Sunyi Senyap Menjelang Lebaran
Published September 30, 2008
Menjelang lebaran seperti ini biasanya arus blog menurun. Beberapa kawan yang biasanya berseliweran baik di blog, YM , maupun mailing-list mulai menunjukkan kuantitas yang “melemah”. Wajar, selain bisa jadi karena kebanyakan memang online di kantor, yang namanya liburan menghadapi hari raya, pasti disibukkan dengan banyak hal, terutama dengan keluarga.
Libur panjang selamanya menyesakkan. Tak ada aktivitas pekerjaan, tak ada kontak dengan dunia luar, melulu menghabiskan waktu sendirian. Sudah kuagendakan sejak jauh hari, libur lebaran kali ini akan kuhabiskan dengan membereskan perpustakaan pribadi yang super berantakan. Ada ribuan buku yang saling tumpang tindih turun dari rak.
Rak dibersihkan, dicuci, agar bisa dipasang kembali ke seluruh penjuru dinding. Duh, rasanya sudah tak ada lagi dinding tersisa. Semuanya melulu tertutupi rak yang mulai menyentuh langit-langit ruang. Sementara ribuan buku masih nongkrong di karpet bawah, berteriak-teriak tak sabar minta dikembalikan ke tempat asalnya. Seperti halnya asal manusia: tanah!
Hmm, ini jelas pekerjaan besar. Bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan. Karena aku hendak menata ulang perpustakaan pribadiku. Pekerjaan fisik barangkali tak bakal mengambil porsi waktu banyak. Tapi pengkategorian buku pasti akan menguras banyak pikiran dan energi.

Tapi di antara keribetan mendekam di perpustakaan, perasan lebih banyak nge-blog-nya ketimbang kerjanya. Hehe! Tapi karena arus blog memang sedang “melemah” akibat menjelang lebaran, iseng-iseng aku buka email kantor. Olala, rupanya sudah begitu banyak lamaran editor yang masuk. Baik lamaran editor, designer, maupun penulis selamanya memang terus masuk.
Di antara surat lamaran yang masuk itu, tak sedikit yang kukenal orangnya. Beberapa saat ke belakang malah aku kerap menggoda temanku yang melamar ke tempat kerjaku. Aku memang kerap “menyembunyikan” di mana aku bekerja. Orang tahunya kerja di penerbitan. Penerbitan? Penerbit apa? Hohoho! Di situlah asyiknya. Akan ribet dan butuh waktu yang tak singkat untuk menjelaskan bagaimana perusahaan ini berpola. Maka tak aneh bila banyak kawan yang kukenal, melamar baik melalui koran atau mailing-list, karena mereka tidak tahu aku ada di balik lowongan yang ditebar.
Tak sedikit orang yang pernah bekerja di kantorku, kembali melamar karena kami kerap tidak menyebutkan nama perusahaan saat membuka lowongan. Tapi seperti yang sudah kuceritakan di atas, ada juga nama-nama kawan yang sudah kukenal masuk ke dalam list lamaran. Kalau sudah seperti itu, paling senang aku menggodanya dengan iseng mengirimkan SMS, semisal:
“Baik skripsi maupun tesismu penelitiannya di ranah yang sama. Kamu concert banget ya untuk soal yang satu itu.”
Maka bisa dipastikan jawaban SMSnya bakal seperti ini:
“Lho, kok kamu tau? Tau dari, oh, jangan-jangan… Heeeiii…?!!”
Dan aku cukup membalas dengan icon kedipan mata. Lantas dia membalas lagi:
“Huuuaaa… ternyata yang buka lowongan itu kamu? Haduh malu aku!!”
Maka aku tak perlu membalas lagi, hanya menyisakan tertawa cekikikan. Ya, kerap kali aku mengalami hal seperti itu.
Nah, semalam ketika sedang membuka email kerjaan, lagi-lagi kudapatkan lamaran yang namanya sudah cukup familiar di mataku. Bahkan sudah beberapa kali mampir dan berkomentar di blog ini. Mendapati hal berulang seperti itu, tidak bisa tidak aku cekikikan lagi. Aku jadi tahu CV orang-orang. Hehe! (tapi jangan khawatir, Kawan, aku cukup bisa menjaga privacy seseorang kok).
Jadi beginilah liburan menjelang lebaranku. Tak ada yang istimewa. Beres-beres perpustakaan, online, beres-beres perpustakaan lagi, online lagi, tak ada yang istimewa. Kalau ada yang menyapa di YM, ya tinggal lari ke meja. Ah, kapan liburan usai…
30 September 2008 | 03.03 wib
