<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hukum Tidak Tertulis</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: panggiring</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/comment-page-1/#comment-5079</link>
		<dc:creator>panggiring</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 17:44:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1428#comment-5079</guid>
		<description>hukum tidak tertulisku tetang laki-laki :)

mereka yang tidak/belom berani menikah adalah pengecut.

mereka yang menikah dan beristri satu adalah lelaki penakut.

mereka yang menikah dan beristri lebih dari satu, dan kemudian bertungkus-lumus memperdjoeangkan nafkan hidup keluarganya, maka dialah lelaki sejati.

hanya lelaki sejati yang bisa memajukan Indonesia :)



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Namanya juga hukum tidak tertulis, setiap individu berhak mempunyai parameter buat dirinya sendiri. Terima kasih...&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hukum tidak tertulisku tetang laki-laki <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>mereka yang tidak/belom berani menikah adalah pengecut.</p>
<p>mereka yang menikah dan beristri satu adalah lelaki penakut.</p>
<p>mereka yang menikah dan beristri lebih dari satu, dan kemudian bertungkus-lumus memperdjoeangkan nafkan hidup keluarganya, maka dialah lelaki sejati.</p>
<p>hanya lelaki sejati yang bisa memajukan Indonesia <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Namanya juga hukum tidak tertulis, setiap individu berhak mempunyai parameter buat dirinya sendiri. Terima kasih&#8230;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rinurbad</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/comment-page-1/#comment-4775</link>
		<dc:creator>Rinurbad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 11:13:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1428#comment-4775</guid>
		<description>Yang jelas aku suka lelaki..yang beda sama aku. Iya lah! Teu rame pisan kalo segalanya sama. Apa lagi disama-samain dengan selera orang lain.



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Iyalaaahhh...&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang jelas aku suka lelaki..yang beda sama aku. Iya lah! Teu rame pisan kalo segalanya sama. Apa lagi disama-samain dengan selera orang lain.</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Iyalaaahhh&#8230;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: natazya</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/comment-page-1/#comment-4731</link>
		<dc:creator>natazya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 11:13:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1428#comment-4731</guid>
		<description>hukum tidak tertulis apa pendoktrinan bias gender? hahaha

aku ta bisa masak... ga bisa jait... ga suka boneka... benci binatang dan tanaman yang merepotkan... 

still i have those things that only woman has... ;)

natazyas last blog post..&lt;a href=&quot;http://natazya.wordpress.com/2008/11/06/force-majeur-shitty-p/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;FORCE MAJEUR … SHITTY?? :p&lt;/a&gt;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Hihihi... Kok pendoktrian bias gender.
Kamu tetap perempuan, Nat... (sejauh yang aku kenal di blog) Hehe.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hukum tidak tertulis apa pendoktrinan bias gender? hahaha</p>
<p>aku ta bisa masak&#8230; ga bisa jait&#8230; ga suka boneka&#8230; benci binatang dan tanaman yang merepotkan&#8230; </p>
<p>still i have those things that only woman has&#8230; <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>natazyas last blog post..<a href="http://natazya.wordpress.com/2008/11/06/force-majeur-shitty-p/" rel="nofollow">FORCE MAJEUR … SHITTY?? :p</a></p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Hihihi&#8230; Kok pendoktrian bias gender.<br />
Kamu tetap perempuan, Nat&#8230; (sejauh yang aku kenal di blog) Hehe.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marshmallow</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/comment-page-1/#comment-4719</link>
		<dc:creator>marshmallow</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 02:37:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1428#comment-4719</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;DM: Seorang trevaller, ia mengelilingi setengah dari dunia, setengah dari impiannya. Kemana pun ia singgah, ia tak pernah merasa itu sebagai rumahnya...&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;
home is to where your heart belongs.
wherever your heart lies, that&#039;s home!
i would argue that a traveler might have more homes than you can think of, because he doesn&#039;t have to stick to a particular one throughout his life journey.
the question is: is he willing to let the heart rest for good in that home he finds?
a traveler may well not be. 

*wise man mode: on* 

(diskusinya jadi merembet deh, from tacit agreement through stereotyping to freedom, and now... traveler? masih nyambung gak ya? bodo ah, embat ajah!)



