Persahabatan Blogger, Ada dan Nyata

Persembahkan yang terindah bagi persahabatan. Jika ia harus tahu musim surutmu, biarlah ia mengenali pula musim pasangmu. Karena persahabatan kan kehilangan makna jika mencarinya sekadar bersama guna membunuh waktu. Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu (The Prophet, Kahlil Gibran)

Pagi tadi aku mendapatkan sebuah kiriman paket bersampul coklat. Melongok siapa pengirimnya membuatku terlonjak girang. Pasti isinya oleh-oleh dari luar negeri, batinku. Cepet-cepet kuambil cutter, membuka dengan rapi, jangan sampai ada satu sisi sampul pun yang tersayat apalagi tersobek.

Begitu sampul terbuka, isinya ternyata berupa dus biskuit coklat TamTam. Weh?! Dari luar negeri kok ngoleh-ngolehi TamTam? Hehehe. Rupanya itu hanya dus belaka. Ketika kubuka, di dalamnya bersembunyi selembar t-shirt putih bertuliskan Filipino dan manisan mangga. Aih…

Sudah jelas ini kiriman dari Kristanti Parisihni atau akrab kupanggil Mbak Tanti. Ia memang baru kembali dari Filipina dan Hongkong beberapa hari lalu. Tak menyangka sama sekali kalau aku kebagian oleh-oleh dari sana. Yang bikin ngakak, selembar kaus dan manisan mangga itu dibungkus di dalam kantung plastik laundry Hotel Manila. Haha! Ada-ada saja.

Di samping bingkisan itu, ada sepucuk surat. Ditulis di atas kertas putih meringis berlogo Manila Hotel. Manis sekali rawian tangannya. Simaklah:

Dear Daniel,

I bring you something from Philippine
It’s just nothing but delivered from something I really mean

A little something to remember
that we think and care for each other

A little something from a happy sister
presented gladly to her beloved brother

Love,
Tanti

God! Betapa manis pesannya. Betapa indah kata-katanya. Aku terharu ketika membacanya.

Tahukah kalian, kalau aku belum pernah bertemu dengan Mbak Tanti. Jangankan ngobrol secara langsung, berjabatan tangan pun belum pernah. Semua ini hanya karena internet dan blog. Dari sana kami jadi akrab melalui YM. Ia selalu mau mendengarkan cerita-ceritaku. Begitu pun sebaliknya aku terhadapnya. Tapi satu hal yang pasti: kami belum pernah bertemu sama sekali.

Komunikasi dan persahabatan di blog memang ada dan nyata. Tak sedikit kawan-kawanku yang mencibirku aneh hanya karena membangun hubungan akrab di dunia blog semacam itu. “That’s not real, Man…” ejek mereka. Tapi nyatanya semua itu bisa dikibaskan.

Tak pernah kuduga sama sekali bahwa aku bisa berdiskusi akrab dengan Bu Enny, berbincang sastra dengan Mas Zulmasri, terbahak-bahak bersama Pak Suhadi, belajar banyak dari Pak Sawali, bercerita soal buku dengan Yoga Amaliasari, gila-gilaan dengan Donny, dan merasakan semilir angin kota Sydney dengan Hemma Yulfi. Kecuali Donny, mereka semua tak pernah kutemui sebelumnya. Bukankah itu menyenangkan?

Begitu pun dengan Mbak Tanti. Siapa yang mengira kalau aku bisa kenal dan begitu dekat dengan seorang Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Gigi sebuah Universitas di Surabaya? Ia selalu mau mendengarkan keluh kesahku. Ia juga mau ikut tersenyum atas kebahagiaanku. Kami belum kenal lama. Tapi kami seolah sudah saling mengenal berabad lamanya.

Kami banyak diskusi soal buku, film, terutama musik, cinta, persahabatan, juga pernikahan. Ia yang beragama Nasrani, tetap membuat kami tak risi untuk berbincang soal Injil maupun Fikih Islam. Aku bisa merasakan betul arti dari persahabatan sesungguhnya. Bukankah yang seperti itu indah, eh?

Maka selembar kaus dan sebungkus manisan mangga tetaplah bendawi. Tapi makna di balik itu semua yang tak ternilai harganya.

