Film yang Kalian Tonton Berulang Kali

I need to believe that something extraordinary is possible…

(ucapan Alicia pada John Nash dalam film A Beautiful Mind, 2001)

Adakah film yang kalian tonton sampai berulang-ulang namun tak pernah bosan? Tentu ada. Entah apa alasannya, pasti film itu punya keterikatan secara emosi yang kuat dengan diri kita. Melekat, membekas, dan selalu memanggil-manggil kita untuk kembali dan kembali lagi menonton.

A Beautiful Mind adalah salah sebuah film yang aku sendiri sudah tak mampu lagi menghitung berapa kali aku menyaksikan film yang menyabet 4 Oscar itu. Mungkin sudah ratusan. Mungkin lebih. Sampai aku begitu hapal adegan serta dialog setiap detiknya. Aku sudah tidak lagi tahu: filmnya yang gila atau akunya yang mendadak schizophernia. Haha!

Selalu ada hal baru yang kutemukan tiap kali mengulang akting Russel Crowe dan Jennifer Connelly dalam film besutan sutradara Ron Howard itu. Selaksa melihat sosok diri yang menari-nari di sana. Ada luapan rasa, tanpa sadar menahan nafas, tersentak, haru, hingga mata sebak (hei, menitikkan air mata masih lagi manusiawi toh?).

Tapi aku sedang tidak ingin membicarakan jalan cerita film itu. Karena sudah pernah kubahas pada bulan Februari 2008 lalu di blog ini (lalu kenapa mengajak bicara tentang film ini lagi?). Sebabnya adalah, akhir minggu ini aku membayangkan: tak ingin melakukan apa-apa. Santai. 21 September 2008 hendak kunikmati dengan tenang. Lagi pula ada ratusan DVD yang menungguku di rumah yang belum kontoton (bayangkan, ratusan yang belum kutonton! Sableng!).

Sejak tengah malam daftar film pun telah kususun. Mana yang menjadi prioritas dan mana yang sekenanya saja. Tapi apa yang terjadi? Mataku lagi-lagi tertumbuk pada sampul DVD warna hitam bertuliskan A Beautiful Mind. Entah gerakan apa yang memerintahkan aku untuk mencomotnya. Dan, seperti bisa ditebak: kembali aku larut dalam film yang diangkat beradasarkan kisah nyata Prof John Nash, matematikawan pemenang Penghargaan Nobel untuk bidang Ekonomi yang menderita skizofrenia.

Perjuangan seorang lelaki penyendiri yang hidupnya habis untuk matematika, pengidap skizofrenia, dianggap gila, serta kisah kesetiaan cinta yang mengagumkan. Yang terakhir itu, selalu membuatku mengharu biru. Kesetiaan seorang istri menghadapi suaminya yang “gila”.

Setiap melihat sosok Alicia (diperankan oleh Jennifer Connelly yang cantiknya selangit itu. Tsah!), ingatanku selalu terlempar pada Maemunah Thamrin, istri Almarhum Pramoedya Ananta Toer, yang tetap mendampingi sastrawan yang berkali-kali dinominasikan meraih penghargaan nobel sastra. Oma (panggilanku pada Maemunah Thamrin) tetap bersetia meski suaminya berkali-kali ditangkap dan dipenjara, serta dituduh PKI. Di mataku, Maemunah Thamrin adalah sosok yang luar biasa. Bahkan lebih hebat dari Pramoedya Ananta Toer itu sendiri.

I will watch you in the darkness
Show your love will see you through
When the bad dreams wake you crying
I’ll show you all love can do
All love can do

I will watch through the night
Hold you in my arms
Give you dreams where no one will be
I will watch through the dark
Till the morning comes

For the light will take you
Through the night to see
Our light, showing us all love can be

I will guard you with my bright wings
Stay till your heart learns to see
All love can be

(All Love Can Be, music by James Horner, lyric by Will Jennings, vocals Performed by Charlotte Church).

