Anda Percaya Pada Pola Kebetulan?

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it | Ketika engkau menginginkan sesuatu, seluruh semesta raya akan membantumu untuk meraihnya (The Alchemist, Paulo Coelho)

Ketika sedang melaju kencang di jalan tol bersama travel Xtrans jurusan Bandung-Jakarta, aku sedang membaca The Celestine Prophecy karya James Redfield. Meski cukup kerap mendiskusikan soal pola kebetulan dengan beberapa kawan, aku sedang tenggelam dalam Wawasan Pertama dari cerita Manuskrip di buku tersebut: peristiwa-peristiwa kebetulan yang terjadi secara misterius.

Pola kebetulan. Aha! Kalian pernah mengalami kebetulan? Pasti pernah. Hal itu sering kali kita temui dalam keseharian kita bukan? Tapi apakah kebetulan itu sekadar kejadian semata? Adakah kebetulan memiliki makna lain di balik kejadian itu sendiri?

Ada orang yang tak percaya pada kebetulan. Tak ada kebetulan di dunia ini, begitu katanya. Dengan kata lain: tak ada kebetulan yang berdiri sendiri. Ia selalu diiringi dengan maksud-maksud lain yang barangkali belum kita tangkap maknanya saat kejadian itu berlangsung.

Pada tingkat hubungan emosi yang sangat dekat dengan seseorang, terkadang pikiran kita bisa kolektif. Mutual feeling. Bukanlah hal aneh, dan aku pun kerap mengalaminya, seperti misalnya ketika aku sedang kangen pada seseorang, aku memikirknya, lantas mulai mengetik sebaris SMS di layar hp. Namun tanpa nyana, orang yang kumaksud pada saat yang bersamaan, betul-betul pada saat yang bersamaan, malah lebih dulu mengirimkan SMS atau bahkan menelpon.

Ketika kita tanya: “Kok tiba-tiba ngontak?”
Jawabnya: “Lho, kenapa memangnya? Tiba-tiba kepikir aja. Pingin nelpon. Apa kabarmu hari ini?”
God…!! Kalian percaya itu pola kebetulan?

Malam itu aku meluncur menggunakan travel Xtrans ke Jakarta. Dalam kondisi sehabis sakit, paling praktis memang menggunakan travel saja. Duduk diam tenang di dalam. Apalagi aku jadi satu-satunya penumpang di mobil itu. Dan ke Jakarta jika hanya satu tujuan memang paling praktis pakai travel saja. Cuma Rp70 ribu sekali jalan. Bolak-balik Rp140 ribu.

Oke, itu soal travel. Namun kenapa travel Xtrans yang kugunakan? Bukankah ada banyak travel untuk jurusan Bandung-Jakarta? Apakah kebetulan? Entahlah. Yang pasti, tujuanku ke Jakarta adalah dalam rangka menemui Kristanti Parisihni atau mbak Tanti, seorang dokter yang blogger juga, bersama rekan kerjanya, Prameswari, seorang dokter yang tak pernah berhasil jadi blogger. Hihihi.

Aku mengenal Prameswari sebagai adik kelas ketika SMP di Jember dulu. Sementara mbak Tanti kukenal melalui Prameswari (sudah pernah kuceritakan di blog ini dalam tulisan Persahabatan Blogger, Ada dan Nyata).

Kedua dosen sebuah universitas di Surabaya ini sedang mengikuti seminar Asian Oral Health Care di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta. Menginap 2 malam di Hotel Kartika Chandra yang jaraknya tak begitu jauh dari tempat seminar. Dan satu-satunya shuttle Xtrans Jurusan Bandung-Jakarta yang beroperasi selama 24 jam hanyalah di Hotel Kartika Chandra! Kebetulan? Entahlah.

Aku sendiri baru tahu kalau travel Xtrans shuttle Cihampelas Bandung jurusan Hotel Kartika Chandra Jakarta beroperasi selama 24 nonstop. Selalu berangkat setiap 2 jam sekali. Ada tidak ada penumpang. Terbukti ketika berangkat, aku adalah satu-satunya penumpang.