Nah, Mbak Tanti, terima kasih atas oleh-olehnya. Kausnya pas, dari bahan yang kusuka, dan tidak bikin gerah. Senang sekali mendapatkan bingkisan darimu. Sejak dulu aku selalu mendambahkan sosok seorang kakak perempuan. Seseorang yang menamparku saat aku berbuat salah. Seseorang yang menegurku saat aku keluar jalur. Seseorang yang memapahku ketika aku terjatuh. Juga seseorang yang memberikan pelukan hangat ketika aku merasa kesepian. Kini aku tahu, siapa sosok itu.

Terima masih, Mbak Tanti. Tulisan ini, sekadar bentuk ucapan terima kasihku, meski tak sebanding, atas persahabatan, kasih sayang, dan waktu yang hangat selama ini. Salam untuk mas Bambang, suamimu terkasih.

Love,
D.M.

15 Oktober 2008 | 13.14 wib

(nama-nama blogger yang kusebutkan di atas hanyalah contoh. Kebetulan saja semua namanya berakhiran bunyi i. Sudah barang tentu ada kawan-kawan blogger lainnya yang kualitas persahabatannya tak kalah apik dan mesra)

This entry was posted in Catatan Harian, Renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

44 Responses to Persahabatan Blogger, Ada dan Nyata

  1. irna says:

    Memang dunia serasa tak berbatas lagi. Persahabatan dapat terjalin kapan saja, dimana saja dan dengan media apapun. Indah sekali.

    Peace :)

    irnas last blog post..Kakak dan HUT TNI ke 63

    DM: Betul, Mbak. Begitu indah.
    BTW, aku sudah balas berkunjung dan beberapa kali mencoba menorehkan komentar di sana, tapi mesti log melulu. Padahal komentarku itu ternyata malah panjang banget. Bisa dijadikan postingan tersendiri sebagai tulisan. Hehe. Nanti kucoba lagi ya.

  2. marshmallow says:

    loh, yang minta manisan mangga itu aku, kok kamu yang kebagian?
    hehe! never mind.
    kalau kau menikmatinya, berarti begitu pun aku.
    bukankah kau merasakan semilir angin kota Sydney seperti yang kurasakan, eh?

    begitulah persahabatan, DM.
    teknologi ternyata turut memberi pengaruh luar biasa bagi sisi humanis manusia yang ini, ya?

    DM: Eh, iya ya? Oh iya, di blog mbak Tanti kamu ya yang minta manisan mangga. Hihihi.
    Aih, semilir angin Sydney? Duh, sayang waktu itu aku nggak bisa ikut ke Canberra.

  3. Yoga says:

    Daniel, aku tersanjung menjadi bagian dari lingkaran persahabatanmu. Tak perlu kuurai panjang lebar karena KG sudah cukup menuliskannya untuk semua.

    Mbak Tanti, kok cuma Daniel sih? ;)

    Yogas last blog post..Black Spaghetti ala Yoga

    DM: Kok cuma Daniel? Oh, jelas… Hehe!
    Eh, kamu tersanjung, Yog? Tersanjung apa? Batu? Hihihi.

  4. catra says:

    racun ngeblog ternyata sangat menguntungkan dengan terciptanya lingkaran pertemanan bahkan hingga di ujung dunia sekalipun, hanya dengan tulisan.

    Indahnya ngeblog

    DM: Sampai ujung dunia sekali pun, Catra. Sejauh ada sinyal. Hehe.

  5. catra says:

    dulu zamannya sahabat pena, sekarang zamannya sahabat keyboard ya mas.
    tapi kita satu kota gak pernah ketemu sama sekali ya.

    tulisan saya yang terakhir saya singkirkan terlebih dahulu, butuh “keberanian” kata postingan sebelum mas DM kemarin

    DM: Dulu ada istilah kuli tinta untuk wartawan. Sekarang, karena perkembangan teknologi, sudah sulit menyebut istilahnya. Lagi pula wartawan memang bukan kuli kan, Cat? Hehe.
    #
    Kita satu kota dan nggak pernah ketemu? Hahaha!! Itulah hebatnya kan, Cat. Padahal mungkin kamu adalah blogger yang paling mungkin kutemui ketimbang yang lain, karena satu kota.
    #
    Soal tulisanmu itu, Cat, aku bisa memahami. Aku pun menduganya seperti itu. Tapi Cat, bukankah sesuatu yang baik layak untuk diperjuangkan? Meski untuk itu tetap dibutuhkan keberanian dan perhitungan. Aku bisa memahami, Catra. Thanx.

