Sunyi Senyap Menjelang Lebaran

Menjelang lebaran seperti ini biasanya arus blog menurun. Beberapa kawan yang biasanya berseliweran baik di blog, YM , maupun mailing-list mulai menunjukkan kuantitas yang “melemah”. Wajar, selain bisa jadi karena kebanyakan memang online di kantor, yang namanya liburan menghadapi hari raya, pasti disibukkan dengan banyak hal, terutama dengan keluarga.

Libur panjang selamanya menyesakkan. Tak ada aktivitas pekerjaan, tak ada kontak dengan dunia luar, melulu menghabiskan waktu sendirian. Sudah kuagendakan sejak jauh hari, libur lebaran kali ini akan kuhabiskan dengan membereskan perpustakaan pribadi yang super berantakan. Ada ribuan buku yang saling tumpang tindih turun dari rak.

Rak dibersihkan, dicuci, agar bisa dipasang kembali ke seluruh penjuru dinding. Duh, rasanya sudah tak ada lagi dinding tersisa. Semuanya melulu tertutupi rak yang mulai menyentuh langit-langit ruang. Sementara ribuan buku masih nongkrong di karpet bawah, berteriak-teriak tak sabar minta dikembalikan ke tempat asalnya. Seperti halnya asal manusia: tanah!

Hmm, ini jelas pekerjaan besar. Bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan. Karena aku hendak menata ulang perpustakaan pribadiku. Pekerjaan fisik barangkali tak bakal mengambil porsi waktu banyak. Tapi pengkategorian buku pasti akan menguras banyak pikiran dan energi.

Tapi di antara keribetan mendekam di perpustakaan, perasan lebih banyak nge-blog-nya ketimbang kerjanya. Hehe! Tapi karena arus blog memang sedang “melemah” akibat menjelang lebaran, iseng-iseng aku buka email kantor. Olala, rupanya sudah begitu banyak lamaran editor yang masuk. Baik lamaran editor, designer, maupun penulis selamanya memang terus masuk.

Di antara surat lamaran yang masuk itu, tak sedikit yang kukenal orangnya. Beberapa saat ke belakang malah aku kerap menggoda temanku yang melamar ke tempat kerjaku. Aku memang kerap “menyembunyikan” di mana aku bekerja. Orang tahunya kerja di penerbitan. Penerbitan? Penerbit apa? Hohoho! Di situlah asyiknya. Akan ribet dan butuh waktu yang tak singkat untuk menjelaskan bagaimana perusahaan ini berpola. Maka tak aneh bila banyak kawan yang kukenal, melamar baik melalui koran atau mailing-list, karena mereka tidak tahu aku ada di balik lowongan yang ditebar.

Tak sedikit orang yang pernah bekerja di kantorku, kembali melamar karena kami kerap tidak menyebutkan nama perusahaan saat membuka lowongan. Tapi seperti yang sudah kuceritakan di atas, ada juga nama-nama kawan yang sudah kukenal masuk ke dalam list lamaran. Kalau sudah seperti itu, paling senang aku menggodanya dengan iseng mengirimkan SMS, semisal:

“Baik skripsi maupun tesismu penelitiannya di ranah yang sama. Kamu concert banget ya untuk soal yang satu itu.”

Maka bisa dipastikan jawaban SMSnya bakal seperti ini:

“Lho, kok kamu tau? Tau dari, oh, jangan-jangan… Heeeiii…?!!”

Dan aku cukup membalas dengan icon kedipan mata. Lantas dia membalas lagi:

“Huuuaaa… ternyata yang buka lowongan itu kamu? Haduh malu aku!!”

Maka aku tak perlu membalas lagi, hanya menyisakan tertawa cekikikan. Ya, kerap kali aku mengalami hal seperti itu.

Nah, semalam ketika sedang membuka email kerjaan, lagi-lagi kudapatkan lamaran yang namanya sudah cukup familiar di mataku. Bahkan sudah beberapa kali mampir dan berkomentar di blog ini. Mendapati hal berulang seperti itu, tidak bisa tidak aku cekikikan lagi. Aku jadi tahu CV orang-orang. Hehe! (tapi jangan khawatir, Kawan, aku cukup bisa menjaga privacy seseorang kok).

