Every Month Is Ramadhan? I Don’t Think So…

Membaca tulisan Ketika Tiga Puluh Hari Itu Usai… Lantas Apa? di blog Lala, jadi tiba-tiba berpikir: lantas di mana sesuatu dianggap istimewa? Bukankah sesuatu dianggap berbeda karena ada perbandingannya? Karena di situlah hukum dialektika berlaku, di mana segala sesuatu yang terdapat di alam semesta ini terjadi dari hasil pertentangan antara dua hal serta menimbulkan hal lain, tukas Hegel.

 

Kenapa orang disebut kaya karena memang ada yang miskin. Kenapa orang disebut pintar, karena ada yang dungu. Kenapa ada hangat, karena memang ada dingin. Selamanya demikian. Karena konsep zakat dalam Islam pun bukan untuk menghapus orang miskin di atas bumi ini. Selamanya akan tetap ada yang disebut kaya dan selalu terdapat si miskin. Karena (lagi-lagi) ini dunia, bukan surga, kan.

 

Pernahkah membayangkan jika semua perempuan dan laki-laki dilahirkan dengan paras yang sama, apa yang bakal terjadi? Bisa kupastikan: takkan terjadi apa-apa. Jelas. Karena memang tak ada yang aneh di sana. Itu kenapa kita tidak pernah mempertanyakan kenapa telinga kita dua kan? 

Seperti halnya mengapa paradigma kecantikan dianggap nisbi. Karena memang tak ada teori kecantikan yang disepakati secara kolektif. Orang boleh punya keputusan sendiri dalam menentukan seperti apa cantik itu. Orang boleh mengatakan istrinya adalah perempuan tercantik di dunia. Seperti halnya seorang istri yang menganggap suaminya merupakan lelaki paling gagah di atas planet ini. Kenapa? Ya karena itu hak individu. Masa bodoh andai pun ada orang lain berkata: “Amit-amit! Gitu aja kok dianggap cantik sih?!” Siapa yang bakal peduli. Bukankah begitu?

Namun itulah yang membuat suatu perbedaan tampak begitu indah dan istimewa. Justru karena perbedaan itu sendiri. Seperti halnya aku percaya: di antara deretan perempuan cantik jelita, satu orang yang manis akan tampak lebih menonjol karena parasnya jelas tidak membosankan. Di sana pula kita bisa memaknai sesuatu perbedaan akan begitu menarik dan istimewanya. Karena dia berbeda!

 

Apa jadinya jika setiap hari merupakan hari libur? Apa jadinya jika semua orang sehat tak pernah lagi sakit? Apa jadinya jika sepanjang tahun hanya bahagia semata yang kita rasakan? Apa jadinya jika semua sendi kehidupan ini berjalan lurus di atas relnya? Maka semua tampak biasa saja. Tak ada perbedaan di sana. Tak ada yang disebut istimewa. Bukankah dalam tangisan pada hakekatnya kita sedang menyukuri betapa indahnya kebahagiaan itu.

 

Maka jika setiap bulan merupakan bulan Ramadhan? Secara pribadi, aku akan berkata: tak ada lagi yang istimewa dengan Ramadhan. Kenapa? Karena sepanjang tahun memang diwajibkan untuk puasa. Dan setiap ibadahnya lipat kali dari biasanya? Memang biasanya apa? Bukankah sudah tidak ada lagi konsep bulan di luar Ramadhan? Bukankah begitu?

 

Ia tampak istimewa, karena ia berbeda! ;)

 

4 September 2008 | 12.57 wib

This entry was posted in Kunjungan, Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

35 Responses to Every Month Is Ramadhan? I Don’t Think So…

  1. Lala says:

    Hehehe…

    Maksud saya tuh, Mas…
    Kalau saja kebaikan-kebaikan itu tetap dilakukan di luar bulan yang luar biasa spesial itu, pasti akan jauh lebih indah…

    Seperti yang saya bilang, soal everyday is valentine’s day. Tidak berarti kita berhenti berbagi cinta di luar hari valentine kan? Tapi memang, ketika valentine’s day, semuanya terasa lebih spesial…

    Itu aja kok.

