Hingga kini Ijul adalah kawan yang cukup asyik untuk diajak berbincang soal Law of Attraction. Ia bisa memetakan cara menetapkan tujuan, proses menyelami keinginan, fokus pada apa yang telah ditetapkan, dan meraihnya. Tapi yang terpenting dari itu semua, selain mempraktekkan, ia membuktikannya!
Ia pernah bercerita, dulu ketika ia ingin menginjakkan kaki di kota Paris, ia selalu menyelipkan selembar uang franc di dalam dompetnya (Prancis kini sudah menggunakan euro). Praktis ke mana pun ia pergi, ia membawa serta dompetnya itu. Dan ketika hendak memerlukan sesuatu dari dalam dompet, ia selalu bertatapan mata dengan si franc itu.
Siapa nyana, pada akhirnya ia memang betul-betul menginjakkan kaki di kota Paris dan memanjat La Tour Eiffel. Tak aneh jika ia sudah keliling Indonesia. Dan kini ia selalu rajin mengirimiku cerita negara-negara Eropa mana saja yang telah ia injak tanahnya. Apa resepnya? tanyaku. “Law of attraction, Dear!” jawabnya pasti.
Almarhum bapak dulu pernah bertanya kepadaku: “Kamu kuliah bahasa Prancis, kapan bisa ke Prancis?” Ditanya seperti itu aku hanya nyengir. “Bapak nggak pernah belajar bahasa Prancis, tapi Bapak sudah naik Eiffel dan keliling Eropa. Kamu kapan?” Sampai sekarang, kalau ingat pertanyaan bapak, aku masih saja nyengir.
Aku terkadang memang kerap ngeri dengan diriku sendiri. Rupanya aku masih termasuk ke dalam bagian orang yang kurang bersyukur. Kalau kuingat-ingat, apa yang tak dikabulkan Tuhan atas segala permintaanku. Tanpa bermaksud menghitung-hitung pemberian Tuhan, rasa-rasanya lebih banyak dikabulkan ketimbang tidaknya.
Sehingga tak aneh jika aku kerap ngeri kalau mengangankan sesuatu yang bersifat negatif. Khawatir bakal jadi kenyataan. Maka memang lebih baik membayangkan yang positif-positif saja. Karenaa nyatanya, kalau aku sudah menginginkan sesuatu, dan aku sungguh menginginkannya, aku kerap membawanya secara total ke alam bawah sadar. Dan sesuatu itu betul-betul kerap menjadi kenyataan.
Baik. Kini aku hendak melakukan afirmasi. Penetapan ini memang sangat tiba-tiba. Mendadak sekali. Baru saja terjadi malam tadi. Waktu pencapaiannya pun hanya berjarak 3 bulan dari sekarang. Namun meski demikian aku ingin sekali melakukan hal itu.
Aku hanya ingin mengetes diriku sendiri: apakah betul aku dapat melakukan hal itu atau tidak. Aku yakin bisa, namun aku menyisakan ruang untuk kemungkinan hal tersebut tidak tercapai. Tak apa. Namanya juga hidup di dunia. Dijalani sembari tersenyum saja kan.
Ya, malam ini aku ingin melakukan afirmasi bahwa Oktober 2008 nanti aku akan berangkat ke Frankfurt, Jerman. Dibiayai? Tentu saja. Kalau biaya sendiri, buat apa. Banyak orang kaya bisa keliling dunia. Tapi bisa keliling dunia karena usaha kita dihargai, itu baru membanggakan.
Apakah aku terlalu gegabah memposting hal seperti ini ke dalam blog? Ya, sama seperti yang kalian kira: awalnya aku pun berpikir demikian. Tapi kalau disimpan sendiri (seperti semua dan segala selama ini), aku seolah tidak berani melakukan afirmasi. Dengan seperti ini aku sedang menantang diriku sendiri. Kalau tidak jadi, ya tak soal toh. Hidup di dunia kan tak semata soal senang-senang belaka. Tapi bukankah kita mesti bisa meminggirkan pikiran negatif.
Apakah 15 Oktober 2008 aku akan berada di Jerman? Aku sudah menetapkan afirmasi malam ini. Semoga begitu pun dengan kalian atas segala impian dan keinginan kalian. Auf Wiedersehen!
26 Juni 2008 | 00.30 wib





saya juga dulu sejak kecil pengennya bisa jalan2 dan tinggal di luar negeri, kepikiran terus sampai terbawa2 dlm mimpi nyaris tiap hari…heheheh (padahal waktu itu belum tau apa itu law of attraction). dan bener lo kesampaian. mungkin krn keinginan yg begitu besar akhirnya (kadang tanpa sadar) menuntun kita mengambil langkah ke arah mewujudkan keinginan itu.
sukses untuk 15 okt 08. tapi jangan auf wiedersehen dulu dong, skarang kan baru 25 june…he3x
nitas last blog post..FILOSOFI KUNG FU PANDA
Tgl 15 Oktober 2008 kamu akan berada di Jerman? Tega kamu ?
DVs last blog post..Klepon
@ Nita:
Ya Mbak Nita, semesta ini memang menangkap segala sinyal yang kita pancarkan dari diri kita. Kalau kita memancarkan A, tentu saja yang dikirimkan kembali adalah A. Karena itu merupakan produk pikiran kita. Thanx telah berbagi.