Jadi, adakah film yang kalian tonton sampai berulang-ulang namun tak pernah bosan? Biar kudengar pendapat kalian. Namun saat ini, biarkan aku meneruskan tenggelam dalam A Beautiful Mind

Equilibrium!

21 September 2008 | 14.10 wib

Nash: Alicia, does our relationship warrant long-term commitment? I need some kind of proof, some kind of verifiable, empirical data.
Alicia: I’m sorry, just give me a moment to redefine my girlish notions of romance.
Alicia: …
Alicia: How big is the universe?
Nash: Infinite.
Alicia: How do you know?
Nash: I know because all the data indicates it’s infinite.
Alicia: But it hasn’t been proven yet.
Nash: No.
Alicia: You haven’t seen it.
Nash: No.
Alicia: How do you know for sure?
Nash: I don’t, I just believe it.
Alicia: It’s the same with love I guess.

This entry was posted in Film and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

42 Responses to Film yang Kalian Tonton Berulang Kali

  1. Yoga says:

    Biasanya setelah menonton berulangkali, oh maaf ratusan kali, pasti ada dialog yang DM hafal. Itukah?

    Yogas last blog post..Yoga’s Experiment

    Tidak, tidak hanya yang ada di atas. Banyak. Dan beberapa kusuka.
    Yang kusitir di atas adalah adegan saat John melamar Alicia. So sweat! Eh, So sweet! Hehe.

  2. ay says:

    I am Sam. Pay it Forward. The Notebook. Wicker Park.

    ays last blog post..mencariMu

    Maksudnya… Maksudnya apa nih, Mbak…

  3. qizink says:

    Seriap kali kau bercerita tentang Pramoedya, aku selalu tertarik untuk membacanya. Menarik juga cerita tentang Maemunah ini. Sekali-kali lah menceritakan orang yang ada di balik orang besar, seperti Oma Maemunah ini!

    qizinks last blog post..Syaikhon Oh Syaikhon

    Maemunah Thamrin? Aha! Menarik juga kalau suatu saat kutulis tentangnya.
    Ya-ya. Baiklah. Thanx, Kang Qizink.

  4. Ikkyu_san says:

    Mungkin karena aku tidak mau berpikir.
    Dan menonton bukan hobiku. Maka film yang aku tonton berulang-ulang biasanya Musical. Yang pasti Sound of Music, dan Shall We Dance versi Jepang.

    Ikkyu_sans last blog post..Taifun no 13

    Whaaaa…. Mbak. Kalau The Sound of Music mah nggak ada matinya. Puluhan kali aku nonton itu. Lengkap baik VCD, DVD, sampai soundtrack-nya punya semua. Jatuh cinta banget sih sama film itu. Salah satu film favoritku sepanjang masa. Sampai sekarang aku masih suka muter ulang kalau kangen. Sudah pernah kubahas juga di blog ini. Kalau Shall We Dance versi Jepang aku nggak tau, Mbak Imel.

  5. marshmallow says:

    ehm, ralat: 21 agustus di situ maksudnya 21 september, bukan?

    marshmallows last blog post..Matahari Hari Ini

    God! Kenapa aku kerap salah menuliskan waktu akhir-akhir ini. Kenapa juga menulis 21 Agustus tadi. Ada apa dengan tanggal itu… Ya-ya, sudah kuganti. Tengkyu.

    Hei… kau jeli sekali?

  6. Gelandangan says:

    yang selama ini saya hafal dialog mengenai film yang pernah saya tonton cuman “APA KATA DUNIA” karena film itu sangat terkesan sekali buat saya mas

    Salam sukses

    Kalau aku sukanya Naga Bonar, Mas. Kalau Naga Bonar Jadi 2 nggak begitu suka. Naga Bonar itu, wuih, gila, keren banget! Lebih dari 10 kali nonton itu. Dan Kirana itu, mak!

    Apa kata dunia perfilman Indonesia tanpa Naga Bonar.