    Ramadhan tetap bulan yang spesial di antara bulan-bulan yang ada…
    Di mana amal pahala kita dijanjikan oleh Tuhan untuk dilipatgandakan..

    Tapi ada baiknya…
    mengapa tiap bulan adalah bulan Ramadhan, sekedar upaya untuk mengingatkan diri sendiri, bahwa kebaikan yang telah kita lakukan tidak berhenti hanya pada satu bulan yang sungguh spesial itu…

    But hey!
    Ini masalah persepsi!
    Dan FYI, I never think that Ramadhan is less special than the other months! :)

    Lalas last blog post..in search of lights

    Hihihi. Duhai Mbul adikku, eh, Lala adikku :mrgreen:
    coba kau simak baik-baik tulisanku:
    Adakah aku sedang dalam rangka kontra terhadap tulisanmu? ;)
    Nyatanya tidak. Aku paham bahkan setuju dengan tulisanmu. Sebaliknya, aku hanya mengambil sisi lain dari kalimatmu yang tiba-tiba menerbitkan ide di kepalaku. Maka meluncurkan postingan ini sekena-kenanya saja.

    Tapi satu hal: KENA!!! Kamu jadi panjang lebar menjelaskan sesuatu, yang pada dasarnya, aku setuju! Hihihi… Pahadal, kalau kau bisa jauh lebih ke dalam lagi, sejatinya aku sama sekali tidak membahas soal Ramadhan di tulisan ini. Sama sekali! ;)

    Tengkyu, Mbul. Eh, La. Karena sudah membantuku menelorkan sesuatu. Mari minum kupi!

  2. marshmallow says:

    DM dan lala masing-masing punya argumen yang kuat.
    (ceilah, siapa yang ngangkat gue jadi moderator nih, btw?)

    ramadhan memang spesial karena dia berbeda, tak ada bulan lain yang seperti dia.
    namun begitu, jangan sampai menganggap hanya di bulan ramadhan kita bisa maksimal berbuat kebaikan.

    ternyata menarik ya memaknai keistimewaan.

    Eh iya nih, siapa yang mengangkatmu menjadi moderator, duhai Marshmallow? Jadi notulen saja ya. Duduk anteng di situ. Nah, betul, begitu. Ya.

    Dan memaknai keistimewaan memang sungguh menarik. Bukankah hal yang biasa kerap membuat kita jenuh lantas boring? (halah!!)

  3. tanti says:

    siapa yang tampak istimewa?
    siapa yang tampak berbeda?

    *sambil celingak celinguk*

    Aduuuhhh… Ini datang-datang malah celingak-celinguk.
    Sini, ta’ kasih tau gimana yang tampak berbeda itu, sehingga terasa istimewa.

    Tapi, sttt…
    j-a-n-g-a-n b-i-l-a-n-g s-y-a-p-a s-y-a-p-a y-a-h!
    Janji!

  4. Endah says:

    Ah si Dungu jadi malu…

    :”>:”>

    Endahs last blog post..Ide itu Punya Kaki

    Ai-ai… tak perlu malu, Ndah. Berbesar hati saja. Bukankah dulu kau yang selalu menyodorkan teori: kecantikan berbanding terbalik dengan kecerdasan, eh? Gimana? Masih kau pegang? :P

  5. DV says:

    @Tanti: ah semua baik si ini maupun si itu dianggap sama di depan DM !
    *lohhh.. OOT lagi*

    DVs last blog post..iPod U2-ku Rusak!

    Maksute, Dab… Maksute piye, Dab…

  6. DV says:

    Saya setuju denganmu Bung.
    Seperti saya tidak setuju dengan ungkapan “Setiap hari adalah ulang tahun kita karena kita bertambah usia” bagiku itu salah besar…

    Sesuatu yang berbeda membuat penanda yang beda antara satu dengan lainnya, oleh karenanya keberadaanna begitu dispesialkan seperti Ramadhan ini dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.

    Dalam tradisi Katolik yang saya imani pun demikian, bulan Desember yang memuat Natal juga terasa lebih spesial ketimbang bulan-bulan lainnya..
    Bulan Maret/April yang memuat Paskah juga lebih spesial.

