penganyamkata.net
current   |   rss

Hal-hal Kecil yang Terlupakan

Published June 21, 2008

Kalau bukan diingatkan oleh Bung Tanzil, barangkali aku bakal lupa kalau Tabloid Kontan No. 38-XII, 20-26 Juni 2008 memuat hasil wawancara denganku beberapa hari lalu.

 

Selain aku, ada Mujib Hermani, serta tentu saja Bung Tanzil sendiri yang memang kurekomendasikan pada Kontan untuk juga mewawancarai beliau.

 

Rupanya sore tadi cleaning service kantor sudah pulang (aku tak pernah tahu jadwal pulangnya, yang kutahu ia selalu orang pertama yang menemuiku di meja kerja saat pagi hari –semoga pagi selalu ada!). Lagi pula aku tak pernah manja menyuruh-nyuruh orang. Jadinya menjelang petang, aku pergi ke kios koran di seberang jalan. Maka terhidanglah Kontan yang, sumpah, belum pernah sekalipun aku membeli terbitannya.

 

Beberapa minggu terakhir hingga pertengahan Juli nanti kuperkirakan aku bakal banyak melupakan hal-hal kecil seperti membeli media yang memuat hasil wawancara denganku. Apa boleh buat, perputaran roda lebih cepat dari yang kuperkiran. Semua bergerak dan melesat bagai kilat. Hingga melupakan hal kecil-mengecil dalam kehidupan pribadi. Apa boleh buat. I have a goal!

 

Sebetulnya aku tak tahu sedang menulis apa ini. Yang pasti hingga kalimat terakhir tulisan ini kuketik, mata sudah sama sekali tak melihat monitor komputer. Jari ini sudah dengan lancang bergerak tanpa perintah tuannya, yang paling berhak memberi titah.

Thanx, Bung Tan! (Thanx juga buat Mbak Dulpa yang barangkali telah repot). Sukses selalu. 

21 Juni 2008 | 23.16 wib