    Salam sukses. Thanx.

  7. Zahra says:

    Klo aq, Film yg aq tonton berulang2 “Anna and the king”
    Tak pernah bosan dah..
    Ada semangat, kemandirian, dan ketegaran seorang ibu disana.. Hiks.. Kompleks..
    Jd ingin nonton lg nih..
    Tp not this time.. Another importan to do.. ;)
    Klo a beautiful mind.. Hmm..
    Hrs membuka ingatanku dulu hehe..

    Btw, mas itu kok tanggalny 21 agustus 2008 hendak ku nikmati dengan tenang? aq salah bacakah? Bukan september
    ya? ^_^ maaf..

    Anna and The King aku suka. Tapi nggak sampai berkali-kali. 2 kali kalau tak salah. Sukanya karena terkait dengan unsur sejarah negeri Thailand. Film itu merupakan kisah nyata Anna Leonowens, seorang guru yang dimainkan secara apik oleh Jodie Foster. Film-film yang berangkat dari true story memang kugemari. Seperti Seven Years In Tibet atau In The Name of The Father, misalnya.

    Soal tanggal 21 Agustus, iya, aku salah tulis. Teledor aku. Sudah kubetulkan. Hei, kau jeli juga. Thanx, Zahra.

  8. Zahra says:

    Oups.. Dah ditnyain mbak marshmallows ya..
    Maaf,klo aq tny ulang ralatny itu
    soalny pas nulis Comment td adany hny smp ikkyu san..
    Hehe..
    Mohon dimaafkan..

    Oya,ada ratusan DVD yg blm ditonton ya mas? Pinjem blh? Huehehehe..

    Kalem Zahra… Thanx juga udah diingetin.

    Iya, ada ratusan yang masih ngantri untuk ditonton nih.
    Pinjem? Emang Gresik – Bandung deket, Neng? Hehe!

  9. tanti says:

    Kalau buatku itu adalah : The Sound of Music !! :)

    tantis last blog post..Ebony and Ivory

    Aha! Kita sudah pernah berbicang panjang soal The Sound of Music kan.
    Bagaimana kalau kita mulai menyanyi?

    doe, a deer a female deer
    ray, a drop of golden sun
    me, a name I call myself
    far, a long, long way to run
    sew, a needle pulling thread
    la, a note to follow so
    tea, a drink with jam and bread
    that will bring us back to do…

  10. mascayo says:

    the beatles!
    berapa kalipun diputar .. aku kan selalu menikmatinya …

    mascayos last blog post..Peringatan Google Chrome

    Wah, kalo The Beatles mah tanpa syarat, Mas. Mutlak itu.
    Kalau ada orang mengaku pecinta musik tapi tidak mengikuti perjalanan musik The Beatles, mestinya undur diri. Hehehe!

  11. ladangkata says:

    serendipity…

    kebetulan selalu terjadi karena suatu alasan

    ladangkatas last blog post..setangkai bunga yang merindu matahari

    Serendipity. Yeah! Jonathan Trager dan Sara Thomas itu. Pernah menuliskan nomor telpon di selembar uang lantas dibelanjakan, eh? Hihihi. Berdebar-debar juga film itu. Tapi mengasyikan.

    Yup. Tak ada kebetulan tanpa ada alasan di baliknya. Setuju! ;)

  12. marshmallow says:

    ada apa dengan tanggal 21 agustus?
    bertanya padaku atau pada diri sendiri?

    film kesukaanku banyak:
    message in a bottle.
    ada cinta indah yang tersaksikan oleh orang lain secara tak sengaja.
    romantis banget, akhir yang bikin merinding.

    the sixth sense.
    kutonton berkali-kali, walaupun gak sampai ratusan kali. :mrgreen:
    hebat banget sudut pandang tokohnya terhadap realita di sekitarnya.
    walaupun beda dimensi, seperti itu juga penderita skizofren lebih kurangnya.
    dia memilih apa yang mau disaksikannya.
    dia punya dunia sendiri.