  6. v3rdee says:

    yup setuju persahabatan bloger memang nyata.. contohnya disini http://www.palanta.org

    v3rdees last blog post..Kue Ku Kue Mu Juga. Tapi Kue Mu Bukan Kue Ku

    DM: Ah ya. Aku sudah tengok tadi, Kawan. Betul. Jelas ada sesuatu yang kongkrit dan positif yang dapat dilakukan. Meski awalnya berangkat dari dunia maya.

  7. edratna says:

    Daniel, saya agak bingung…Tanti Kris sama nggak dengan Kristanti Parishini? Soalnya saya pikir Tanti Kris dan Kris-Tanti sama…seingatku dari Geologi atau Geodesi ya(?)…atau saya yang salah ya…..wahh kacau nih.

    Omong-omong oleh-oleh, saya diajari seorang pemilik travel, sebaiknya jika membawa oleh-oleh dari LN, dibungkus plastik bekas atau bisa plastik laundry, dan di luarnya dikasih CD atau kacamata (kalau cewek…tahu kan maksudku)…kenapa? karena imigrasi nggak rewel…dan saran ini saya ikuti dan aman….hahaha….
    Jadi saat saya buka koper dan adikku pas ke rumah, saya bilang ehh ini CD bersih lho….hahaha

    edratnas last blog post..Cewek panggilan?

    DM: Tanti Kris dengan Kristanti Parishini? Ya sama, Bu… Sama-sama sok ngaku lahir di Paris! Hihihi.
    Ibu juga sudah kerap mampir dan berkomentar di blognya kok.
    #
    Dan soal membawa oleh-oleh itu, hahahaha! Ngakak juga aku, Bu. Iya bener, petugas imigrasi dijamin nggak rewel. Hihihi. Cuma ini mbak Tanti aja yang rada iseng, ngirim kaos ke Bandung aja pake kantung plastik laundry hotel. Kenapa nggak sekalian aja sendal hotelnya dipaketin. Wakakakakkk…
    #
    (Ibu tampak lebih sering tertawa sekarang. Senang melihatnya)

  8. imoe says:

    hehehehe kayaknya so sweet banget ya mas…ngak nyangk abisa begitu efek dari blog ya…saya juga pernah mendapatkan kiriman uang dari teman-teman, waktu itu saya ngeposting tulisan tentang seorang anak yang sedang butuh beasiswa untuk sekolah…dan setelah beberapa hari, rekening saya terima sejumlah uang dan mampu melunasi uang sekolah si anak selama 1 tahun…memang luar biasa..padahal saya tidak pernah bertemu dan bertatap muka dengan beliau…

    BTW, kayaknya asyik juga kalo kita ngumpul langsung sekali-sejkali ya….kata uni mallowe…warga kampung blagu…yah kita semua…

    Hahahahaha

    imoes last blog post..‘PREMAN MASUK KAMPUS JUGA YA…’

    DM: Ah ya. Memang terasa manis, Bung Imoe (sudah so sweet masih ditambahi banget ya, Bung? hehe).
    #
    Soal beasiswa anak itu, aih, betapa menakjubkan rasa persaudaraan di antara sesama blogger. Sayang kita baru kenal akhir-akhir ini (kayak yang mau urun rembuk aja aku ini. Hihi). Tapi aku tetap menganggapnya hal yang luar biasa itu. Salut padamu, Bung Imoe!
    #
    Warga Kampung Blagu? Ah ya. Gimana kalau dia kita tabalkan saja sebagai Kepala Kampung, Bung? Setuju kah? Lagi pula dia memang pantas jadi Kepala Kampung Blagu. Karena, yah, dia memang yang paling belagu di antara kita semua. Hahaha.

  9. dana says:

    Ah, sebuah pertemanan walau apapun caranya adalah sebuah keindahan. Sungguh beruntung telah merasakannya.

    danas last blog post..Tiba Tiba

    DM: Betul, Kawan. Tak ada alasanku untuk tidak setuju akan hal itu.

  10. selamat ya mas
    efek yang gia…he.he..he..
    rajut terus mas silaturahminya

    timur mataharis last blog post..Diantara Rimbun Ilalang

    DM: Rajut terus? Bagaimana kalau kita pakai istilah anyam? Aku lebih suka menganyam ketimbang merajut. Tapi, bolehlah…
    Thanx.