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Ya ampun, Marshmallow!! Ck! Aku kan nggak bisa Bahasa Inggirs! Hhh!&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>DM: Seorang trevaller, ia mengelilingi setengah dari dunia, setengah dari impiannya. Kemana pun ia singgah, ia tak pernah merasa itu sebagai rumahnya&#8230;</em></p></blockquote>
<p>home is to where your heart belongs.<br />
wherever your heart lies, that&#8217;s home!<br />
i would argue that a traveler might have more homes than you can think of, because he doesn&#8217;t have to stick to a particular one throughout his life journey.<br />
the question is: is he willing to let the heart rest for good in that home he finds?<br />
a traveler may well not be. </p>
<p>*wise man mode: on* </p>
<p>(diskusinya jadi merembet deh, from tacit agreement through stereotyping to freedom, and now&#8230; traveler? masih nyambung gak ya? bodo ah, embat ajah!)</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Ya ampun, Marshmallow!! Ck! Aku kan nggak bisa Bahasa Inggirs! Hhh!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ay</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/comment-page-1/#comment-4713</link>
		<dc:creator>ay</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 13:06:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1428#comment-4713</guid>
		<description>Mas Daniel,
Iya.. aku setuju, mengiyakan kalau suatu saat kita butuh pulang.. Maksudku sebelumnya juga bukan bebas yang terwelu alias keliwatan..melainkan bebas mengikuti apa yang hatimu katakan..
Hmm.. Tapi bagaimana dengan orang2 yang merasa tidak punya &quot;rumah&quot;.. Hendak kemana mereka untuk pulang??
Hehehe... Ingin tahu pendapatmu saja, Mas.. 

Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk mampir..
Senangnyaa.. :D

ays last blog post..&lt;a href=&quot;http://usevolya.blogspot.com/2008/11/pesan-singkat-tengah-malam.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;pesan singkat tengah malam&lt;/a&gt;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Seorang &lt;em&gt;trevaller&lt;/em&gt;, ia mengelilingi setengah dari dunia, setengah dari impiannya. Kemana pun ia singgah, ia tak pernah merasa itu sebagai rumahnya. Rumah-rumah tanpa alamat surat itu. Tapi ia terus saja berjalan. Menggendong ransel sarat beban. Sendiri, kesepian, terluka.
#
Tapi satu hal: kemana pun &lt;em&gt;traveller&lt;/em&gt; pergi, ia tetap merindukan pulang. Ia tetap mendambakan konsep rumah. Betapa pun jumawa ia berkata tak membutuhkan cinta, jauh di palung terdalam hatinya tetap mendamba ia tentang konsep sebuah rumah.
#
Tanyakan saja pada setiap &lt;em&gt;traveller&lt;/em&gt; yang kau temui di jalanan.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Daniel,<br />
Iya.. aku setuju, mengiyakan kalau suatu saat kita butuh pulang.. Maksudku sebelumnya juga bukan bebas yang terwelu alias keliwatan..melainkan bebas mengikuti apa yang hatimu katakan..<br />
Hmm.. Tapi bagaimana dengan orang2 yang merasa tidak punya &#8220;rumah&#8221;.. Hendak kemana mereka untuk pulang??<br />
Hehehe&#8230; Ingin tahu pendapatmu saja, Mas.. </p>
<p>Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk mampir..<br />
Senangnyaa.. <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ays last blog post..<a href="http://usevolya.blogspot.com/2008/11/pesan-singkat-tengah-malam.html" rel="nofollow">pesan singkat tengah malam</a></p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Seorang <em>trevaller</em>, ia mengelilingi setengah dari dunia, setengah dari impiannya. Kemana pun ia singgah, ia tak pernah merasa itu sebagai rumahnya. Rumah-rumah tanpa alamat surat itu. Tapi ia terus saja berjalan. Menggendong ransel sarat beban. Sendiri, kesepian, terluka.<br />
#<br />
Tapi satu hal: kemana pun <em>traveller</em> pergi, ia tetap merindukan pulang. Ia tetap mendambakan konsep rumah. Betapa pun jumawa ia berkata tak membutuhkan cinta, jauh di palung terdalam hatinya tetap mendamba ia tentang konsep sebuah rumah.<br />
#<br />
Tanyakan saja pada setiap <em>traveller</em> yang kau temui di jalanan.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rinurbad</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/comment-page-1/#comment-4706</link>
		<dc:creator>Rinurbad</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 08:07:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1428#comment-4706</guid>
		<description>Buatku, cewek yang bisa main musik lebih seksi daripada cowok yang main musik..
Kalo cowok bisa main musik, hanya indah dipandang jangan dipegang.