    ultimately, cinderalla man.
    gak usah aku sebutin deh yang ini.

    marshmallows last blog post..Matahari Hari Ini

    21 Agustus? Tentu saja bertanya pada diri sendiri. Mestinya kan ini ditulis pada 21 September.

    Message In A Bottle, eh? Ya. Kisah cinta yang tersaksikan oleh orang lain secara tak sengaja. Tapi kalau boleh berpendapat, aku kurang suka akting Kevin Costner di sana. Ya mungkin ini soal selera. Filmnya sih bagus. Tapi aku merasa Kevin Costner rada kedodoran dengan tema itu.

    Dan akhirnya (Cinderella Man, bukan Cinderalla Man, hehe), kenapa nggak usah disebutin…?

  13. catra says:

    jadi penasaran nih pengen nonton A Beautiful Mind,,,

    klo saya demen sama film kingdom of heaven mas, peaceful banget

    Kingdom of Heaven? Wah, setuju Catra. Tapi nonton yang mana nih? Versi bioskop atau DVD? Karena dibanding versi bioskop, durasi film DVD atau VCDnya lebih panjang 30%, dan yang lebih seru: nilai historisnya lebih akurat.

  14. nita says:

    kalo film yg saya tonton berulang2 itu grease-nya john travolta. sampai hapal lagu2nya juga

    tapi kalo kata2 di film yg paling mantabs dan inget ada di Gone With the Wind, waktu rhett butler bilang ke scarlet o’hara yg somse itu:

    “frankly my dear, I don’t give a damn!”

    kalimat yg enak banget dipake ke temen2 kalo sikap belagu mereka lagi kambuh…he3x

    nitas last blog post..CORAT-CORET YANG MAHAL

    Scarlet O’Hara yangg somse? Hahaha…!! Tapi Gone With The Wind memang menggetarkan. Baik novelnya maupun filmnya. Sampe teler nontonnya karena durasinya. Udah ketidur segala macem, pas melek masih juga main tuh film. Hehe.

    “Frankly my dear, I don’t give a damn!” Hihihi.

  15. Lala says:

    Yang ditonton berulang-ulang…
    The Sound of Music
    Mirror Has Two Faces
    Serendipity
    Lebih sering lagi sih nonton sitkom Friends sama Sex and The City, tapi itu bukan jawaban pertanyaan dirimu ya, DM? :)

    Ratusan DVD?
    Bajakan apa orginal?
    Di Bandung murah tuh bajakannya… Hahahaha…

    Wah, The Sound of Music dan Serendipity muncul lagi. Lama-lama bisa dihitung nih film teratas di postingan ini. Tapi buat apa ngitung-ngitung gitu… Hehe!

    He, Gembul, maap-maap kate ye beli bajakan. Original dong! (kecuali kepepet dan udah ngebet banget, hehehe. Teteuuuppp…).

    Di Bandung emang banyak bajakan. Tapi untuk film-film tertentu, kalau film bagus, favorit, berkualitas, layak dikoleksi, wajib original. Mutlak itu. Bangga nyimpennya juga di rak film.

  16. DV says:

    Band of Brothers
    We Were Soldiers
    GodFather
    dan last but not even the least …. MIYABIIII ahuahuahauhauhau!

    DVs last blog post..Tanggapan Tag Award Pak Sawali

    GodFather, Don! GodFather! The GodFather Trilogy! Uih! Francis Ford Coppola memang dahsyat!!
    Bunuh aja aku, Don, dari pada nggak bisa nonton The GodFather lagi. Hihihi…

  17. mantan kyai says:

    saya membayangkan si maemunah itu secantik jennifer connely .. hmmm

    Aih!!! Mudanya Maemunah Thamrin (jangan pakai ‘si’ dong, Mas), memang cantik tiada tara. Bahkan di usianya yang menjelang 80 ini, masih begitu ketara garis-garis kecantikannya. Cantik sejati dia. Cantik sungguhan. Cantik betul. Cantiknya cantik! Seperti apa coba cantiknya cantik? Ya seperti dia itulah… Hmmm.