  11. mascayo says:

    waduh mas , contohnya itu, kalo cuma karena akhiran i , saya boleh kok disebut mascayi hihihi ..
    btw, yah .. saya juga mulai merasakan nikmatnya ngeblog yang positif … hidup jadi lebih realistis, kerja tambah semangat .. dll :)

    mascayos last blog post..akhirnya satu masalah terpecahkan

    DM: Mascayi?!! Wakakakakkkk… Si Mas ada-ada saja. Boleh juga kalau Mas mau kusebut begitu.
    Nge-blog yang positif? Tentu saja Mascayi, eh, Mascayo. Hehe.

  12. tanti says:

    @ DM : aah…jadi malu…. but thanks anyway !!
    @ Marshmallow : iya, sebenernya mau ngirim ke Sydney tapi kejauhan dear… maaf yah..
    @ Yoga : Abisnya pas Yoga ke Surabaya aku berangkat, pas aku pulang eh Yoga udah balik lagi jadi DM aja yang kebagian oleh-olehnya… , ntar deh kita nge – teh poci ajah ya someday… DM gak usah diajak ;)
    @ Bu Enny : Wah, saya nggak pernah kuliah di Geodesi kok, nge-blog juga baru aja mulai… mungkin itu Tanti yang lain Bu… ;) O ya Bu…psst…laundry bag yang saya kirim ke DM itu bersih lho, belum dipake nyimpen apa-apa…hihii….

    tantis last blog post..From Manila with Pride

    DM: Hayaaahhh… pake malu-malu. Eh, tapi aku nggak malu-maluin kakaknya kan? Hehe.

  13. Ikkyu_san says:

    sweet….nice
    memang seperti yang pernah aku bilang
    dibalik id/foto-avatar itu ada “jiwa”
    tinggal bagaimana kitanya mau memahami jiwa itu atau diabaikan saja.
    BTW Danny….kakak perempuan kamu kok jadinya banyak gitu ya?
    Lalu mamah/bunda/ibu kamu ada berapa?
    (sambil mikir aku masuk kakak atau mamah atau?….papa kaliiiiii hahahhaha)
    EM

    Ikkyu_sans last blog post..40-PLAN

    DM: Kakak perempuanku jadi banyak? Oh, mungkin yang mau jadi kakak perempuanku memang banyak, Mbak Imel. Wakakakakkk… Tapi yang mau jadi istriku nggak ada. Hahaha!
    #
    Mbak Imel masuk kakak atau mamah? Hmm, sebentar-sebentar… Aku pikir-pikir dulu. Emh, beri aku waktu untuk menjawabnya yah? Huahahaha…

  14. tanti says:

    *numpang komen, ketinggalan*

    @ Marshmallow : kenapa susah sekali meninggalkan komen di Kampung Blagu? Musti pake paspor buat kesana ya? why? why?…hikss….

    tantis last blog post..From Manila with Pride

    DM: Ck-ck! Memang kelakuan itu, Mbak. Sok-sok pake screening gitu kayaknya. Mesti bayar upeti pulak. Hhh! Memang belagu betul itu orang.
    *kabur sebelum disambit sendal sama Marshmallow*

  15. icha says:

    indahhhhhhhh nya….persahabatan bukan hanya jabat tangan..
    dia tidak mengekang, namun mampu menjaga. dia tidak membatasi, namun mampu bicara. dia ada bukan hanya saat terbaik, tapi juga terburuk….

    ichas last blog post..Cinta dalam Temaram Lampu Ublik

    DM: Aih!! Indah sekali kata-katamu, Cha…

  16. Wah namaku disebut di sini.. Sebuah kehormatan setelah sekian lamanya semakin jarang tersebut ahuahuauahua…

    Bersahabat denganmu memang indah, DM!
    Tetaplah berkawan denganku meski jauh …

    Donny Verdians last blog post..Setelah Tiga Tahun Tanpa Nikotin

    DM: You’re the best, Don…

  17. Ratna says:

    Persahabatan bisa diperoleh dimana saja… Tergantung kitanya juga. Mungkin Mas DM termasuk orang yang mudah bersahabat dengan siapa saja…
    Hehe…maaf kalau sok tahu :)

    DM: Mudah bersahabat dengan siapa saja? Insya Allah, Teh Ratna. Semoga aku tidak (mudah) terlena juga.
    Terima kasih…

