<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Mengetahui Sebuah Puisi Dianggap Baik?</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: NRifa</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/comment-page-1/#comment-10843</link>
		<dc:creator>NRifa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 20:11:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1253#comment-10843</guid>
		<description>Puisi itu perasaan hati, dan puisi yang baik yang bagaimana, ya tergantung orang yg baca suka tidak suka dan mengena pembacanya atau tidak, semua baik menurut penulisnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Puisi itu perasaan hati, dan puisi yang baik yang bagaimana, ya tergantung orang yg baca suka tidak suka dan mengena pembacanya atau tidak, semua baik menurut penulisnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wati</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/comment-page-1/#comment-6911</link>
		<dc:creator>wati</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 02:16:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1253#comment-6911</guid>
		<description>aku setuju banget. jangan pernah melihat sesuatu dari hasil, tapi lihatlah akan prosesnya. sekadar cerita...aku dulu kali pertama sajak ku dimuat di media tidak langsung begitu saja. aku udah ngirim hampir sepuluh kali...aku hampir nyerah. akhirnya kali terakhir aku kirim sajak lagi, dan alhamdullilah dimuat.
sekarang.........rasanya nggak perlu lagi ngirim berulang-ulang karena sekali kirim, bisa langsung dimuat.
Tentang Rendra, itu sastrawan yang paling aku senangi. Agustus kemarin aku ke rumah beliau...betul sekali, apa yang keluar dari mulutnya rasanya merupakan serombongan kata-kata yang memiliki makna. apa yang dia tulis, bisa menjadi senjata untuk meninabobokkan kita di malam hari. membius orang yang mendengar.
Teman-teman Bengkel Sastra juga sangat ramah semua.
Baik..mari kita wujudkan mimpi dengan karya-karya yang akan senantiasa mengenang kita meski hanya lewat nama.

Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku setuju banget. jangan pernah melihat sesuatu dari hasil, tapi lihatlah akan prosesnya. sekadar cerita&#8230;aku dulu kali pertama sajak ku dimuat di media tidak langsung begitu saja. aku udah ngirim hampir sepuluh kali&#8230;aku hampir nyerah. akhirnya kali terakhir aku kirim sajak lagi, dan alhamdullilah dimuat.<br />
sekarang&#8230;&#8230;&#8230;rasanya nggak perlu lagi ngirim berulang-ulang karena sekali kirim, bisa langsung dimuat.<br />
Tentang Rendra, itu sastrawan yang paling aku senangi. Agustus kemarin aku ke rumah beliau&#8230;betul sekali, apa yang keluar dari mulutnya rasanya merupakan serombongan kata-kata yang memiliki makna. apa yang dia tulis, bisa menjadi senjata untuk meninabobokkan kita di malam hari. membius orang yang mendengar.<br />
Teman-teman Bengkel Sastra juga sangat ramah semua.<br />
Baik..mari kita wujudkan mimpi dengan karya-karya yang akan senantiasa mengenang kita meski hanya lewat nama.</p>
<p>Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DV</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/comment-page-1/#comment-2648</link>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 11:15:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1253#comment-2648</guid>
		<description>Hah!?! Windy kayak Dewi Lestari?
Sejak kapan... eh itu yang di sebelah kiri siapa yah..?

DVs last blog post..&lt;a href=&quot;http://www.donnyverdian.net/193-Kenapa-Terkadang-Kami-Dianggap-GIla?.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kenapa Terkadang Kami Dianggap GIla?&lt;/a&gt;



&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Di sebelah kiri? Sebelah kiri yang mana? Siapa? Yang mana? Hanya ada dua orang di foto itu. Yang kiri ya Windy. Kanannya aku. Gimana sih!&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hah!?! Windy kayak Dewi Lestari?<br />
Sejak kapan&#8230; eh itu yang di sebelah kiri siapa yah..?</p>
<p>DVs last blog post..<a href="http://www.donnyverdian.net/193-Kenapa-Terkadang-Kami-Dianggap-GIla?.html" rel="nofollow">Kenapa Terkadang Kami Dianggap GIla?</a></p>
<blockquote><p><em>Di sebelah kiri? Sebelah kiri yang mana? Siapa? Yang mana? Hanya ada dua orang di foto itu. Yang kiri ya Windy. Kanannya aku. Gimana sih!</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DV</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/comment-page-1/#comment-2647</link>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 11:14:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1253#comment-2647</guid>
		<description>Wah... meruncing! Meruncing! Berkelindan! Berkelindan..
hmm... pegang Windy atau Prameswari ya? Ah pegang DM ajah!