  18. taliguci says:

    Mercury Rising.. selalu tercekat ketika melihat Simon Lynch pulang ke rumah..

    “Mommy.. Simon is home..
    Mommy!
    Simon is home..
    Simon is home.. ”

    Uih, kalau kuperhatikan, rata-rata menonton ulang film-film yang berangkat dari novel, yang juga berangkat dari kisah nyata. Hmm-hmm-hmm… Asyik nih buat analisa sederhana. Menarik juga untuk dijadikan tarikan kesimpulan sementara.

    Dan Bruce Willis serta Alec Baldwin itu, Mas, hohoho, angkat topi dah ah.

    “Simon is home…”

  19. piyek says:

    Serendipity. Gak pernah bosan sama “kebetulan yang menyenangkan”-nya :)

    Huaaa… Serendipity lagi.
    Tapi kebetulan yang menyenangkan? Huah. Nggak ada makan siang gratis ah.

  20. iwan says:

    Mercury Rising….

    iwans last blog post..Dalil & Keutamaan puasa Ramadhan

    Wah, Mercury Rising muncul 2 kali nih.

  21. carra says:

    eh? baru bisa berkunjung sekarang dan ternyata barusan direnovasi toh mas DM :D … huhuuu… keyen euy!!

    film yg berkali2 ditonton dan ga bosen??? mmmmm :roll: Die Hard… The Jackal… The Saint… :D dan sebangsanya… hehe… felm2 yg diputer di bioskop transTV gitu maksudnyah…

    carras last blog post..Di Antara Potret-potret

    Halo Carra… Kemana saja engkau.
    Iya nih, baru beres-beres rumah. Renovasi sana-sini. Buang bangunan samping. Dijadikan halaman. Buat kandang kelinci. Hihi!
    Keyen yah? Makasih… Aku emang tambah kerasan nih di rumah baru ini. Lebih adem. Banyak sirkulasi (lho kok jadi ngomongin rumah ya? Hehe).

    Die Hard-nya yang mana, Carra? Semuanya?
    The Saint? Ahui! Film itu…
    Bioskop Trans TV yah? Hihi.
    Tengkyu, Carra…

  22. marshmallow says:

    ya, cinderella man, DM. typos error.
    tolong diedit aja napa? jangan percuma dong.

    gak perlu disebutin lagi kenapa suka cinderella man.
    berbagai alasan deh.
    pertama lead cast-nya russel crowe (OMG!). partner-nya rene zellweger. huaaa…
    plotnya sangat menarik.
    temanya mengagumkan, menginspirasi, memberi semangat hidup.
    yang tak kalah penting: based on a true amazing story!
    ah, makanya gak usah disebutin lagi.
    jadi resensi deh ntar.

    marshmallows last blog post..Matahari Hari Ini

    Editin? He, komen yang masuk itu mutlak. Nggak bisa kuganggu gugat. Hehe!

    Russel Crowe? Bagusan di mana dia? Di A Beautiful Mind atau di Cinderella Man?

    So, ada apa dengan based on a true amazing story? Lagi-lagi…

  23. marshmallow says:

    jangan percuma situ editor maksudnya…

    marshmallows last blog post..Matahari Hari Ini

    Yeee… nambah-nambah kerjaan aja nih.

  24. marshmallow says:

    eh, koq jadi ilang fokus ya?
    pertanyaannya bukan film yang paling disukai ya, DM?
    kalau yang paling sering ditonton sih… eng ing eng…
    jreeennggg… G30S PKI!
    itu emang berkali-kali, tiap tahun wajib tonton dari sekolah.

    Iya. Aku kan nggak tanya film apa yang paling disukai. Tapi film yang paling sering ditonton berulang-ulang. Hehe.

