Tidak ada penyanyi sekaligus aktor yang begitu kukagumi seperti Benyamin Sueb. Cara bernyanyi dan improvisasi dalam berakting sungguh memukau. Lagu-lagu serta filmnya selalu kuburu untuk kunikmati. Benyamin terlanjur memiliki arti tersendiri bagiku.

 

Lagu-lagunya dinyanyikan begitu ringan dan terkesan asal, tapi justru di situlah kharismanya keluar. Apalagi tembang-tembang duetnya bersama Ida Royani, aih, bikin mabuk kepayang. Mereka sejoli yang asyik untuk didengarkan. 

Film-filmnya tak kalah bikin perut terkocok. Dengan segala akting dan tingkah lakunya, mengagumi Benyamin tidaklah membuat diri kita menjadi norak bahkan bangga memiliki aktor seperti Benyamin.

Sulit dibayangkan bahwa ternyata Benyamin telah mengeluarkan 75 biji album musik serta main di lebih dari 53 film. Wow! Sungguh sebuah angka yang dahsyat. Dan dari kesemuanya itu hampir rata-rata ia tetap membangun karakter yang begitu melekat pada dirinya: Betawi.

 

Adalah tidak berhak mengatakan: sayang, Benyamin telah pergi begitu cepat di usia 59 tahun. Rupanya sayang Tuhan melebihi pengagum Benyamin sekalipun. Tetapi apa mau dikata, selain Bing Slamet, sulit menyejajarkan aktor lain seperti Benyamin sekarang ini.

 

Adakah? 

Eh ujan gerimis aje

Ikan teri diasinin

Eh jangan menangis aje

Yang pergi jangan dipikirin 

28 Juni 2008 | 07.26 wib

Sumber foto.