Archive for November, 2008

Aku, Anak Matahari

Aku kehilangan tangan kiriku sebatas sikut di usia 11 tahun pada Oktober 1974. Setelah itu, Bapak dan Emak mempersiapkanku dengan cinta agar aku bisa menghadapi kehidupan yang keras tanpa merasa rendah diri (Gola Gong)

Orangtua mana yang menginginkan anaknya lahir cacat? Siapa pun di dunia ini tidak ada yang menginginkan mempunyai anak cacat. Semua orangtua ingin anaknya kelak menjadi orang yang berhasil dan berguna di masyarakat. Namun, takdir berbicara lain, siapa pun tak dapat menolaknya.

Begitu lah sepenggal paragraf di cover belakang buku terbaru karya Gola Gong, Aku, Anak Matahari, terbitan Penerbit Semesta (Salamadani), November 2008. Apa yang Gola Gong tulis? Novel kah? Ternyata bukan. Rupanya ia merawi sebuah memoar perjalanan hidupnya. Sebuah memoar pendidikan keluarga di mana peran orangtua sangat mempengaruhi perjalanan hidup seseorang.

Waktu aku SMP, jujur saja, gaya tulisanku bernafaskan Hilman Hariwijaya, pengarang Lupus yang tersohor itu. Apa boleh buat, saat itu Hilman dan Lupus-nya memang sedang berkibar serta sangat mempengaruhi aku dalam menulis.

Continue Reading »

What About Children Dying…

Did you ever stop to notice
All the children dead from war
Did you ever stop to notice
The crying Earth the weeping shores

I used to dream
I used to glance beyond the stars
Now I don’t know where we are
Although I know we’ve drifted far


Continue Reading »

Anda Percaya Pada Pola Kebetulan?

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it | Ketika engkau menginginkan sesuatu, seluruh semesta raya akan membantumu untuk meraihnya (The Alchemist, Paulo Coelho)

Ketika sedang melaju kencang di jalan tol bersama travel Xtrans jurusan Bandung-Jakarta, aku sedang membaca The Celestine Prophecy karya James Redfield. Meski cukup kerap mendiskusikan soal pola kebetulan dengan beberapa kawan, aku sedang tenggelam dalam Wawasan Pertama dari cerita Manuskrip di buku tersebut: peristiwa-peristiwa kebetulan yang terjadi secara misterius.

Pola kebetulan. Aha! Kalian pernah mengalami kebetulan? Pasti pernah. Hal itu sering kali kita temui dalam keseharian kita bukan? Tapi apakah kebetulan itu sekadar kejadian semata? Adakah kebetulan memiliki makna lain di balik kejadian itu sendiri?

Ada orang yang tak percaya pada kebetulan. Tak ada kebetulan di dunia ini, begitu katanya. Dengan kata lain: tak ada kebetulan yang berdiri sendiri. Ia selalu diiringi dengan maksud-maksud lain yang barangkali belum kita tangkap maknanya saat kejadian itu berlangsung.

Continue Reading »

Bingkisan dari Para Blogger

Selemah-lemah manusia ialah orang yang tidak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang menyia-nyiakan sahabat yang telah dicari (Saidina-Ali)

Dalam dua hari ini, rasanya meja kerjaku selalu kedatangan bingkisan. Setiap aku baru datang, di atas meja sudah tergolek sampul-sampul coklat yang menggoda untuk dibuka. Rupanya orang-orang sedang gemar mengirim bingkisan.

Pertama, 24 November 2008, ada bingkisan dalam sampul coklat yang dibubuhi 4 lembar perangko. Kiriman Pak Ersis Warmansyah Abbas, berupa 2 pucuk buku berjudul Virus Menulis, Zikir Menulis dan Menulis Berbunga-bunga. Keduanya karya Pak Ersis. Selama ini aku sudah dua kali mendapatkan bingkisan buku dari Pak Ersis yang baik hati itu secara berturut-turut. Pertama buku Menulis dengan Gembira dan buku Menulis Mudah –dari Babu sampai Pak Dosen.

Continue Reading »

Next Page »