Ketika kita menjadi tua, waktu akan membuat kita dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai kita, sebagai ganti dari orang-orang yang kita cintai. (J. Petit Senn)

Apakah kalian selalu mengucapkan ulang tahun pada seorang teman? Pada sahabat? Saudara? Atau mantan pacar, barangkali? Kalau iya, apa tujuannya? Membuatnya merasa senang? Agar ia tahu bahwa betapa kita mengingat keberadaannya? Atau adakah cukup diingat dalam hati saja? Aih, tentu saja kalian punya seribu ragam versi jawaban sebagai pengejawantahan perasaan.

19 Oktober ini ada yang berkurang lagi umurnya. Berkurang dari apa? Tentu saja dari jatah yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Berapa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan itu? Tak seorang pun tahu. Bahkan orang yang lahir pada 19 Oktober itu pun sama sekali tak mengetahuinya.

Tapi, sebetulnya mana yang lebih tepat: berulang tahun? Bertambah usia? Atau berkurang umur? Adakah padanan yang lain? Atau sebetulnya bagaimana definisi setepatnya? Ah, kok aku jadi banyak bertanya. Lupakan.

Yang pasti 19 Oktober ini merupakan hari lahir kedua sahabat blogger-ku: Marshmallow dan Suhadi. Olala? Kenapa bisa bertepatan begitu? Ya, siapa yang bisa menduga. Bahkan Suhadi pun tidak mengira sama sekali kalau ia lahir pada tanggal yang sama dengan Marshmallow.

Saat kuucapkan selamat pada Suhadi, dan kuberi tahu gerangan siapa yang berulang tahun juga pada hari yang sama, ia pun berteriak kaget: “Oi gila”! di SMS.

Begitu pun dengan Marshmallow. Saat kuucapkan selamat padanya, ia malah bertanya: “Sudah mengucapkan pada Suhu?” (Suhu adalah panggilan kami pada Suhadi). Jadinya keduanya malah berkelindan, dan saling mengirimkan SMS ucapan di antara mereka.

Marshmallow sendiri saat ini (sedang) tinggal di Sydney, New South Wales, Australia. Sementara Suhadi tinggal di Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Giliran aku di Bandung. Bayangkan, ada berapa ribu kilometer jarak antara kami bertiga (males banget ngitungnya!). Meski demikian bertiga kami kerap cekikikan di telpon. Atau bertiga ejek-ejekan berbalas SMS dalam waktu bersamaan antara Bandung, Danau Panggang, dan Sydney. Padahal Danau Panggang lebih cepat 1 jam ketimbang Bandung. Dan Sydney malah lebih cepat 4 jam ketimbang Bandung.

Lalu, kenapa hal seperti ini mesti di-posting di blog? Ah ya. Paling tidak, kalian pun dapat melakukan hal yang sama dengan kawan-kawan terdekat kalian. Betapa pun kalian belum pernah saling bertemu dan dibedakan secara geografis serta waktu. Tapi aku yakin, itu semua tak lagi berarti, karena ada rasa di sana. Ada jalinan persahabatan yang mengikatnya.

Nah, Marshmallow, Suhadi, selamat kuucapkan atas umur-umur baru kalian. Bagaimana pun kalian memaknai hari tersebut. Ribuan terima kasih atas kemesraan selama ini. Suatu hari kita akan bertemu. Di sana. Di Kampung Blagu.

Jaga kesehatan dan bahagia selalu.

Love,
D.M.

I know I’d be wherever you are. You’re wherever I am.