“Kalau nggak ada penumpang, tetap berangkat?”
“Tetap, Pak Daniel.” ujar supir Xtrans itu ramah.

Sesampai di lobi hotel, aku menelpon kedua perempuan yang baru saja pulang (sehabis kalap) dari mal itu. Hehe. Akhirnya kami bertemu dan bersiap makan malam. Dan santap malam cukup ditempuh dengan berjalan kaki saja menuju Planet Hollywood yang letaknya masih satu komplek.

Awalnya kami masuk dan duduk di bar. Tapi karena suasananya kurang mendukung untuk kangen-kangenan (halah!), kami pun pindah ke bagian resto. Meski ada live music yang melulu membawakan lagu rock, tapi lumayanlah, masih bisa menikmati suasana.

Acara santap malam pun dimulai. Ditingkahi dengan bincang-bincang soal ini itu. Ketika sedang menikmati seruputan cappucino, tiba-tiba Prameswari merasa melihat sekelabat orang yang ia kenal di dalam bar yang hanya dibatasi oleh dinding kaca. Seorang teman SMP saat di Jember, katanya

“Di sini?” tanyaku.
“Iya.” jawabnya sembari matanya memicing memastikan apakah betul itu teman SMP-nya.
“Yakin di sini?”
“Lho, memangnya kenapa?”
“Jember kan letaknya jauh sekali dari planet bumi. Pedalaman gitu lah…” selorohku ngakak.
“Enak aja!”

Meski tangannya sudah melambai-lambai, tapi Prameswari tak berhasil memanggil pria di dalam bar itu. Akhirnya, setelah beberapa menit berusaha, tampaknya aku yang mesti turun tangan (tsah!). Aku putar badan, memastikan pria yang dimaksud Prameswari, dan mencoba memanggilnya cukup dengan pandangan mata.

Kalian tahu caranya? Sangat mudah kok. Kalau kita ingin memangil seseorang dari kejauhan, bagaimana caranya agar ia menoleh, cukup pandangi saja matanya. Entah dari sisi pelipisnya, atau langsung saja tertuju pada matanya. Kalau pesan yang kita sampaikan kuat agar ia menoleh ke arah kita, pasti ia menoleh. Tak percaya? Coba saja.

Dan betul saja, tak sampai setengah menit, pria itu pun menoleh ke arahku. Aku melambaikan tangan. Pria itu mengernyitkan mata. Aku tunjuk Prameswari. Dan Prameswari mulai memanggil pria itu dengan lambaian tangan pula. Pria itu menunjuk dadanya sendiri seolah berkata: “Saya?”

Bisa ditebak, begitu melihat Prameswari, pria itu langsung terkesiap tanda terkejut. Seolah mulutnya berkata: “Ya ampun…”
Tak lama ia pun menghampiri meja kami.

“Gigih?!” ujar Prameswari.
“Prameswari?! panggil Gigih tak mau kalah.
Keduanya pun bersalaman dan mengembangkan tawa.

“Ini Mas Daniel. Kakak kelas kita juga waktu SMP.” tukas Prameswari.
Dan aku tersenyum menyodorkan tangan. Pria itu menyambut dan berkata, “Iya. Aku inget kok. Inget.”
“Ini Mbak Tanti. Teman kantor di Surabaya.” lanjut Prameswari lagi.
“Surabaya? Tapi sepertinya aku kenal deh.” terka pria itu sembari memicingkan mata.
Aku sudah mulai menutup mulut menahan tawa.
“Kenapa?” tanya Prameswari melihatku seperti itu.
“Jangan sampai saling kenal…” aku betul-betul menahan tawa.
“Tapi aku kayaknya memang kenal.” pria itu sangat yakin.
“Nggak mungkin ah. Wong Mbak Tanti di Surabaya kok.” sergah Prameswari.

