kutanya kawan-kawanku
: pada tanggal yang sama, sedang apa engkau 12 tahun lalu?
jawabnya,
: entahlah, aku tak ingat!
nyatanya, 12 tahun lalu
ada yang teriak
ada yang berambut cepak
ada yang bergerak
ada yang menggebrak
ada yang merah
ada yang berdarah
ada yang marah
ada yang gerah
ada yang menguasai
ada yang dikuasai
ada yang mengungkap
ada yang membekap
27 Juli 1996
27 Juli 2008
apa yang sudah kita lakukan
selama 12 tahun terakhir ini…
Bandung, 27 Juli 2008 | 04.35 wib
Sajak di atas hanyalah pengulangan dari sajak yang sama, dimuat pula di blog ini dengan judul 11 Tahun Lalu, pada tanggal yang sama.
Namun perkembangan politik pasca apa yang kerap disebut reformasi, seperti makin tumpang tindih tak keruan. Di mana makna kejadian 12 tahun lalu itu? Mari meninjau diri.




Ya ya saya ingat !! Mas daniel
selusin tahun ya….
selusin itu bukannya untuk kata ganti kelompok benda yang berjumlah 12.seperti selusin tas, selusin baju, …..tepatkah untuk tahun?
Lala… 12 tahun yang lalu?
Pertama kali jatuh cinta sama George Clooney yang makin ke sini makin seksi ajah.. hehehe
*komentar nggak nyambung ya, Mas? hehe*
Yuk mari!
wah, jadi ingat nasib wiji thukul. dia tiba2 raib entah ke mana. si pon, istrinya, terus berupaya melakukan pencarian. tak sedikit temen2 yang berempati terhadap nasib penyair asal solo itu. banyak acara digelar agar penyair “pemberontak” itu segera pulang. namun, entah, sampai sekarang tak jelas juga nasibnya. dugaan kuat, dia telah menjadi korban rezim orba yang masih berkuasa 12 tahun yang silam. di manakah kau sekarang wiji?
sawali tuhusetyas last blog post..Sastra Kita Miskin Pemberontakan?
tapi 12 taun lalu aku masih sd om… ta peduli apa yang terjadi dan cuma ngeri sendiri
natazyas last blog post..JAW
tak ada titik terangnya.
masih banyak yg menjegal kasus ini,krn sisa2 rezim orba sangat erlegi dgn kasus ini.
langitjiwas last blog post..Jane,
Betul! Saya pikir memang golnya Bambang Pamungkas kemarin keren betul *loh.. komenku kok ngene*
Hehehe Mas Daniel Mahendra, tadi saya ngeliat Metro Files soal kejadian ini, kok jadi semangkin abu-abu ya tampaknya.
Siapa dalang dibalik semuanya itu? Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dikucilkan?
DVs last blog post..Kenapa Terkadang Kami Dianggap GIla?
metro files ? kita semalem juga nonton bareng kan ya dan…. uhuuuyyy…..
@DM: Kalau kamu lihat di Metrofiles semalam bahkan telunjuk pun mungkin diarahkan ke si Ibu
Kalau cuma Suryadi yang bilang seperti itu mungkin bisa dibilang ia terlalu mengada-ada tapi para korban yang ditayangkan di akhir tayangan, ohhhh.. kesaksian mereka sungguh meyakinkan bahwa mereka pernah dikecewakan dengan jawaban si Ibu ketika beliau menjabat sebagai presiden negeri ini.
Bagaimana kalau rezim kala itu berkompromi dengan si Ibu ?
Mungkinkah hal itu ?
DVs last blog post..Kenapa Terkadang Kami Dianggap GIla?
Gusti Allah tidak pernah tidur Pak…
Yogas last blog post..Ziiighh!!! Wake Up!
sudah 12 tahun ya … memasuki masa usia puberevolusi
iyah deh om iyah…
sejarah iyah…
*takut diomelin
wah aku bar masuk SMA tuh bos
achoey sang khilafs last blog post..Satu Sisi Perjalanan Seorang Anak (Fiksi)
12 tahun yg lalu? Aq masih baru aja klas 3 smp tuh mas..
Tapi aq sedikit ingat.. Pas itu ada peristiwa penyerangan ke kantor partai yg berbendera merah itu ya? Oleh sapa? Hihi, aq gak tau,Coba tak search lagi sih.. Dulu sepertiny di mindset ny orang2 terpatri bahwa yg berbau merah itu “keras dan identik dgn preman”
Bener gak sih ya? Ato aq sendiri yg berfikiran begitu? Hehe..Secara, itu dulu, pas masih bau kencur dan gak ngerti politik.. Walo,skarang tambah gak ngerti blas soal politik.. Hihi..
Mohon maaf, jika ada yg tdk brkenan dgn comment ku..
Zahras last blog post..Seandainya memori itu bisa di hapus…
Komentar saya tidak ditanggapi, Bung? Padahal cukup serius lho…
Ini saya beri linknya;
http://kompas.co.id/read/xml/2008/07/29/04394230/megawati.disebutkan.tahu.rencana.penyerbuan.itu...
—————————————————————-
(Setelah menilik komentar-komentar yang masuk dengan lebih teliti)
—————————————————————-
Baiklah!
Baiklah kalau demikian, Bung.
Mulai sekarang saya akan mencoba untuk berkomentar secara mayor supaya tidak dibilang minor.
Maafkan saya karena saya sudah terlampau ‘sedeng’ berkomentar di sini.
Oo.. Politik itu gitu ya mas?
Makasih atas pencerahanny
Zahras last blog post..Seandainya memori itu bisa di hapus…