Jadi beginilah liburan menjelang lebaranku. Tak ada yang istimewa. Beres-beres perpustakaan, online, beres-beres perpustakaan lagi, online lagi, tak ada yang istimewa. Kalau ada yang menyapa di YM, ya tinggal lari ke meja. Ah, kapan liburan usai…

30 September 2008 | 03.03 wib

This entry was posted in Catatan Harian. Bookmark the permalink.

10 Responses to Sunyi Senyap Menjelang Lebaran

  1. Ikkyu_san says:

    ahhhh mau coba kirim CV ke DM ahhh…
    sapa tahu keterima hihihi.
    (Meja kerjamu kok rapih gitu ya? ngga cocok ah.. atau karena mau difoto jadi dirapihkan begitu?)

    Ikkyu_sans last blog post..Beban berat anak SD Jepang

    Haih?! Rapih?! Ya ampun, Mbaaakkk… Itu lagi berantakan-berantakannya… Lihatlah buku-buku itu menumpuk begitu saja. Tidak pada tempatnya. Huaduh si Mbak Imel ini. Pingin ngakak aku. Justru sengaja kuambil fotonya saat sedang berantakan seperti itu.
    Nanti ya, kalau perpustakaan dan meja kerjaku sudah kelar, akan kufoto lagi. Mbak bedakan deh kalau yang di atas itu disebut rapih, gimana nanti kalau sudah kelar. Ya.

  2. edratna says:

    Beres-beres? Woo ini yang masih di tunda-tunda…entah kenapa, Puasa kali ini saya lewati dengan susah payah. Dua kali ke dokter, dan menunggu bedug Magrib kadang udah dalam kondisi loyo. Makin tuakah? Ini jelas…tapi yang jelas, karena kesibukan mereda, dan kesepian ditinggal si sulung membuatku mondar mandir Bandung-Jakarta. Penginnya sih terus di Bandung, tapi menjelang puasa terakhir masih ada undangan RUPSLB…terpaksa balik lagi ke Jakarta.

    Sekarang si bungsu udah liburan di Jakarta, jadi seneng juga bisa jalan-jalan sore, ngabuburit, buka bersama sambil mengobrol…..dan si bungsu yang malu-malu kalau dipeluk didepan orang banyak…hehhe, lha iya, memang sudah besar. Dari sisi si mbak, Lebaran kali ini sungguh mewah, ada dua mbak yang nggak pulang…bayangkan…betapa mewahnya, jadi saya bisa bersantai, membaca buku (kemarin udah memborong buku di Gramed sampai nyaris pingsan), bisa ngeblog, atau blogwalking (saya tetep lho Daniel, karena ngeblognya di rumah….jadi kalau nggak jalan-jalan, ya di depan kompie)……tapi kerja nanti dulu, beres2 nanti dulu…kamar si sulung baru sekedar dibersihkan, apalagi ruang perpustakaan kecilnya….whoo…berantakan….

    edratnas last blog post..Ngabuburit di hari-hari menjelang Lebaran

    Nah, betul kan… Ibu terlalu letih di bulan September kemarin ini. Terlampau banyak acara ke luar kota dan bolak-balik. Kesehatannya, Mam, kesehatannya… Dijaga ah.

    Aha! Sesekali bermewah-mewah tak apa, Mam, dengan dua mbak di saat lebaran. Bisa digunakan untuk istirahat senyaman mungkin. Mewah sekali itu. Jadi bisa santai, bisa baca buku, dan bisa ngeblog. Hihihi, kegiatan kita menjelang lebaran ini nyaris sama, Mam. Semoga sungguh dapat menikmati.

    Tapi memborong buku di Gramedia kok sampai nyaris pingsan? Kalap lihat buku atau nyaris pingsan saking ramainya? Mending kalap lihat buku saja, Mam. Pingsan-pingsan dikit nggak pa-pa lah… demi buku (eh, jangan ding. Ngawur aja aku ini nyuruh orang pingsan di Gramedia. Hehe).