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Wah, setuju banget, Rin. Setuju banget!
Nggak ada alasan buat nggak setuju deh. Seksi!&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buatku, cewek yang bisa main musik lebih seksi daripada cowok yang main musik..<br />
Kalo cowok bisa main musik, hanya indah dipandang jangan dipegang.</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Wah, setuju banget, Rin. Setuju banget!<br />
Nggak ada alasan buat nggak setuju deh. Seksi!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: prameswari</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/comment-page-1/#comment-4589</link>
		<dc:creator>prameswari</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 14:30:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1428#comment-4589</guid>
		<description>777 angka hoki lo mas....
Kebetulan, ade adalah orang yang konservatif
percaya pada kodrat yang diberikan oleh-Nya
bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda, mempunyai kewajiban dan hak yang berbeda, dan punya pengejawantahan yang berbeda.....
jadi.....teteup, yang jemput tuh bagian cowok, yang nggandeng tuh bagian cowok......hehehe



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Ouw, konservatif ya? Dalam konteks apa aja nih konservatifnya? Hihihi...
Jadi berpikir: apakah perbedaan hak serta kewajiban lelaki dan perempuan itu mesti diejawantahkan pada semua hal? Hehe!
#
777 hokinya di mana? Kalau 7 langit dan 7 bumi, iya. Percaya itu.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>777 angka hoki lo mas&#8230;.<br />
Kebetulan, ade adalah orang yang konservatif<br />
percaya pada kodrat yang diberikan oleh-Nya<br />
bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda, mempunyai kewajiban dan hak yang berbeda, dan punya pengejawantahan yang berbeda&#8230;..<br />
jadi&#8230;..teteup, yang jemput tuh bagian cowok, yang nggandeng tuh bagian cowok&#8230;&#8230;hehehe</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Ouw, konservatif ya? Dalam konteks apa aja nih konservatifnya? Hihihi&#8230;<br />
Jadi berpikir: apakah perbedaan hak serta kewajiban lelaki dan perempuan itu mesti diejawantahkan pada semua hal? Hehe!<br />
#<br />
777 hokinya di mana? Kalau 7 langit dan 7 bumi, iya. Percaya itu.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: indra kh</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/comment-page-1/#comment-4582</link>
		<dc:creator>indra kh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 05:48:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1428#comment-4582</guid>
		<description>Minat seseorang, baik pria maupun wanita kerap dipenagruhi dengan lingkungannya. Ketika sejak masa kanak-kanak seseorang banyak diajak main bola oleh teman-temannya, lambat laun setelah dia menjalani akan dia suka. Saya juga memiliki seorang teman laki-laki yang hidup di lingkungan keluarga peminat masakan, ibu dan bapak serta kakaknya hobi memasak. Akhirnya kini teman saya itu menjadi koki di salah satu hotel berbintang kota kembang. 

Jadi, seorang laki-laki tak melulu harus suka sepakbola, dan bisa memainkan gitar. Seorang lak-laki pun tetap bisa memasak. Ada kebiasaan atau minat yang bisa universal. Kecuali yang bersifat mutlak. Melahirkan misalnya.

indra khs last blog post..&lt;a href=&quot;http://indrakh.wordpress.com/2008/11/05/pasar-kosambi-surga-penganan-bandung/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Pasar Kosambi Surga Penganan Bandung&lt;/a&gt;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Wah, setuju banget tuh, Kang: ada kebiasaan atau minat yang bisa universal. Nuhun ah.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Minat seseorang, baik pria maupun wanita kerap dipenagruhi dengan lingkungannya. Ketika sejak masa kanak-kanak seseorang banyak diajak main bola oleh teman-temannya, lambat laun setelah dia menjalani akan dia suka. Saya juga memiliki seorang teman laki-laki yang hidup di lingkungan keluarga peminat masakan, ibu dan bapak serta kakaknya hobi memasak. Akhirnya kini teman saya itu menjadi koki di salah satu hotel berbintang kota kembang. </p>
<p>Jadi, seorang laki-laki tak melulu harus suka sepakbola, dan bisa memainkan gitar. Seorang lak-laki pun tetap bisa memasak. Ada kebiasaan atau minat yang bisa universal. Kecuali yang bersifat mutlak. Melahirkan misalnya.</p>
<p>indra khs last blog post..<a href="http://indrakh.wordpress.com/2008/11/05/pasar-kosambi-surga-penganan-bandung/" rel="nofollow">Pasar Kosambi Surga Penganan Bandung</a></p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Wah, setuju banget tuh, Kang: ada kebiasaan atau minat yang bisa universal. Nuhun ah.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adit</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/comment-page-1/#comment-4576</link>
		<dc:creator>adit</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 17:54:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1428#comment-4576</guid>
		<description>Hukum Tidak Tertulis : Orang Brazil pasti suka bola