    So gimana dengan baju barumu?
    Paskah? Pas, Ibu :)

    DVs last blog post..iPod U2-ku Rusak!

    Itu kenapa, sesuatu tampak begitu spesial di hati kita, eh? ;)

    BTW soal baju baru.
    Bukan, bukan baju baru. Tapi Bunda membuatkan celana untuk putranya.
    “Paskah?” tanya Bunda.
    “Pas Ibu!” jawab putranya.

    (Sajaknya dipinjam sebentar, Mas Jopin. Hehe! :P )

  7. Rindu says:

    Selalu ada cinta diujung ramadhan tapi belum tentu ada cinta dibulan bulan lain mas … jadi gak semua bulan itu indah.

    Kolak aja rasanya beda kalo dimakan di bulan puasa…

    Eit, sebentar… sebentar… kalimat ini menarik dan terasa dalam kandungannya:
    Selalu ada cinta di ujung Ramadhan tapi belum tentu ada cinta di bulan-bulan lain

    A-a-a… dapet nih kalimat!!

    Betul, kolak aja rasanya beda kalo dimakan di bulan puasa, apalagi srikaya! Hmm. Thanx. Great!

  8. Rindu says:

    Maaf ya mas … sudah lama saya tidak main kesini, maaf yah.

    Rindus last blog post..Genderang cinta ILLAHI

    Mengapa mesti minta maaf, Rindu… Tak apa. Orang bebas datang dan pergi toh? Senja tetap menunaikan tugasnya, walau orang kadang kerap lupa bahwa tak mungkin siang pergi ke malam tanpa melewati senja ;) Tapi senja tetap ada di sana :)

    Aku masih ingat kamu. Sesekali mampir ke blogmu, meski tak bisa memberi komentar di sana. Thanx, Rindu. Senang sudah dikunjungi… :)

    Nah, kini aku mau memutar tembang Aceh!

  9. Lala says:

    Hehehehe…..
    Yang kena itu Lala apa DM yaa?
    Kan DM jadi panjang lebar menjelaskan kalau setuju dengan pendapat adiknya yang gembul tapi menawan ini???
    Hahahaha…

    pssttt… aku mo nge-Setarbak lho… mo ikutan? :D

    Lalas last blog post..in search of lights

    Gembul tapi menawan?!!!
    Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………….
    Gembul mah gembul ajaaa… Nggak usah dibubuhi menawaaannn… Hahaha!!

    Jelas engkau yang kena. Aku tidak menjelaskan panjang lebar. Sudah seperti biasa, aku selalu membalas komen yang masuk. Tapi engkau? Hihihi…

    Setarbak? Buat buka puasa? Hmm-hmm-hmm…
    *berpikir keras: menerima ajakan Lala ke Setarbak, atau buka puasa dengan roti isi srikaya bersama kelinci kesayangan seperti biasa.*

    “Makasih Deh, La. Aku di rumah saja. Hehehe.” ;)

  10. Yoga says:

    Jadi ingat kartun Dilbert yang kemarin di Kompas….
    Biarpun kalau dikaitkan dengan artikel ini agak maksa sih.
    *Baca Kompas kan Mas?*

    Yogas last blog post..Being Good

    Haih, Mbak Yoga. Disambung-sambungin sama kartun itu. Hehe.
    Kompas, tiap hari, Mbak…

  11. eeda says:

    That’s correct. Kl everyday is Ramadan, jadi, what’s so special about Ramadan dong? Maybe orang2 yang suka ngomong ”I wish everyday is Ramadan” itu berpikir seandinya saja spirit of Ramadan itu bisa terjaga tiap hari, alangkah indahnya dalam menjalani hidup sehari-hari. Maybe begitu…itu perkiraan saya lho.

    eedas last blog post..Jelang Pemilu 2009, Jangan Kaget Terima SMS ”Hasutan”

    Ya, betul Mbak. Memang begitu maksud si Lala Gembul itu. Spirit bulan Ramadhan yang dibawa ke hari-hari di bulan lain. Itu kenapa Ramadhan menjadi begitu istimewa bagi yang menjalankannya. Tapi tidak lantas semua bulan dijadikan Ramadhan toh…

  12. Ikkyu_san says:

    Ringkasan kuliah hari ini:
    yang satu (mbul) tentang kebaikan yang nggak seharusnya dilakukan saat bulan puasa saja
    dan yang satu (Mr Spam) tentang bulan Ramadhan harus dibuat lebih spesial untuk membedakan dengan bulan yang lain.

