<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Epitaph (33)</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2008/06/28/epitaph-33/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2008/06/28/epitaph-33/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: DM</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/06/28/epitaph-33/comment-page-1/#comment-2151</link>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 13:12:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1213#comment-2151</guid>
		<description>@ Zahra &amp; Chandra:
Jadi inget Epitaph 17? Aha, cermat juga kamu, Zahra. Senang ada yang cermat! :)

Percakapan ngulang? Kalau begitu coba simak baik-baik: di Epitaph 17, siapa ya berkisah, dan adegan dilihat dari sudut pandang siapa? Sementara di Epitaph 33, siapa yang berkisah, dan adegan dilihat dari sudut pandang siapa? ;)

See? Sejak Epitaph 29 (Bab 6-Sibayak), aku memang sengaja memutar balik tokoh yang bertutur (yang awalnya Laras menjadi Haikal), meski tetap menggunakan kata ganti orang pertama. Di akhir cerita, akan muncul pergantian plot yang tak akan terduga sama sekali ;)

Teknis ini memang rada ribet dan tidak sederhana. Menyajikan adegan yang sama namun dilihat dari sudut pandang tokoh dan penutur yang berbeda. Karakter penokohan akan berbeda dalam memandang suatu adegan yang sama. Pengulangan? Ya memang sengaja. Aku sedang belajar menggunakan teknis ini. Teknis yang kalau kuperhatikan jarang dipakai oleh banyak sastrawan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Zahra &amp; Chandra:<br />
Jadi inget Epitaph 17? Aha, cermat juga kamu, Zahra. Senang ada yang cermat! <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Percakapan ngulang? Kalau begitu coba simak baik-baik: di Epitaph 17, siapa ya berkisah, dan adegan dilihat dari sudut pandang siapa? Sementara di Epitaph 33, siapa yang berkisah, dan adegan dilihat dari sudut pandang siapa? <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>See? Sejak Epitaph 29 (Bab 6-Sibayak), aku memang sengaja memutar balik tokoh yang bertutur (yang awalnya Laras menjadi Haikal), meski tetap menggunakan kata ganti orang pertama. Di akhir cerita, akan muncul pergantian plot yang tak akan terduga sama sekali <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Teknis ini memang rada ribet dan tidak sederhana. Menyajikan adegan yang sama namun dilihat dari sudut pandang tokoh dan penutur yang berbeda. Karakter penokohan akan berbeda dalam memandang suatu adegan yang sama. Pengulangan? Ya memang sengaja. Aku sedang belajar menggunakan teknis ini. Teknis yang kalau kuperhatikan jarang dipakai oleh banyak sastrawan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Chandra</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/06/28/epitaph-33/comment-page-1/#comment-2150</link>
		<dc:creator>Chandra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 12:59:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1213#comment-2150</guid>
		<description>Kok percakapannya ngulang sih Mas...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kok percakapannya ngulang sih Mas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Endah</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/06/28/epitaph-33/comment-page-1/#comment-2131</link>
		<dc:creator>Endah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 05:54:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1213#comment-2131</guid>
		<description>kenapa yah yg namanya laras, biasanya pake nama belakang saraswati.. kayaknya gak kreatif tuh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa yah yg namanya laras, biasanya pake nama belakang saraswati.. kayaknya gak kreatif tuh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: windy</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/06/28/epitaph-33/comment-page-1/#comment-2129</link>
		<dc:creator>windy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 11:51:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1213#comment-2129</guid>
		<description>dan... jgn kelamaan endingnya kaya sinetron... si donny udah nunguin noh... ntar mau di print sama dia katanya biar ga nangung nangung bacanya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dan&#8230; jgn kelamaan endingnya kaya sinetron&#8230; si donny udah nunguin noh&#8230; ntar mau di print sama dia katanya biar ga nangung nangung bacanya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zahra</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/06/28/epitaph-33/comment-page-1/#comment-2126</link>
		<dc:creator>Zahra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 09:16:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1213#comment-2126</guid>
		<description>Jadi ingat epitaph 17..

Subhanallah..

-zahra-
&quot;still waiting the condition and position of laras&quot;

Zahras last blog post..&lt;a href=&quot;http://rnazahra.wordpress.com/2008/06/24/membekas-di-hati/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Membekas Di Hati….&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi ingat epitaph 17..</p>
<p>Subhanallah..</p>
<p>-zahra-<br />
&#8220;still waiting the condition and position of laras&#8221;</p>
<p>Zahras last blog post..<a href="http://rnazahra.wordpress.com/2008/06/24/membekas-di-hati/" rel="nofollow">Membekas Di Hati….</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