Maka kedua teman sekelas SMP itu pun saling obrol soal perjalanan hidup mereka selama ini. Aku mengambil topik lain bersama mbak Tanti.

Tapi tak berapa lama, tiba-tiba, mbak Tanti memotong pembicaraan Prameswari dan Gigih. Katanya:
“Tapi, sebentar-sebentar, aku kok kayaknya kenal juga ya…”
God!! Aku mulai menutup mulut lagi menahan tawa.

“Iya kok. Aku memang pernah liat kok. Pernah di Jember nggak?” kerjar Gigih.
“Pernah. Aku dulu dosen di FKG Unej.” (Unej adalah Universitas Jember).
“Nah, Mbak kan masih sodara dengan…”

God!! Aku sudah berdiri sembari ngakak memegangi kepala. Rupanya mereka, antara Gigih dan mbak Tanti, masih terhitung saudara yang dipertautkan karena pernikahan. God!! Kenapa bisa saling berkelindan begini. Dalam satu tempat dan waktu. Aku kakak kelas Prameswari di SMP. Prameswari teman satu kelas dengan Gigih di SMP. Dan Gigih masih terkait persaudaraan dengan mbak Tanti. Di Planet Hollywood, di sebelah shuttle Xtrans yang 24 jam, di sebelah Hotel Kartika Chandra, yang hanya sepelemparan tombak ke Balai Kartini, tempat seminar. God!! Apa makna semua peristiwa ini? Sekadar kebetulan?

Akhirnya kami ngobrol berempat mengelilingi meja. Ngobrol apa saja. Dan pikiranku masih saja mempertautkan kebetulan demi kebetulan sejak keberangkatan dari Bandung sore tadi.

Suara sedotan yang berkubang di dalam gelas cappucino sudah terdengar berderak sampai ke dasar tanda mulai tandas. Malam makin merangkak. Pertemuan pun mulai memasuki bab pembicaraan akhir. Kami berempat berdiri setelah mbak Tanti mengambil alih bill makan (weh, makasih Mbak Tanti. Makan malamnya sedap sekali! Jangan bosan ya. Hihihi).

Kami keluar Planet Hollywodd. Aku melesat ke shuttle Xtrans. Menanyakan apakah masih ada kursi untuk pemberangkatan paling dekat. Dan aku mendapatkan jawaban penuh untuk hampir semua pemberangkatan. Waduh!

“Tapi biar kami catat saja, Mas. Masuk waiting list. Biasanya suka ada yang nggak nongol meski sudah booking.” tambah petugas itu lagi, membantu.

Aku mulai nyengir kembali. Maka betul saja. Masih ada satu kursi, satu kursi lagi, yang masih kosong untuk keberangkatan ke Bandung, karena orang yang sudah booking tak nongol-nongol hingga jam keberangkatan. Kursi itu pun kusabet (tiketnya maksudnya. Bukan kursinya beneran. Ih, gimana sih!).

Mbak Tanti dan Prameswari masih menunggu di luar. Keempat mata mereka seperti menunggu jawaban: apakah aku dapat tiket atau tidak.

“Aku pulang!” jawabku tersenyum.
Secara bergantian mereka pun menggenggam tanganku.

Dalam perjalanan pulang sejatinya aku ingin kembali menekuri halaman demi halaman The Celestine Prophecy, terutama pada bab-bab awal, Wawasan Pertama: peristiwa-peristiwa kebetulan yang terjadi secara misterius. Tapi kantuk begitu cepat datang menyergap.