    (sambil cocokin catatan hari ini)

    Huaaaaaaaaa………. Mbak, DM yang ini bukan Direct Mail alias SPAM. Tega bener… :(
    DM yang ini tetap Daniel Mahendra. Dan Mr Spam? Huhuhu, teganyaaa… :(

  13. nita says:

    yg berbeda itu memang harus dijaga baik2, jgn sampai lenyap. jika setiap hari orang berperilaku baik dan manis, ah, gak nikmat. ada saatnya bersikap bandel, usil, ngegossip, marah2 itu asyik utk menaikkan kadar adrenalin dlm tubuh…hidup jadi penuh gairah, kayak naek roller coaster

    eh bagiku, ini ada hubungannya dg hidup nomaden lo. hidup berpindah2 itu ueenak. selalu ada yg berbeda. dan perbedaannya kadang ekstrim. bikin life’s passion berpijar terus…wakakakak, udah ah ntar gw makin ngawoer

    nitas last blog post..LADANG JAGUNG

    Kayak naik roller coaster? Ya. Kadang tenang, mencekam, menjerit, berdebar-debar, tertawa senang, gembira. Memang mesti seperti itu, ya Tante Nita. Kebayang kalo roller coaster jalannnya luruuusss aja. Wah, kereta api itu mah. Hehe.

    Masih pingin jadi traveller terus nih?

  14. gadis rantau says:

    sependapat! apanya? gak tahu. pokoknya sependapat aza ama artikel diatas.lha kamu gak sependapat? lho..siapa bilang. aku juga sependapat kok. ada pertengkaran ada perdamaian. lho kok gak nyambung sih? lha kalo gak nyambung yo tolong disambungken. *gubrak!* he…he….

    Walah… si Mbak ini :)

  15. suhadinet says:

    Setuju dengan Mas Daniel, karena beda itulah sesuatu menjadi perhatian. Tiap orang akan punya fokus yang berbeda-beda terhadap sesuatu. Saat duduk di pantai, saya suka memandang kaki langit. Mantan pacar saya dulu justru suka memandang buih-buih yang memecah di ujung-ujung jari kaki. Keduanya indah dan istimewa. (*loh, komentar apaan ini?)

    Ya pokoknya gitu deh. He..he..

    suhadinets last blog post..Hampir Nabrak Bupati Di Pasar Wadai Ramadhan

    Jadi, di pantai apa tuh, Suhu? Kalau begitu, ajak istri Suhu ke pantai tersebut. Coba lihat, ia memandang apa… Hehehe!

  16. agaknya memang sudah menjadi sunatullah, mas daniel. Tuhan menciptakan sesuatu secara berpasangan. di situlah perbedaan menjadi sebuah dinamika yang memberikan banyak rahmat *sok tahu* ramadhan diciptakan sebagai bulan istimewa yang menghadirkan banyak pahala bisa jadi memang dimsksudkan sbg bulan reflektif setelah sekian lamanya manusia seringkali alpa dg hal2 yang bersifat spiritual dan religius. saya masih percaya bahwa dikotomi “hitam putih” itu akan terus ada sepanjang sejarah peradaban umat manusia.

    Tidak, Pak Sawali, tidak sok tahu. Aku suka malah. Karena di situlah dialektika berlaku kan. “Hitam putih” selamanya akan tetap ada. Itu kenapa ada bulan Ramadhan dan bulan bukan Ramadhan. Tinggal kita menentukan: akan berada di mana. Bahkan berada di gray area sekalipun. Ck!

  17. DV says:

    Lala tampaknya bakal jadi the next rising star di blog ini :)
    Dari yang sudah-sudah, aku melihat gelagat yang demikian bagusnya dari dia.