    Pengkhianatan G30S/PKI? Haha! Stop menonton film pembodohan seperti itu. Film itu sutradaranya banyak. Nggak hanya Arifin C. Noer, tapi banyak (nggak perlu kusebutkan di sini kan, siapa saja “sutradara” yang sebenernya?). Film itu mungkin film yang paling sering diputar dan ditonton orang di dunia. Tapi itu brainwhasing. Menyesatkan. Sudah saatnya angkatan muda sekarang keluar dari cara-cara pembodohan semacam itu.

  25. natazya says:

    U Jump I Jump, rite?

    trusnya lagi…

    JUNO! Ketawa puassssss

    dan kemudian

    ALL 10 SEASONS OF FRIENDS

    lalu lalu

    Dan In Real Life

    kadang kadang juga

    MY BEST FRIEND’s WEDDING

    yah… rata rata genrenya emang yang begitu heheheu
    but i really do! watch them like billion times!!! :D

    natazyas last blog post..Setelah hari ini…

    Mendingan juga You jump, I stay, Nat! Hahaha…

  26. Zahra says:

    Film yg brangkat dr novel ato kisah nyata ya? Yg banyak ditonton ulang? Napa ya mas? Apa karna pesan dibalik kisahny? Ato kah karna akting aktor or artis ny yg menjiwai?
    Hehe.. Jd bnyk pertnyaan ya.. Hihi..

    Gresik-Bandung bukanny dekat mas?? Klo dibandingin Qatar sih.. ;)
    hehe..

    Mungkin karena berangkat dari bahasa teks, begitu divisualkan, jadi betul-betul hidup. Apalagi kalau dia merupakan kisah nyata. Tapi tidak semua film yang berangkat dari novel merupakan jaminan sukses. Sebaliknya juga, ada yang novelnya biasa-biasa aja. Tapi begitu diangkat ke layar lebar, malah dahsyat. Malah orang nggak pernah tau kalau sejatinya film tersebut awalnya adalah novel. Hehe.

    Aduh, jangan Qatar dong, Zahra. Jauh bener. Yang deket-deket aja… Hehe.

  27. nun says:

    you jump i jump ya, hehe udah disebut 2X tuh. saiya orang baru numpang liat ya :D

    http://www.simplenun.wordpress.com

    My name is Jump. James Bond! Haha!
    Iya-iya, silahkan melakukan tour mini di sini…

  28. kalau bicara soal film, saya jadi malu nih sama mas daniel, haks. maklum, kendal kota kecil. tak ada bioskup yang memutar film2 bermutu. masalah review film, saya makmum saja sama review-nya mas daniel, hiks,

    Justru itu merupakan fenomena menarik, Pak Sawali.
    Di kota Jember, Jawa Timur, dulu ada bioskop 21. Tapi film yang diputar tentu tidak serentak sama dengan Jakarta atau bahkan Surabaya.
    Beberapa tahun ke belakang, bioskop-bioskop di Jember rontok. Termasuk 21 itu. Apa pasal? Aku nggak mau gegabah menyimpulkan. Tapi kukira peran penyewaan VCD dan player-nya sekalian punya kontribusi besar.
    Bayangkan, nonton di bioskop filmnya pun tidak up to date. Sementara dengan VDC, sudah sewanya murah, yang nonton bisa banyakan. Satu keluarga. Sudah VCDnya bajakan, filmnya film terbaru. Apa nggak rontok itu bioskop.
    Aku melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang menarik. Betapa modal besar bisa rontok dengan kekuatan kolektif. Meski bajakan. Memang salah. Tapi di sana kita bisa melihat: yang kecil-kecil itu kalau disatukan bisa meraksasa juga sebagai suatu kekuatan. Terbukti bisa menggulung modal besar.
    Bukankah itu menarik?