  18. Elys Welt says:

    tipsnya dr bu Enny boleh juga tuh, soalnya khawatir terus kalo mo ngirim ´paket

    selamat ya atas kiriman hadiahnya :)

    Elys Welts last blog post..Trauma Kebo

    DM: Nah, jadi tinggal nunggu apa lagi, Mbak Elys… Cepatlah kirim dari Hamburg, aku menunggu. Hihihi. Becanda, Mbak…

  19. Yulis says:

    Pesahaban lewat blog memang bisa menjadi nyata, saya selalu menganalogikan dunia blog seperi juga cafe atau Bar. Tempat bertemu dan berkumpulnya orang untuk menikmati hiburan atau sekerdar appetiser dan minuman atau kopi. Disela sela menikmati semua hal tersebut sering terjadi percakapan. Ada yang sekedar basa basi dan ada yang berlanjut menjadi persahabatan.

    Saya turut gembira mas DM menemukan banyak sahabat baik, karena Sahabat adalah harta yang tidak ternilai harganya.

    Mbak Tanti, memang jagonya menulis dan menyentuh hati sehingga menumbuhkan rasa cinta kasih terhadap semua orang. Dan yang jelas selain indah juga cerdas dari hal yang siple bisa bermakna besar. Pertama baca tulisan mbak Tanti tentang Ebony & Ivory langsung membuat saya bekesan. thanks

    Yuliss last blog post..MEMPERBAIKI CITRA DIRI

    DM: Iya, Mbak Yulis. Padahal belum lama lho kenal mbak Tanti itu. Aduh, baru beberapa purnama kayaknya. Musim pun belum lagi banyak berganti. Tapi terkadang banyak sesuatu yang kita pikir dan lakukan bareng dalam sehari tanpa kita tahu sebelumnya. Paling malam harinya saat di YM kita terkaget-kaget dengan apa yang kita lakukan dalam sehari itu: “Lho kok sama? Kok sama? Kok sama juga?” Haih…
    #
    Sering juga film favorit kita sama, lagu favorit kita sama, bahkan makanan favorit kita sama. Hih, jadi curiga: kami itu anak kembar yang dipisahkan. Wakakakakkk…

  20. mantan kyai says:

    mau duong hadiahnya :D

    DM: Bener mau Mas? Gampang kok. Berkunjung aja ke blog mbak Tanti… Hehe.
    #
    (Wah… Mbak Tanti, jadi banyak yang kepingin tuh. Gimana dong? Tanggung sendiri ya? Aku nggak ikutan! Hihihi)

  21. kishandono says:

    saya belum pernah dapet bingkisan, mau dong dikasih.

    DM: Ke blog mbak Tanti aja, Mas… Dia lagi bagi-bagi tuh. Bagi-bagi senyuman maksudnya… Hehe.
    #
    (Nah, Mbaaakkk…… Bener kaaannn…… Hihihi!)

  22. Chandra says:

    Hmmm…kayanya nge-blog seru ya…

    DM: Yeee… kamu mah dari dulu kerjanya mbaca blog orang mulu dan ninggalin jejak di mana-mana. Bikin blog dong… Berbagi pengalaman. Siapa yang mengira bakal banyak orang yang bisa belajar banyak darimu. Ayo!!
    (manas-manasin Chandra biar bikin blog ah…)

  23. marshmallow says:

    @tanti:
    kok susah ninggalin komen di kampung blagu?aduh, perasaan aku gak pasang syarat atau upeti (DM dodol!) apalagi sajen, mbak.
    tapi beberapa orang memang mengeluh kesulitan meninggalkan jejak di sana.
    mungkin karena sekadar jejak, ya? sebab kalau manisan mangga dijamin gak bakal susah.
    haha! teteup nyolong!

    @DM:
    ya, ya! kata-katai saja aku! kata-katai saja!
    lumayan satu posting ini aku beberapa kali kecolongan hinaan sama kamu.
    puwasss?
    ntar di kampung blagu tokoh dariel mamanda aku bikin edan baru tau rasa kamu, ya?

    marshmallows last blog post..Nonton Bareng Warga Kampung Blagu

    DM: Whaaaaaa…… Jangaaannn……

  24. prameswari says:

    eh….protes nih ama judul tulisan ini…
    bukannya mas Niel kenal nyata dulu ama mbak Tan (ehem….).
    Siapa tuh yang ngenalin (ehem lagiii…)
    baru jadi temen blogger…..
    jadi pertemanannya bukan dari dunia maya tuh….
    week…..
    (hihihi……)