    Ayo Lala, mumpung Prameswari lagi sibuk dan Windy lagi ngambek, hajar dan mantapkan posisi sebagai “Calon Penakluk Hatinya Aa DyM”

    *sorry OOT lagi, disengaja!*

    Subhanallah… :)

  18. laporan says:

    Malah ada yg mengatakan alangkah bahagianya jika
    setiap hari idul fitri (atau natal, waisak, dsb).
    Ha ha… Kalau setiap hari ya mana apa
    bedanya :mrgreen:
    Ada istimewa karena ada tidak istimewa,
    Ada kiri karena ada kanan,
    ada putih maka juga harus ada hitam.

    Ada Mas Aryo ada …
    Eh, nggak Mas, nggak jadi. Hehehe.
    Kalo setiap hari merupakan hari raya? Hihihi. Merayakan apa… :P

  19. laporan says:

    Yang menjadi masalah adalah:
    Pertukaran tempat secara tidak sadar.
    Pengakuan redaksional bahwa dirinya
    putih, namun secara substansial sebenarnya
    hitam. :D

    Wah Mas, kalo nggak sadar itu terkadang manusiawi. Namanya juga manusia kok. Pasti ada salah-salah jalannya. Yang jadi masalah kalau pergeseran itu justru sangat-sangat disadari. Yo po ra? Hehe.

  20. Hei Bung, kau tak menulis soal Ramadhan sama sekali di tulisanmu ini. Tidak. Bukan itu yang mau kau sodorkan. Cangkang aja nih soal Ramadhan. Ya kan?

    Hehehe. Bung Leinad ini. Bung termasuk yang jeli rupanya. Sudah Bung, kalau memang tau maksudnya ndak perlu dibahas di sini. Tengkyu ah. ;)

  21. Ketika sesuatu diciptakan sama semuanya bukankah kebosanan atau kejenuhan yang akan terjadi, biarlah Fitrah dunia berjalan apa adanya itulah yang terbaik ciptaan Tuhan buat kita semua

    Achmad Sholehs last blog post..Semarak Lagu Rohani Di Bulan Suci

    Ya, sepemikiran, Mas Achmad. Only god could decide.

  22. suhadinet says:

    Kayaknya istri saya suka memandang wajah saya, :lol:
    Ayo segera nikah Mas Daniel. Pilih yang kau suka dari para admire mu itu. Ha..ha… Biarlah kau jadi heartbreaker bagi beberapa yang lainnya :lol:
    Sunnah..ini sunnah..
    Saya dulu juga takut berkomitmen, kalau gak dicoba, gak tau rasanya berkeluarga. Ueenaakkkk!!

    suhadinets last blog post..Hampir Nabrak Bupati Di Pasar Wadai Ramadhan

    Huaaaaaaaaaaaaaa…………………….!!!
    Kok jadi soal nikah, Suhu?! Waduh-waduh-waduh, mesti diluruskan nih persepsinya. Mesti diluruskan.
    Soal apa ini? Soal apa? (Hehe)

    Dan para admire itu? Maksudnya?!
    Nggak ada itu! Nggak ada!
    Mesti jadi heartbreaker pula?! Auuufffhhhh….
    Berlebihan sekali Suhu ini. Siapalah DM itu (Gluk!)

    Aku sudah menikah, Suhu. Alhamdulillah sudah menikah.
    Menikah dengan PEKERJAAN-ku maksudnya! Hihihi. ;)

  23. Cak Ri says:

    salah satu hal yg spesial dan membedakan dgn yg biasa : ” makan gak pake minum”…., setuju ?…:-)

    Huahahaha… Inget-inget terus… Inget-inget!
    Setuju deh, Cak! :P

  24. Chandra says:

    Duh, lama ga buka blog Mas Daniel, jadi ga nyambung…
    Postingan yang kelewat banyak bener…

    Met puasaaa semua!
    Maaf lahir batin ya…

    Wah-wah! Chandra nongol lagi.
    Selamat ya, Chandra, Selamat! Sudah jadi ibu kamu sekarang.
    Dan nama anakmu itu, bagus bener… Tapi apa arti Addney? Hihihi.
    Nah, kapan ngundang aku untuk melongok anakmu, Chand? Jangan sungkan-sungkan ya! ;)