DVs last blog post..&lt;a href=&quot;http://www.donnyverdian.net/193-Kenapa-Terkadang-Kami-Dianggap-GIla?.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kenapa Terkadang Kami Dianggap GIla?&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah&#8230; meruncing! Meruncing! Berkelindan! Berkelindan..<br />
hmm&#8230; pegang Windy atau Prameswari ya? Ah pegang DM ajah!</p>
<p>DVs last blog post..<a href="http://www.donnyverdian.net/193-Kenapa-Terkadang-Kami-Dianggap-GIla?.html" rel="nofollow">Kenapa Terkadang Kami Dianggap GIla?</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: prameswari</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/comment-page-1/#comment-2638</link>
		<dc:creator>prameswari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 02:32:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1253#comment-2638</guid>
		<description>@ Windy : mbak, dilihat2 dari foto mbak diatas ada kayak mirip2 dewi lestari gitu deh mbak....
ada yang ngiyain juga lo mbak.................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Windy : mbak, dilihat2 dari foto mbak diatas ada kayak mirip2 dewi lestari gitu deh mbak&#8230;.<br />
ada yang ngiyain juga lo mbak&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: prameswari</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/comment-page-1/#comment-2637</link>
		<dc:creator>prameswari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 02:28:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1253#comment-2637</guid>
		<description>@ Windy : oh mbak yang tanya puisi yang baik itu ya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Windy : oh mbak yang tanya puisi yang baik itu ya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: prameswari</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/comment-page-1/#comment-2636</link>
		<dc:creator>prameswari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 02:26:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1253#comment-2636</guid>
		<description>@ Windy : emang perlu lewat apaan mbak?....
hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Windy : emang perlu lewat apaan mbak?&#8230;.<br />
hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nita</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/comment-page-1/#comment-2631</link>
		<dc:creator>nita</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 19:43:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1253#comment-2631</guid>
		<description>puisi/tulisan bisa jadi soal selera. subjektif. kebetulan saya gak ngerti puisi. 

ambil contoh fiksi spt novel the road karya cormac mccarthy yg memenangkan pulitzer prize 2007. wow...waktu membacanya saya sampai kehilangan kata2 itu buku langsung pensiun di rak buku. kata2nya berulang2, monoton, dialog tanpa tanda baca sehingga sulit membedakan siapa yg sedang berbicara.

teman2 saya pecinta sastra pun geleng2 kepala gak ngerti kok novel itu bisa memenangkan pulitzer. sepertinya soal selera. buktinya juri pulitzer suka:)

satu lagi. saya juga gak ngerti mengapa orang2 suka novel namesake-nya jhumpa lahiri. itu novel kan biasa aja...malah rada2 chick-lit dg bahasa yg lebih terpoles. cerpen2 lahiri malah jauh lebih bagus. he3x....lagi2 soal selera.



&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Hahaha!! Kalau sudah di tingkat penilaian untuk penghargaan baru terjadi &quot;masalah&quot; ya, Mbak Nita. Di sinilah amunisi para juri mulai dipertanyakan: apakah merupakan representasi publik atau bagaimana. Lagi-lagi ujungnya soal selera.

Ya, cerpen-cerpen Lahiri memang lebih ciamik. Mungkin karena &#039;Namesake&#039; bercerita tentang imigran. Seolah ada tubrukan budaya di sana. Soal penyuguhannya saja barangkali.&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>puisi/tulisan bisa jadi soal selera. subjektif. kebetulan saya gak ngerti puisi. </p>
<p>ambil contoh fiksi spt novel the road karya cormac mccarthy yg memenangkan pulitzer prize 2007. wow&#8230;waktu membacanya saya sampai kehilangan kata2 itu buku langsung pensiun di rak buku. kata2nya berulang2, monoton, dialog tanpa tanda baca sehingga sulit membedakan siapa yg sedang berbicara.</p>
<p>teman2 saya pecinta sastra pun geleng2 kepala gak ngerti kok novel itu bisa memenangkan pulitzer. sepertinya soal selera. buktinya juri pulitzer suka:)</p>
<p>satu lagi. saya juga gak ngerti mengapa orang2 suka novel namesake-nya jhumpa lahiri. itu novel kan biasa aja&#8230;malah rada2 chick-lit dg bahasa yg lebih terpoles. cerpen2 lahiri malah jauh lebih bagus. he3x&#8230;.lagi2 soal selera.</p>
<blockquote><p><em>Hahaha!! Kalau sudah di tingkat penilaian untuk penghargaan baru terjadi &#8220;masalah&#8221; ya, Mbak Nita. Di sinilah amunisi para juri mulai dipertanyakan: apakah merupakan representasi publik atau bagaimana. Lagi-lagi ujungnya soal selera.</p>
<p>Ya, cerpen-cerpen Lahiri memang lebih ciamik. Mungkin karena &#8216;Namesake&#8217; bercerita tentang imigran. Seolah ada tubrukan budaya di sana. Soal penyuguhannya saja barangkali.</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: windy</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/comment-page-1/#comment-2630</link>
		<dc:creator>windy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 16:50:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1253#comment-2630</guid>
		<description>@prameswari : loh emang klo sama prameswari lewat apah ? hihihihi peace dan...!!



&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Peach ah.&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@prameswari : loh emang klo sama prameswari lewat apah ? hihihihi peace dan&#8230;!!</p>
<blockquote><p><em>Peach ah.</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: windy</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/07/26/bagaimana-mengetahui-sebuah-puisi-dianggap-baik/comment-page-1/#comment-2629</link>
		<dc:creator>windy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 16:47:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1253#comment-2629</guid>
		<description>hmmm... kayanya ini udh pernah di bahas di valley yaa....



&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Lho, kita itu ke Valley kencan atau diskusi sastra sih, ndi? Hihihi...&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm&#8230; kayanya ini udh pernah di bahas di valley yaa&#8230;.</p>
<blockquote><p><em>Lho, kita itu ke Valley kencan atau diskusi sastra sih, ndi? Hihihi&#8230;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

