kamu? Gimana sih? Duh, jangan lempar batu sembunyi di bawah kolong ranjang gitu deh, ndi…
susah aku,mas. mau berhenti merokok,hehe..
berhenti merokok ???? someday not today…:-)
@ Langitjiwa:
Ya jangan. Belum pingin berhenti kan?
@ Pingky:
Yup. Someday! But not today… :-p
apa kabar buku itu yah? jangan2 cuman jadi ganjelan rak buku doang atau…astaga, jangan2 udah dibakar? [-( [-(
@ JW:
Aduh, buku mungil soal bagaimana berhenti merokok itu ya? Hihihi… Kutaruh mana ya…
yah, mendingan perokok aktif daripada perokok berat: mberat-beratin orang.
konon kalau mau berhenti merokok itu musti serta-merta.
suatu hari langsung gak merokok sama sekali.
ntar ceritain pengalamannya ya?
marshmallows last blog post..Abandoning