@ DV:
Ups! Sorry, Don. Aku lupa kalau 18 Oktober 2008 adalah resepsi pernikahanmu. Betul-betul lupa. Gimana kalau dimajukan September saja? Hehe. Tapi Don, kalau pun aku tak menghadiri resepsimu itu, tidak berarti aku bukan sahabatmu toh?
Klo ade percaya bahwa segala sesuatu yang kita ucapkan adalah doa.. Maka , jangan ucapkan kata-kata yang tak baik
Jika mimpi-mimpi kita terkabul, ade percaya karena itu adalah doa-doa kita dikabulkan oleh Yang Diatas….
Jangan lupa bawain pulang gadis Jermannya ya…
keinginanmu akan saya laksanakan, begitu ucap jin lampu yang bertugas untuk mengabulkan afirmasi anda.
yeah, menurut saya teori ini benar adanya dan memang ajaib
Dari dulu aku pengen sebelum umur 30 th dah jalan-jalan ke Swiss…sekarang aku 29th, eh nyasarnya ke negara lain…hehe…gpp juga sih…
Tapi tetep..Swiss, I’m coming!!!! (someday, Amin)… :p
wow saya juga pengen,,hehe ada yang mau gratisin saya ga ya? hehe
ikas last blog post..Adding Computer RAM
Jadi Jerman nih? bukan Tibet ya? Hehe…
If your heart is in your dreams
No request is to extreme
When you wish upon a star
your dreams come true…..
tantis last blog post..A Sweet Message In The Morning
amiiin….., yg penting jangan lupa oleh oleh dari jerman : keripik tempe…:-)
Btw, Law of attraction itu bisa dipakai buat nyari jodoh ga ya….
Misalnya, dengan membawa foto sang kecengan kemana-kemana di dalam dompet, bisa membuat sang kecengan mendekat dan akhirnya mengecengi kita jugakah, karena kita akan terus memandanginya pada saat buka dompet? Kalo bisa…wah…patut dicoba tuh Mas!
danieeelll…. cakeepp bgt lu yaa…masih belom kehapus nih sms sabtu kemaren ttg kawinannya donny…klo sampe ga dateng bubarin aja don… bubarin semuanya… tgl 5 masih seminggu lagi kok !!
@ Prameswari:
Itu kenapa aku melakukan afirmasi.
@ Yudi:
Ajaib? Yup. Karena pada dasarnya kita juga yang mengusahakannya kan?
@ Chandra:
The waiting is almost over, Chand.
@ Ika:
Ada Ka, kalau kamu mau. Pasti bisa.
@ Tanti:
Wish upon a star yah? Di teras belakang?
@ Cak Ri:
Keripik tempe? Sip!
@ Chandra:
Walaaahhh… Mau itu foto dibawa kemana pun kita pergi, kalau kita nggak berbuat apa-apa, ya sama saja seperti pungguk merindukan bulan. Hahaha! Praktis nggak demikian. (tapi nyimpen foto Dian Sastro boleh juga tuh, Chand! *halah*).
@ Windy:
Aku tetap sahabat kalian, ndi. Apa pun yang terjadi. Hidup tetap terus berlangsung kan.
“Tuhan buatlah DM jadi sponsor-ku untuk ikut serta DM ke Frankfurt, Jerman. Amien [-O<
Mengaktifkan LOA – ENTER
menancapkan harapan dan impian bisa memotivasi diri utk terus meggapainya, mas daniel, selamat mas, semoga saja 15 oktober nanti mas daniel bener2 bisa berangkant ke jerman. aku hanya bisa ngiri, hiks. mimpi ke negara tetangga dekat saja nggak bisa mas, hehehe
sawali tuhusetyas last blog post..Buku Sekolah Elektronik: Terobosan yang Jitu dan Visioner?
@ Levi:
Aduh! Aduh! Jangan main tekan tombol ENTER dulu.
*BACKSPACE, KLIK!* Fiufh! :p
@ Sawali Tuhusetya:
Aku hanya sedang menantang diriku, Pak Guru Sawali. Thanx doanya. Amin.
om baru sempet berkomen lagi! di radio Mustika 107.5FM tiap senin, kamis dan jumat jam 3-6 sore lalu senin jam 9-12 malem
huahauhauhuaha kok promosi duluan…
yeap yeap
talk about this law of attraction thing (yang tadinya saya pikir cuma judul film saja) memang kalau dipikir pikir masuk akal sekali! apalagi kalo abis didoktrin setelah satu jam lebih sekian menit nonton The Secret (which i did too) dan yang namanya hubungan tarik menarik itu benar benar ada
karena mungkin kalau kita berpikir akan dapat, sekalipun tanpa sadar, ada potensi dalam diri yang keluar dan berupaya mengejar dan menangkap sesuatu yang ditargetkan tersebut…
gitu juga kalau takut akan gagal atau takut akan sesuatu yang TIDAK ingin terjadi, malah akan terjadi, karena telalu sibuk memikirkan bagaimana kalau benar benar terjadi
ah… u should’ve talk with sum1 i know he’s so into this thing! dan segala macam yang ada hubungannya sama believe
omiGod saya menuh menuhin blog oraaaaaang :p
*maap…
natazyas last blog post..Jumpa dengannya yang dirindukan!!! *es kriuk i mean…*
@ Natazya:
Iya Nat, I knew, kamu di Mustika. Aku banyak temen kok di sana. Dulu sering banget diwawancara di Mustika. Baik saat di BTC maupun di Peta. Terakhir sih tahun 2007. Cuma kok aku nggak pernah kenal kamu ya, hehe.
LoA? Yup! If you think you can, you can!