  25. Lala says:

    @ mas DV: Jadi calon penakhluk hati.. MAKSUDNYA?? :)

    Tapi makasih yaa.. udah dibilang The Next Rising Star di blognya orang hebat inih.. (cie, cie… usaha nih ye…)

    Eniwei,
    Mas DM… kayaknya emang Gembul yang kena nih… awas yaaahhhh… :)

    Aku tuh yang nggak tau apa-apa gitu deh, La…

  26. denny says:

    dulu saya pernah membahas hal serupa dengan teman saya (yang dibahas lebih ke keseimbangan alam)

    secara ekstrim dia menganggap neraka & surga itu sama, pahala & dosa itu sama, Setan & malaikat itu sama, orang baik & orang jahat itu sama… jadi orang jahat sebenarnya menikmati neraka seperti orang baik menikmati surga, karena tempatnya memang sendiri-sendiri, karena untuk equal surga neraka itu memang harus ada

    mereka memiliki peran masing-masing untuk keseimbangan hidup, dan temanku berpendapat setan, dosa, dsb itu pasti ada dan harus ada untuk keseimbangan…

    wekz, kok jadi kayak ngelantur yah…. ! huhuhu sori dah nyampah :-p

    dennys last blog post..Google Chrome “ketika pemuda berkreasi”

    Kawan Denny, aku suka pemaparanmu. Dan itu bukan ngelantur.

    Günter Grass sastrawan Jerman, pemenang Nobel Sastra tahun 1999, dalam salah sebuah karyanya pernah merawi:

    Ketika Tuhan masih di sekolah dasar, ia menciptakan dunia bersama sahabatnya. Siapakah sahabatnya itu? Iblis.

    Jangan terhenyak dengan kalimat itu. Secara harfiah, Anda boleh saja tidak setuju. Tapi aku melihatnya sebagai sebuah pemikiran mendasar tentang hidup itu sendiri.

    Kebaikan equal dengan keburukan. Dengan kata lain, segalanya di alam semesta ini selalu ada kebalikannya. Ada pasangannya. Bukankah begitu?

  27. DV says:

    @Lala: Maksudnya? Hmmm aku susah untuk menjelaskan tapi kalau diandaikan, DM adalah tuannya, aku adalah juru kunci di blog ini. Aku adalah saksi tentang siapa saja yang datang dan pergi di sini hahahahahaha.. :)

    Tapi kamu emang pantas jadi rising star karena kamu cantik sih =))

    DVs last blog post..Happy Birthday Honey!

    Ahuhuuuuuuuuuu………………..!!!
    Ada pengakuan colongan nih di blogku. Hihihi!

    Syahdan, beginilah dialog antara Tuan Rumah dan Juru Kunci tersebut:
    “Eh Dan, Lala itu cantik nggak?”
    “Walah, ya ndak tau. Wong ndak pernah ketemu.”
    “Lha itu, kok bisa kenal?”
    “Yeeee… itu mah ya tiba-tiba aja nongol di blog.”
    “Tapi kelihatannya cantik ya…”

    Gluk! Haus! ;)

  28. suhadinet says:

    Xixixi…sori Buddy, saya kelewatan becandanya. Jangan masukin hati ya.
Jadi ndak enak nih.
Di sini hari ini hujan muluu! Gak bisa kemana-mana. Suntuk banget. 
(*ngomong gak karu-karuan. cari kata-kata biar DM gak marah, tapi gak nemu)
Eh udah pernah buka puasa di mesjid belum? Ternyata asik juga. Saya kemarin nyoba. Dapat sepiring bubur ayam + krupuk. Perut enak gak sampai kekenyangan.

    Hihihi. Kalem Suhu. Tak ada yang kelewatan. Sebaliknya aku justru senang sekali kalau Suhu bisa berkelakar di sini. Di rumahku yang sederhana ini. (Aih!)

    Hujan mulu?! Waduh. Sesuatu yang sangat kurindukan. Karena di Bandung masih jarang hujan. Panas ngangar! Hhh! Tapi jangan suntuk, Suhu. Di situ kan tantangannya. Nanti kalo nggak dikasih hujan, ngomong suntuk juga, karena panas nggak bisa ke mana-mana… Hehe.