ini sy alami kemaren lusa, dan sampe skrng pun masih terasa aneh... waktu itu sy nanya ke kawan chatting saya yg berasal dari Brazil , ketika sy tanya apa pemain sepakbola favoritnya

dia lalu jawab, &quot;sy nggak suka sepakbola, olahraga yang saya suka adalah jiijitsu&quot;

langsung dalam hati sy bilang, &quot;nah pasti ini bukan orang Brazil, atau kalopun orang brazil pasti bukan keturunan orang asing yg tinggal di Brazil&quot;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Nah, berati teori bahwa anggapan-anggapan seperti itu dipengaruhi juga oleh geografis dan lingkungan seseorang tumbuh, ada benarnya.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hukum Tidak Tertulis : Orang Brazil pasti suka bola</p>
<p>ini sy alami kemaren lusa, dan sampe skrng pun masih terasa aneh&#8230; waktu itu sy nanya ke kawan chatting saya yg berasal dari Brazil , ketika sy tanya apa pemain sepakbola favoritnya</p>
<p>dia lalu jawab, &#8220;sy nggak suka sepakbola, olahraga yang saya suka adalah jiijitsu&#8221;</p>
<p>langsung dalam hati sy bilang, &#8220;nah pasti ini bukan orang Brazil, atau kalopun orang brazil pasti bukan keturunan orang asing yg tinggal di Brazil&#8221;</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Nah, berati teori bahwa anggapan-anggapan seperti itu dipengaruhi juga oleh geografis dan lingkungan seseorang tumbuh, ada benarnya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ay</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2008/11/01/hukum-tidak-tertulis/comment-page-1/#comment-4568</link>
		<dc:creator>ay</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 08:26:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1428#comment-4568</guid>
		<description>Seingat saya, saya tak pernah mengkotak2an manakah untuk pria dan manakah untuk wanita.
Sudah 5 bulan belakangan ini saya sedang belajar gitar. Dan sudah sejak 4 tahun lalu saya menggemari sepak bola liga inggris. Manchester United terutama. 
Lantas, apakah hal tersebut menjadikan saya tidak normal??
Menurut saya, pengkotakan itu hanya kita bersama pikiran kita sendiri yang membuatnya. Buat apa membatasi diri dan juga orang lain kalau bebas terbang itu lebih menyenangkan?

ays last blog post..&lt;a href=&quot;http://usevolya.blogspot.com/2008/11/pesan-singkat-tengah-malam.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;pesan singkat tengah malam&lt;/a&gt;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Tentu saja tidak praktis dianggap tidak normal, Ay. Justru manusia mesti bisa mengibaskan hal-hal atau anggapan seperti itu. Karena kebenaran tidak pernah mutlak sifatnya.
#
&lt;em&gt;Buat apa membatasi diri dan juga orang lain kalau bebas terbang itu lebih menyenangkan?&lt;/em&gt;
Ouw. Dalam konteks ini, aku setuju dengan kalimatmu.
Tapi dalam konteks lain, menurutku tak ada kebabasan terbang yang hakiki. Suatu saat kau butuh pulang. Suatu saat kau pasti mengiyakan hal itu.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seingat saya, saya tak pernah mengkotak2an manakah untuk pria dan manakah untuk wanita.<br />
Sudah 5 bulan belakangan ini saya sedang belajar gitar. Dan sudah sejak 4 tahun lalu saya menggemari sepak bola liga inggris. Manchester United terutama.<br />
Lantas, apakah hal tersebut menjadikan saya tidak normal??<br />
Menurut saya, pengkotakan itu hanya kita bersama pikiran kita sendiri yang membuatnya. Buat apa membatasi diri dan juga orang lain kalau bebas terbang itu lebih menyenangkan?</p>
<p>ays last blog post..<a href="http://usevolya.blogspot.com/2008/11/pesan-singkat-tengah-malam.html" rel="nofollow">pesan singkat tengah malam</a></p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Tentu saja tidak praktis dianggap tidak normal, Ay. Justru manusia mesti bisa mengibaskan hal-hal atau anggapan seperti itu. Karena kebenaran tidak pernah mutlak sifatnya.<br />
#<br />
<em>Buat apa membatasi diri dan juga orang lain kalau bebas terbang itu lebih menyenangkan?</em><br />
Ouw. Dalam konteks ini, aku setuju dengan kalimatmu.<br />
Tapi dalam konteks lain, menurutku tak ada kebabasan terbang yang hakiki. Suatu saat kau butuh pulang. Suatu saat kau pasti mengiyakan hal itu.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