    DM: Iya, memang betul De. Tapi tanpa blog, aku ragu bisa kenal sedekat ini.
    #
    Iya… Iya… Ade yang ngenalin… Tapi saat itu, apa sih yang bisa mempertautkan aku dan mbak Tanti? Nyaris tanpa komunikasi apa-apa. Begitu mulai terkait dengan blog dan YM, baru merasa betul-betul saling mengenal dari sebelumnya.
    #
    Tapi kalo soal dunia maya, ya tetap saja. Kan belum pernah ketemu sampai sekarang juga. Dan komunikasi hanya dibangun lewat media itu semata.
    #
    Lagian Maya kan sudah nggak sama Mulan lagi… (Lho? Oh, itu mah Maia Ratu ya? Hehe!)

  25. Yoga says:

    @Mbak Tanti & Daniel,
    Hehehehe… kok tahu aku di Surabaya waktu itu, pasti ini kelakuan… *nggak usah disebut ah..* ;)
    Tawaran nge-teh pocinya langsung aku iyakan mbak nggak pakai dua kali mikir. Niel, kamu tunggu ceritanya aja ya, tapi kalau inget, kalau sempat. :D

    Yogas last blog post..Black Spaghetti ala Yoga

    DM: Nunggu ceritanya? Lho? Kenapa aku mesti menunggu cerita darimu, Yog? Hihihi…

  26. qizink says:

    kaos dan manisan itu hanya dampak dari persahabatan yang manis. Dengan internet, dunia menjadi selebar monitor!

    qizinks last blog post..Kematian dan Kehidupan

    DM: Betul, Kang Qizink. Seperti yang sempat kutulis di salah satu paragraf di atas: semua itu hanyalah bendawi. Tapi makna di balik itu yang lebih punya arti.

  27. bisaku says:

    Tidak ada yang tahu sampai mana jalan cerita kehidupan berujung.
    Hanya saja, jika kita menelusuri jalannya tanpa ditemani seorang teman apalagi tanpa seorang sahabat? Semuanya nampak mubazir, serasa di kuburkan seorang diri di tanah pekuburan di ujung dunia tak tersentuh …

    bisakus last blog post..SMS Ku SMS Nya

    DM: Haih. Kata-katanya menyentuh… Thanx.

  28. luuv says:

    Aih,,,hadiahnya bikin ngiri…
    persahabatan memang bisa dijalin dimana saja dan lewat apa saja. kejujuran dan keikhlasan kuncinya.

    selamat pagi semuanya y…mas,numpang lg neh..hehehehhe

    luuvs last blog post..Taqobbalallahu Minna Waminkum…

    DM: Hadiahnya bikin ngiri? Minta di blog mbak Tanti. Hehe.
    Ya, aku setuju, tak ada kekuatan yang begitu kuat dibanding keikhlasan. Dahsyat penerimaannya.
    Selamat sore… Silahkan Mbak Lilly.

  29. Lala says:

    DM…
    Seperti yang pernah aku tulis di sini:
    http://jeunglala.wordpress.com/2008/07/17/a-little-peace-of-heaven/
    Memang teknologi itu tidak sedingin yang kita kira selama ini… (ya,ya, walaupun kulkas dan AC memang harus dingin! hihi)

    Sama seperti kamu, aku juga punya sahabat-sahabat yang (tadinya) tidak pernah bertemu secara fisik, tapi kami terasa lebih dekat dibandingkan orang-orang yang fisiknya ada di dekat kami…

    Sebagai contoh, waktu aku bikin test di sidebar blog, tentang Are You My Real Buddy… tau nggak, yang lebih tau aku luar dalam itu adalah sahabat-sahabat blogger! Bahkan GangGila pun nggak ada yang nilainya 100!

    SO, DM…
    Sahabat ya sahabat aja.
    Kebetulan saja kalau awal bertemunya dari media yang tidak melibatkan fisik. Ini cuman caranya saja, DM… :)

    Eniwei,
    @ Mbak Tanti:
    Karena aku di Surabaya, langsung ambil oleh-olehnya di mana? :D

    Lalas last blog post..tentang Pacar yang tidak romantis

    DM: Memang teknologi itu tidak sedingin yang kita kira selama ini…?
    Kita? Lho? Aku tidak pernah mengira seperti itu tuh, La. Kamu kaliii… Hihi.
    #
    Ya, aku setuju: sahabat ya sahabat saja. Mau mulai atau berasal dari mana, itu hanyalah soal cara. Maknanya tetap. Tapi nyatanya, aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat di dunia ini, ketimbang di luaran sana. Dan rasanya itu tak soal.
    #
    Kamu di Surabaya, ngambil oleh-olehnya di blog-nya mbak Tanti saja. Setiap hari ke sana. Ya! Hehe.