    Buka puasa di mesjid? Whhaaa… ya sering. Aku kerap keliling. Nyoba dari satu mesjid ke mesjid lain. Selain tajilnya (tentu saja! Haha!), atmosfir dari setiap mesjid tentu berbeda-beda. Banyak segi yang bisa ditulis.

    Kemarin berbuka dengan bubur ayam? Yakin perut nggak kekenyangan? Bener tuh? Trus yang kebablasan siapa… Hehehe. (Ah, DM ini, sok tau saja! :P )

  29. yuni says:

    tapi…. bagiku ramadan itu bulan istimewa dibanding dg bulan lain… kan Allah akan melipatgandakn setiap dari amal yag kita lakukan,…. iya kan???

    yunis last blog post..Marhaban ya ramadan

    Lha? Ya tentu… Sebetulnya mbaca tulisannya nggak? Hihihi.

  30. langitjiwa says:

    itulah hebatnya Allah,kang

    langitjiwas last blog post..Bau Mulut Orang Yang Sedang Berpuasa,

    Begitulah, Mas Paundra…

  31. Zulmasri says:

    biar telat, saya ikut ngucapain selamat menunaikan ibadah puasa. semoga ibadahnya diterima oleh Yang Mahakuasa.

    Zulmasris last blog post..Menikmati Buku Pak Ersis

    Amin. Sama-sama, Mas Zulmasri.
    Semoga begitu pun dengan Mas dan keluarga di Pekalongan.
    Salam hangat.

  32. natazya says:

    yap… sesuatu jadi istimewa karena dia berbeda… kalau tiap bulan adalah Ramadhan? ah… kasian manusia… ide buat berlomba cari pahala dan ampunan yang biasanya setahun sekali malah sama sekail tidak ada dan perilaku ga ada perbaikannya…

    natazyas last blog post..Ramal Meramal (Ramalan Cinta?)

    ide buat berlomba cari pahala dan ampunan yang biasanya setahun sekali malah sama sekail tidak ada
    Aha, betul, Nat. Bukankah itu menjadi hal yang menarik, eh?

  33. Lala says:

    @ Mas DV dan Mas DM
    Sudahlah, nggak usah ribut begitu..
    Sebelum ketemuan langsung sama Lala, mendingan nggak usah saling berebut memuji gitu deh (DM says, “Mbul, Mbul… tolong scroll ke atas dan baca ulang!” hehe).

    Saya ini nggak cantik, Mas-Mas sekalian…
    Saya ini cuman… CANTIK BANGET! hahaha…

    Eniwei,
    saya suka komen dan balesan komen no. 26, bener-bener bikin saya terbelalak kagum! Sumpah! :)

    DM says: “Mbul-Mbul… tolong tutup komputernya. Jangan ngeblog di Setarbak mulu!”
    Hehe…

  34. salam kenal pak daniel, numpang mampir nie…
    selamat menjalankan ibadah shaum pak, mudah-mudahan dengan shaum ini kita bisa mendapatkan apa yang kita harapkan, bersikap sabar, peduli terhadap sesama sepanjang tahun. Amin.

    martonoantonos last blog post..ADUH ETA AYA NU NGORONG EUY…

    Salam kenal juga, Mas. Silahkan mampir…
    Terima kasih. Amin…

  35. zahra says:

    Alo mas daniel, pa kabar?
    Dah lama gak mampir sini
    Jadi kangen baca tulisannya

    Aq baca-baca dulu ya… ^_^

    “tampak Istimewa karena berbeda” ???
    yup… agree with you…

    Sudah ketentuan Allah begitu mas…
    Kita ndak bisa mengubahnya tentu saja
    setuju ma commentnya langit jiwa…
    “itulah hebatnya Allah”
    Dan masih banyak lagi bukti-bukti kebesarannya…

    Memang tulisan ini tak membahas ramadhan sama skali kan ;)

    zahras last blog post..Jawaban Sebuah Penantian….

    Kemana saja, Zahra…
    Memang, tulisan ini memang tidak membahas soal Ramadhan sama sekali! ;)
    Ah, kamu ini… :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>