Hal-hal Kecil Lainnya yang Turut Terlupakan

Adalah seorang kawan yang pada 16 Juni 2008 kemarin mengirim SMS dari Papua pukul 19.18 wib (berarti 21.18 wit). Katanya:

 

Aku menjelang tdr d Papua, menyempatkan diri membc Tempo eds 9-15 Juni dan menemukan kau mengirim surat pembaca perihal budiman…

 

Kalau saja dia tidak mengirim SMS, aku nyaris tak pernah ingat kalau beberapa hari ke belakang memang sempat memprotes majalah Tempo tentang redaksional pada sebuah ulasan.

 

Tanpa SMS itu, aku nyaris sudah tak membutuhkan jawaban lagi dari Tempo. Yang penting aku sudah menuliskannya. Masalah sampai atau dikoreksi maupun tidak, itu sudah urusan Tempo toh.

 

Beginilah surat yang kukirimkan pada Tempo tersebut:

 

Yth. Redaksi Majalah Tempo

 

Salam,

 

Majalah Tempo edisi 19-25 Mei 2008, Indonesia yang Kuimpikan-100 catatan

yang merekam perjalanan sebuah negeri, pada halaman 100 (Catatan Abadi

Para Demonstran), di paragraf 3 tertulis:

 

‘Ia membaca Catatan sejak duduk di kelas II Sekolah Menengah Atas

Muhammadiyah 1 Yogyakarta, sepuluh tahun silam. Pada masa itu, diskusi

menjadi menu rutin kalangan mahasiswa Yogyakarta. Di antara mereka,

terselip sejumlah pelajar seperti Budiman.’

 

Saya merasa ada kesalahan logika penulisan pada paragraf tersebut. Kalimat

‘sepuluh tahun silam’ berarti tahun 1998. Sementara kita tahu, tahun 1998

rezim Orde Baru baru saja tumbang, dan Budiman Soedjatmiko masih mendekam

di LP Cipinang, Jakarta.

 

Bagaimana mungkin Budiman Soedjatmiko yang lahir 10 Maret 1970 masih duduk

di bangku kelas II SMA pada tahun 1998? Saat itu pun usianya sudah 28

tahun.

 

Saya menulis surat ini bukan soal Budiman Soedjatmiko-nya, tapi lebih pada

logika penulisan majalah sekelas Tempo.

 

Mohon saya dikoreksi sekiranya saya salah menafsirkan.

Terima kasih atas perhatiannya.

 

Salam,

Daniel Mahendra

Bandung, Jawa Barat 

 

Setelah menerima SMS dari kawanku itu, lantas kukirim balasan: ada catatan dari Tempo?

 

Dan sang kawan menjawab:

 

DM, kt Tempo sbg blsn: benar, budiman saat itu berada di tahanan. Terima ksh atas koreksi Anda. Redaksi mhn maaf atas ke2liruan ini.”, itu aja.

 

Ah. Terkadang kita memang mesti diingatkan pada beberapa hal.

 

Thanx, Jean.

 

22 Juni 2008 | 14.16 wib

This entry was posted in Catatan Harian, Kliping and tagged , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Hal-hal Kecil Lainnya yang Turut Terlupakan

  1. DV says:

    Betul Bung!
    Saatnya, berdayakan seorang wanita (lagi) untuk menjadi … hmmm yah setidaknya Personal Secretary… akan sangat membantu, Bung!

    DVs last blog post..Klepon

  2. windy says:

    eeh…gw udh usung kan ide ini tadi yaa…. butuh bantuan nyeleksi om….

  3. laporan says:

    seperti sela(e)ra saya itu, hehehe, terus lakukan koreksi bung!

  4. wah, redaksi media seringkali ndak cermat dan teliti, mas daniel. mereka seringkali menggunakan deadline sbg dalih. memang sih, mereka bisa melakukan ralat pada edisi berikutnya. tapi itu kalau ada info dari pembaca seperti yang dilakukan mas daniel itu. kalu ndak, wah sampai medianya lecek, bakalan salah terus itu. sebuah pengalaman menarik dan berharga.

  5. Ya ya, kalau sering melupakan atau lupa hal-hal kecil, hal besar jadi bisa lpa he he alias kurang cermat. Kita petik hikmahnya. Salam.

    Ersis Warmansyah Abbass last blog post..Waras Menulis

  6. ika says:

    wah benar,,perhatian pada hal2 kecil sangat diperlukan :D

    ikas last blog post..Golput pada Pilgub Jateng 2008

  7. Endah says:

    oom jangan lupa kirim imel perjanjiannya ya…

    du du du.. pasti tambah sebel deh :p

    Endahs last blog post..Akhirnya gue pasang RBT

  8. DM says:

    @ DV:
    Personal Secretary? Jangan ah. Nanti terlibat skandal. Hahahaha!!

    @ Windy:
    Nyeleksi? Mending kamu aja yang jadi personal secretary, Keoooongggg…. minimal kalo’ terjadi skandal, kamu paling cengar-cengir. Hihihi!

    @ Laporan:
    Hahahaha!! Guyon, Mas Aryo, guyon… Hehe. Peace ah!

    @ Sawali Tuhusetya:
    Apa boleh buat, Pak Sawali. Untuk mencapai zero defect memang tak mudah. Untuk itu peran pembaca juga dibutuhkan.

    @ Ersis Warmansyah Abbas:
    Begitulah, Pak Ersis. Thanx. Salam.

    @ Ika:
    Oh yeah? (Wah, ada orang Ungaran. Hihi!)

    @ Endah:
    Geblik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>