  3. marshmallow says:

    tolong angle yang sebelah kanan deh, om!
    pengen liat perpustakaan dengan ribuan buku itu gimana sih?
    jangan angle yang ini, udah diberesin ini mah!
    meja kecil, layar monitor yang baru dibersihkan, pc penuh debu yang udah kinclong, the same old keyboard, dan printer baru! haha!
    sudah kudaftar semuanya!

    …Jadi beginilah liburan menjelang lebaranku. Tak ada yang istimewa. Beres-beres perpustakaan, online, beres-beres perpustakaan lagi, online lagi, tak ada yang istimewa. Kalau ada yang menyapa di YM, ya tinggal lari ke meja…

    maksud gak istimewa itu gimana?
    bukannya ini malah istimewa, karena berbeda dengan keseharian yang sibuk seperti setan di kantor?
    waduh, syukur nikmat atuh…

    Yang kanan sengaja dirahasiakan. Maaf, akses terbatas. Hanya orang-orang tertentu yang dapat melongok langsung ke perpustakaan ini. Hihihi!

    Lho, aku bersyukur dengan keadaan kok. Kan tidak ada konotasi penyesalan di tulisan atas.

    Dan seperti setan di kantor?! Maksod looo…?!!

  4. Chandra says:

    Jadi mas DM kapan ngelamarnya… :p

    Ngelamar siapa, dodoooolll……

  5. marshmallow says:

    dodol deh!
    bukan “seperti setan” (walaupun mungkin kadang-kadang iya), tapi “sibuk seperti setan”!
    jangan dihilangkan “sibuk”-nya!
    dasar!

    marshmallows last blog post..Kenalkan, Aku Robert Coote!

    Tuh kan, beneran dibilang seperti setan!
    Dodooolll…!!!

  6. I am here, Doooodd..:)
    Kapan kamu ngelamar Win.. eh halahh.. :)

    Donny Verdians last blog post..Citraweb, You Will Be In My Heart

    Hai, Don!
    Ngelamar siapaaa… Hayah!

  7. mascayo says:

    hampir mirip tapi nggak sama …

    zia dan mama nya pulang ke klaten nengok Ibu
    si mbak dah duluan pulang, dan mengabari tak kan kembali .. duuhh .. siapa mau melamar …

    dan jadilah lebaran kali ini diriku sendirian,
    malah harus jaga pabrik pula..

    mengisi waktu seperti mas DM, tapi ya ndak sama
    yang kurapihkan seisi rumah yang super duper berantakan,
    perkakas tukang berantakan, mainan zia petincelitut ndak karuan … sisanya baru buku-buku yang ndak sampai ratusan ..

    ah .. cape deh …
    rehat .. ngeblog lagi ah ..

    mascayos last blog post..Mohon Maaf Lahir Bathin

    Sama? Tidak, Mas. Engkau tidak sendirian. Yang petincelitut itu adalah mainan-mainan yang membuatmu tersenyum ketika membereskannya.
    Nah, mari kita nge-blog lagi. Hehe.

  8. writer wanna-be says:

    Selamat lebaran, Buddy.
    Kau teman terbaikku selama ini.
    I appreciate it very much.
    Jangan-jangan aku juga termasuk dalam pengirim CV yang kau maksudkan.
    Haha.

    Thanx, Kawan. Kau makin rajin ke mari akhir-akhir ini.
    Dan soal CV? Ahahaha… Aku tak mau jawab.

  9. genthokelir says:

    Memang sunyi mas didepan komputer saat saat ini padahal saya justru banyak kesempatan saat saat ini kerena bila saat Kerja mesti jauh dari jaringan heheheh
    wah bisa nglamar jadi Opis bOy nggak Mas DM

    genthokelirs last blog post..Idul Fitri

    DM: Tentu karena orang sedang sibuk menyambut lebaran ya, Mas.
    Wah, ya jangan Opis bOy tho, Mas…

  10. Rinurbad says:

    Aku juga malu..kalo ngelamar ke perusahaan tempat teman kerja, apa lagi kalo dia orang penting di sana.

    DM: Hihihi… bo’ong banget. Kapan sih kamu melamar kerja, Rinur… Yang ada juga kerjaan yang melamar dirimu. Hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>