  29. edratna says:

    Wahh saya nggak segitunya hafal dialog. Tapi film itu memang memberiku inspirasi, bahwa kelemahan harus ditanggulangi, bukan kita malah tak punya harapan.
    Cerita ini pula yang setiap kali saya ingatkan pada anak-anakku (kebetulan si sulung punya kelemahan), bahwa Tuhan pasti memberikan jalan keluar. Jika kita mendapat kelemahan, pasti ada kelebihan yang kita miliki….yang harus digali potensinya tanpa kenal lelah.

    edratnas last blog post..Arrrgh….akhirnya terkapar

    Iya, Bu Enny, aku sudah banyak membaca tentang sulung Bu Enny.
    Prof John Nash hanyalah contoh nyata bahwa penderita skizofrenia dapat menyadari serta mengatasi apa yang ia alami. Namun tetap bisa berprestasi serta memberikan sumbangan bagi umat manusia.

  30. Pingback: Mabruka Azzahra versus Film Horror « Suhadinet.wordpress.com

  31. windy says:

    i am sam dan… i am sam… i told u before seperti kaya ay diatas…. green mile jangan lupa… WAJIB !! siap2 saputangan selalu yaa… 70 kali nonton 70 kali juga nangis… btw jadi udh bikin daftar nih…. bagoosss….. ceritain ya nanti…

    Iya-iya…
    Saputangan? Nggak segitunya kali, ndi…
    Iya, daftarnya udah panjang banget. Waktunya yang mesti nyuri-nyuri.
    Tadi pagi aja habis Subuh nggak tidur lagi gara-gara mulai nyempet-nyepetin nonton DVD. Haih!

  32. Rinurbad says:

    Hitch. Will Smith si senyum sejuta dolar.

    Secret Window. Johnny Deep keren, rumahnya oke banget, misterinya super! Walaupun bikin mimpi buruk.

    A Moment to Remember (Korea). Bukan sekadar bikin nangis, tapi kasih pelajaran tentang cinta sejati.

    Wah, Rin, seumur-umur aku belum pernah liat film Korea. Hehe! Asyik gitu?

  33. ay says:

    I am Sam. Pay it Forward. The Notebook. Wicker Park.
    Maksudnyaa.. adalah film yang saya tonton berulangkali. Asli. Wajib tonton. Dijamin tidak menyesal.

    ays last blog post..mencariMu

    Ouw, sorry Mbak Ayu. Aku nggak tau maksudnya. Habis langsung main tulis gitu. Hehe.
    Ya-ya. Baiklah. 3 judul yang terakhir akan kumasukan dalam list-ku. Tengkyu.

  34. Rinurbad says:

    Daniel, tempo tahun (soalnya sudah lama..) aku pernah nawarin kalo-kalo kamu mau pinjem DVD-nya. Sekarang butuh kerja keras untuk mencari dan meminta kembali, karena Almitra bersaudara jatuh cinta berat pada film A Moment to Remember itu. Semua simpati pada suami yang begitu setia mendampingi istri yang sekarat oleh alzheimer. Untukku pribadi, bikin aku sangat bersyukur atas apa yang kumiliki dalam perkawinan.
    Melankolisme Korea itu tak tertandingi, porsinya pas, bahkan laki-laki menangis pun jadi ‘sah’ dan adegan yang sangat indah.. pokoknya membuatku tidak melirik film Indonesia lagi – terutama untuk tema-tema drama dan romansa.
    Kalo kamu suka yang berpikir dan teatrikal, coba deh nonton Three Iron. Nyeni banget.

    Di samping judul-judul yang kusebut, pada dasarnya aku suka film yang berbau thriller asal nggak terlalu sadis. Hampir semua film Om Bruce Willis, John Travolta dan Nicholas Cage aku tonton. Juga film yang diangkat dari novel Stephen King dan Dean Koontz.
    Tambahan: film yang nggak bosen-bosen kutonton adalah Identity. Kisah kepribadian ganda super keren yang diangkat dari novel Agatha Christie: And Then There Were None. Bukunya sih belum dapat, karena males ke Gramedia:p

    Oh ya maaf, karena lagi migren, aku ngetik ejaan Johnny Depp salah di atas.