  30. edratna says:

    Ternyata saya agak kacau, saya pikir tasrin-kris (http://tasrin-kris.blogspot.com) dan tanti kris (http://tantikris.wordpress.com) orang yang sama….
    Kalau tasrin kris tinggal di Bandung…lha kalau tanti kris di Bandung juga?
    hehehe…bingung nama yang mirip

    edratnas last blog post..Harapan yang tak pernah padam

    DM: Hehehe. Kacau kenapa, Ibu… Tenang… “kekacauan”-nya dicurahkan ke prosa saja (Uhuy!)
    #
    Mbak Tanti alias Tanti Kris yang ini tinggalnya di Surabajul, eh, Surabaya, Bu…

  31. andalusia says:

    indah sekali Mas Daniel…
    itu juga pernah sy alami, melalui sebuah milis sastra akhirnya saya bisa bersahabat dengan salah satu pendiri Restoran Koperasi Indonesia di Paris. Dulu saya tidak mengenalnya waktu dia menghubngi lewat japri, tapi akhirnya pekenalan yg tiba-tiba itu memberi banyak arti untuk saya. Terutama memberi banyak ilmu.

    persahabatan memang indah… :)

    andalusias last blog post..Si Diary Hidup

    DM: Begitulah, Andalusia…
    Aih, rasanya aku mengenal pendiri Restoran Koperasi Indonesia di Paris itu. Hehe.

  32. Endah says:

    Jadi aku tidak termasuk karena akhiran namaku h????

    Endahs last blog post..Sweeney Todd vs Johnny Andrean

    DM: Weeehhh… itu kan cuma contoh. Agar bisa memudahkan dalam penulisan saja. Anyaman persahabatan dengan yang lain-lain pun tak kalah seru dan mengasyikan kok. Percayalah.
    Tapi kalau kau memaksa, baiklah. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Dijadikan Endahi saja ya?
    Hihihi…
    #
    Eh, lho-lho-lho, aku baru ingat. Nama lengkapmu kan Endah Tri Utami tho? Walah. Mestinya bisa masuk. Tapi, waduh, pendaftarannya sudah ditutup, Ndah. Piye?
    Wakakakakakkk…

  33. inilah satu sisi manfaat kemajuan teknologi, mas daniel, bisa memperpendek jarak dan bisa melintasi waktu yang nyaris tanpa batas. blog ternyata betul2 dunia maya yang riil, yang sanggup menjangkau nilai2 persahabatan lintasgeografis. yaps, semoga persaudaraan dan silaturahmi antarbloger terus berlanjut, amiin.

    sawali tuhusetyas last blog post..Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1)

    DM: Akur, Pak Sawali. Sangat bisa dirasakan: nyata dan ada.
    Sesenang bisa mengenal seseorang seperti Njenengan.

  34. Zulmasri says:

    maaf beberapa hari gak bw jadi ketinggalan kereta.

    persahabatan, ah jadi terharu baca postingan ini (tuh air mataku titik. uni hemma, minta baskom, eh tisu).

    persahabatan itu memang indah. ah pengen ngetok jidat, eh pintu blog mbak tanti (cari manisan)

    Zulmasris last blog post..Sastra: Antara Penilaian dan Penelitian (bagian 1)

    DM: Sampai terharu, Mas Zul? Aih… Berarti bahwa semua ini dapat dirasa, benar adanya ya?
    Eh, kok jidat mbak Tanti yang diketok? Hehe. Jangan, Mas Zul…

  35. laporan says:

    Setinggi-tingginya dunia maya, tetap tidak bisa terlepas dari Bumi. Dan dunia Maya adalah cermin pantulan dari dunia nyata. Maka makin terbukti bahwa berdiskusi dan verbalisasi justru lebih bermakna dibanding fisikly.

    laporans last blog post..Well, Come to Reality

    DM: Aih, kata-katanya manis dan dalam. Huehehe.
    Sip, Mas Aryo!

