penganyamkata.net
current   |   rss

Film yang Kalian Tonton Berulang Kali

Published September 21, 2008

I need to believe that something extraordinary is possible…

(ucapan Alicia pada John Nash dalam film A Beautiful Mind, 2001)

Adakah film yang kalian tonton sampai berulang-ulang namun tak pernah bosan? Tentu ada. Entah apa alasannya, pasti film itu punya keterikatan secara emosi yang kuat dengan diri kita. Melekat, membekas, dan selalu memanggil-manggil kita untuk kembali dan kembali lagi menonton.

A Beautiful Mind adalah salah sebuah film yang aku sendiri sudah tak mampu lagi menghitung berapa kali aku menyaksikan film yang menyabet 4 Oscar itu. Mungkin sudah ratusan. Mungkin lebih. Sampai aku begitu hapal adegan serta dialog setiap detiknya. Aku sudah tidak lagi tahu: filmnya yang gila atau akunya yang mendadak schizophernia. Haha!

Selalu ada hal baru yang kutemukan tiap kali mengulang akting Russel Crowe dan Jennifer Connelly dalam film besutan sutradara Ron Howard itu. Selaksa melihat sosok diri yang menari-nari di sana. Ada luapan rasa, tanpa sadar menahan nafas, tersentak, haru, hingga mata sebak (hei, menitikkan air mata masih lagi manusiawi toh?).

Tapi aku sedang tidak ingin membicarakan jalan cerita film itu. Karena sudah pernah kubahas pada bulan Februari 2008 lalu di blog ini (lalu kenapa mengajak bicara tentang film ini lagi?). Sebabnya adalah, akhir minggu ini aku membayangkan: tak ingin melakukan apa-apa. Santai. 21 September 2008 hendak kunikmati dengan tenang. Lagi pula ada ratusan DVD yang menungguku di rumah yang belum kontoton (bayangkan, ratusan yang belum kutonton! Sableng!).

Sejak tengah malam daftar film pun telah kususun. Mana yang menjadi prioritas dan mana yang sekenanya saja. Tapi apa yang terjadi? Mataku lagi-lagi tertumbuk pada sampul DVD warna hitam bertuliskan A Beautiful Mind. Entah gerakan apa yang memerintahkan aku untuk mencomotnya. Dan, seperti bisa ditebak: kembali aku larut dalam film yang diangkat beradasarkan kisah nyata Prof John Nash, matematikawan pemenang Penghargaan Nobel untuk bidang Ekonomi yang menderita skizofrenia.

Perjuangan seorang lelaki penyendiri yang hidupnya habis untuk matematika, pengidap skizofrenia, dianggap gila, serta kisah kesetiaan cinta yang mengagumkan. Yang terakhir itu, selalu membuatku mengharu biru. Kesetiaan seorang istri menghadapi suaminya yang “gila”.

Setiap melihat sosok Alicia (diperankan oleh Jennifer Connelly yang cantiknya selangit itu. Tsah!), ingatanku selalu terlempar pada Maemunah Thamrin, istri Almarhum Pramoedya Ananta Toer, yang tetap mendampingi sastrawan yang berkali-kali dinominasikan meraih penghargaan nobel sastra. Oma (panggilanku pada Maemunah Thamrin) tetap bersetia meski suaminya berkali-kali ditangkap dan dipenjara, serta dituduh PKI. Di mataku, Maemunah Thamrin adalah sosok yang luar biasa. Bahkan lebih hebat dari Pramoedya Ananta Toer itu sendiri.

I will watch you in the darkness
Show your love will see you through
When the bad dreams wake you crying
I’ll show you all love can do
All love can do

I will watch through the night
Hold you in my arms
Give you dreams where no one will be
I will watch through the dark
Till the morning comes

For the light will take you
Through the night to see
Our light, showing us all love can be

I will guard you with my bright wings
Stay till your heart learns to see
All love can be

(All Love Can Be, music by James Horner, lyric by Will Jennings, vocals Performed by Charlotte Church).

Jadi, adakah film yang kalian tonton sampai berulang-ulang namun tak pernah bosan? Biar kudengar pendapat kalian. Namun saat ini, biarkan aku meneruskan tenggelam dalam A Beautiful Mind

Equilibrium!

21 September 2008 | 14.10 wib

Nash: Alicia, does our relationship warrant long-term commitment? I need some kind of proof, some kind of verifiable, empirical data.
Alicia: I’m sorry, just give me a moment to redefine my girlish notions of romance.
Alicia: …
Alicia: How big is the universe?
Nash: Infinite.
Alicia: How do you know?
Nash: I know because all the data indicates it’s infinite.
Alicia: But it hasn’t been proven yet.
Nash: No.
Alicia: You haven’t seen it.
Nash: No.
Alicia: How do you know for sure?
Nash: I don’t, I just believe it.
Alicia: It’s the same with love I guess.