    Hehe, hingga saat ini hati belum tergelitik untuk mencicipi film Korea, Rin. Mungkin lain waktu.
    Kecuali John Travolta, semua film Bruce Willis dan Nicholas Cage kusaksikan. Sama kita, Rin.
    Tapi sebetulnya aku nggak begitu suka Thriller. Cuma kalau karya Stephen King, aih, bolehlah. Soalnya cerita-cerita dia punya segi yang menarik.

  35. writer wanna-be says:

    Quote: “Tadi pagi aja habis Subuh nggak tidur lagi gara-gara mulai nyempet-nyepetin nonton DVD. Haih!”

    Film apa, Bro?
    Let me guess: James Bond Casino Royale?

    The name’s Bond. James Bond.

  36. Rinurbad says:

    He-he..selera, Dan. Nonton sama dengan baca, menurutku, kadang butuh ‘panggilan’.
    Aku sih udah nyangka kamu nggak suka thriller..:p

    DM: Iya juga sih, Rin, memang soal selera. Aku bukan takut nonton thriller. Yang ada malah bengong sendiri ngeliat film seperti itu. Kalo sampai ngeri pun, aku selalu membayangkan bahwa di samping adegan itu, pasti ada puluhan crew film yang sedang bekerja. Hehe.

  37. Rinurbad says:

    Hmm..kalo aku sih bukan takut, tegang tepatnya.
    Kalo thriller ndak menegangkan mah, berarti gagal..hehe..

    Rinurbads last blog post..Bacaan Favoritku

    DM: Eh, betul juga kamu, Rin. Thriller kalo’ nggak tegang gagal dong ya… Hehe. Bener. Bener.

  38. diajeng says:

    lagi googling..nyari DVD atau VCD Serendipity..malah nemu blog ini..
    salam kenal mas DM..
    serendipity juga film favorit saya, tapi sampai sekarang dying..nyari DVD film ituh…
    boleh minta bantuannya??? hehe

    diajeng, terakhir menulis Pria Jomblo itu,,,

  39. AL says:

    A Beutiful Mind….nangis lagi, lagi nangis, nangis lagi-lagi..Heran!!
    Anna and the King, masih terus bingung ngitungin istrinya King
    SAW 1, SAW 2, SAW 3, SAW 4…main sadis lah pokoknya sueremmm…
    The Dark Knight..masih nonton juga dan juga. Makin lama makin ngefans sama Joker. Enak ya bisa ngebunuhin orang tanpa beban gitu. Enak ya? Gimana caranya ya?
    Kill Bill, busyet tu film sadis bener. Darahnya banyaaakkk..

    EMPIRE OF THE SUN…
    SAVING PRIVATE RYAN

    Dan tentu

    NAGA BONAR

    Tapi dari semuanya, yang sekarang selalu ditonton lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi adalah:

    IPIN DAN UPIN

    AL, terakhir menulis Musuh-Musuh Batman II: The Penguin, Riddler, Mr. Freeze, dan Ra’s al Ghul

  40. ufa says:

    Serendipity n Kuch-kuch hota hai (indiahe…)..
    itu 2 film yang menurutku gak ngebosenin…
    keknya aku dah nonton leboh dari 10x deh.
    tapi tetep aja ada sesuatu yang bikin pengen nonton lagi…

    ufa, terakhir menulis rona rona valentine

  41. hhhmmmm…
    a beautiful mind still be my first choice…

  42. YULA says:

    A Beautiful Mind. Satu dari film terfavorit saya.
    untuk film yang saya tonton berulang kali, hmmm… saya sangat menikmati Shawshank Redemption. Sarat makna :)
    karena saya cinta musik, saya juga nge-fans abis dengan August Rush.
    apakah kesukaan kita beririsan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>