  36. Pingback: Arti Teman dan Persahabatan? « Karena Aku Bisa

  37. sandi says:

    wow.. asyiknya.. trus hadiahnya kamu bals apa nih..

    DM: Aku balas dengan tulisan ini. Hehe.

  38. Setiaji says:

    Kebutuhan dasar manusia sebenarnya bersosialisasi. Beruntung ada Blog yg bisa menembus ruang dan waktu plus strata sosial. Btw persahabatan di dunia maya memang nyata, ini cuma masalah media saja.

    DM: Ya, memang soal media saja. Teknis itu. Setuju, Kawan.

  39. nita says:

    persahabatan yg manis:)

    nitas last blog post..TANPA TANDA JASA

    DM: So sweet, yeaaahhh…

  40. Yari NK says:

    Yah… begitulah seharusnya persahabatan…. tidak menyembunyikan perbedaan….. namun justru membicarakan perbedaan2 tersebut dengan dewasa dan berkepala dingin. Yang penting keterbukaan (bukan buka2an loh…hehehe….) memang hal yang penting dalam persahabatan sebagaimana ada hal2 privacy yang harus dihormati dari masing2 individu…. mudah2an dengan begitu persahabatan dapat berjalan dengan langgeng tanpa ‘kepalsuan’ huehehehe…… :D

    Yari NKs last blog post..Di Bawah Sinar Bumi Purnama……..

    DM: Akur, Pak Yari… Sepakat tanpa syarat. Hehe!

  41. genthokelir says:

    wah suatu saat saya juga dapat kiriman dari Mas DM nih hahaha tapi kalo aku kiri kambing etawa kan bau ya mas kirim yang lain aja ya mas

    genthokelirs last blog post..Antara Uang dan Kredibilitas

    DM: Walah, kambing Etawa usia berapa dulu nih? Jangan yang usianya sudah seharga Toyota Avanza ya? Haha! *Jadi inget tulisan Njenengan itu*.

  42. prameswari says:

    mmm….gak sampe setengah bulan akan jadi nyata ……….hm hm

    DM: Jadi nyata gimana nih?

  43. shierly says:

    Wuah, kawanmu itu so swit sekale mas :)

    Saya sendiri meskipun belum mempunyai kawan yang benar2 akrab dari blog (ya iyalah, ngeblog juga belum seumur jagung :p ), tapi dari dunia maya banyak sekali mendapatkan teman untuk berbagi. Ada teman untuk chatting yang sudah saya kenal selama 8 tahun meski sampai sekarang belum pernah ketemu, tapi seolah2 dia mengenal saya jauh daripada pacar saya mengenal saya :D
    Memang kawan di dunia maya terkadang menyesatkan, tetapi itu semua tergantung dari bagaimana kita menyikapi dan menjalani pertemanan kan???
    Toh di dunia nyata juga sering kita ditipu oleh kawan sendiri meskipun tiap hari bersua….

    Moga2 kita juga bisa berkawan ya mas :)

    shierlys last blog post..Visited by Lover – Jalan2 di Bangsar

    DM: Setuju Shierly. Tergantung dari bagaimana kita menyikapi dan menjalani pertemanan itu.
    #
    Moga-moga kita juga bisa berkawan? Bukankah kini sudah berkawan, Shierly? Atau belum ya? Hehe.
    Thanx.

  44. Wuih betapa melambungnya Daniel mendapat sebuah bingkisan yang dikirimkan mbak Tanti… saya pun ingin merasakannya, tapi aku tahu diri, aku tahu bahwa aku hanyalah seorang blogger yang belum memiliki teman yang banyak dan sangat akrab.

    Daniel, biarlah semua ini lebih mencambuk dirimu agar lebih banyak mendekatkan diri pada Tuhan.. bahwa Dia masih bisa mempertautkan segala manusia yang hatinya baik…

    Oya, bisa juga tambahkan Andi di daftar teman bloggermu ya Daniel. Soalnya ‘Andi’ berakhiran huruf “i”. Hihihi..

    PS. Hari ini judulnya “comment puitis from me to you…”

    DM: Terima kasih, Pak Andi. Betul, memang ada yang mempertautkan. Dengan siapa dan bagiamana caranya yang kadang kita kerap tidak tahu.
    #
    Akhirnya i? Haih, Pak Andi ini. Haha! Boleh juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>