Aku tertidur lelap…

Catatan penulis:
Anda, ya Anda. Betul, Anda yang sedang membaca blog Penganyam Kata ini, berhati-hatilah! Karena jika suatu saat nanti kita menjadi sahabat, apakah itu suatu kebetulan? ;)

27 November 2008 | 07.00 AEST

This entry was posted in Catatan Harian, Catatan Perjalanan, Renungan and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

46 Responses to Anda Percaya Pada Pola Kebetulan?

  1. edratna says:

    Kebetulan? Sering banget…dan pernah ada yang meneliti, bahwa kita ini cuma enam putaran aja (lupa istilahnya apa).
    Siapa pengunjung blogku? Ya, berputar sekitar itu saja…bahkan ada yg ternyata berhubungan saudara, adik kelas, adik angkatan dsb nya. Padahal untuk aturan blog, jika pengunjung kita tak melebar, itu-itu aja…artinya kita bukan atau belum seorang blogger sejati….hehehe…emangnya dipikirin. Lha seperti dengan DM, ntar kalau ceritanya makin lama, jangan2 makin tahu lagi hubungan2 lainnya.

    —-Kalau kita ingin memangil seseorang dari kejauhan, bagaimana caranya agar ia menoleh, cukup pandangi saja matanya.—–

    Hahaha…kok saya jadi ingat si bungsu, agar kita bisa menyeberang aman, tatap mata si penunggang motor, pasti dia menghentikan kendaraannya. Tapi tatapan mata ini, jika sama-sama muda, bisa berakhir berantem lho…kayak temanku (mahasiswa tk.1 dulu)…”Ehh, ngapain loe lihat-lihat?”…sambil mendelik….

    (komentar makin OOT…udah ahh..)

    edratnas last blog post..Foto jepretan Toni Wahid memang beda

    DM: Nah lho, terbukti kan, Bu, kemarin sore aku sedang ngetik SMS buat Ibu. Sekadar mau tanya tentang persiapan keberangkatan ke Surabaya. Belum tekan SEND, eh lha kok SMS Bu Enny masuk tiba-tiba. Aku sering sekali mengalami seperti itu. Awalnya nggak ngerti. Lama-lama, tambah nggak ngerti. Haha!
    #
    Waduh, rasanya aku nggak ingin jadi blogger sejati, Bu. Ntar kerjanya cuma nge-blog doang. Hehe.
    #
    Kalo yang melihat si Bungsu sih, bisa jadi orang memang bakal tersipu-sipu malu untuk melanjutkan tancap gas, Bu. Hihihi.

  2. Yoga says:

    Akhirnya kesampaian juga…

    Week end kemarin? Pas PB08?

    Yogas last blog post..Catatan Sabtu 22/11/08, Dapat Ilmu!

    DM: Iya, Yug. Tapi, kok wiken sih, Yug?

  3. iJul says:

    Memang banyak kebetulan di dunia ini =))
    Ga heran kan makanya machu picchu jadi salah satu dari “1000 places to see before you die”, setidaknya buatku hehe ups… sorry…. (spoiler :p)

    iJuls last blog post..The Last Lecture

    DM: 1000 places to see before you die! Uhuuuyyy…

  4. DV says:

    Saya pernah mengalami kebetulan yang seperti itu juga.
    Kebetulan ketika aku berencana untuk ke Jakarta bertemu Pak Pram, eh pada saat itu juga Pak Pram meninggal.

    Kebetulan ketika hendak menuju ke Kuburan Karet, eh ada teman wanita cantik turun dari stasiun kereta Cikini untuk bersama-sama denganku menuju ke sana.

    Kebetulan juga di Kuburan Karet aku bertemu dengan editornya Pram meski kebetulan pula aku tak tahu pasti mana orangnya.

    Eh yang kebetulan lagi, ternyata editornya Pak Pram itu sempat suka juga dengan si wanita kawanku tadi.

    Semua serba kebetulan ya…

    Tapi bukan suatu kebetulan kalau ternyata Prameswari cantik juga :)

    DVs last blog post..Hadiah yang Menyebalkan

    DM: Keknya ada yang mesti diralat nih. Gimana ceritnya kok editornya pak Pram suka sama teman wanitamu? Hihihi…
    #
    Tapi yang pasti, komentar pertama penjemput teman wanitamu ketika pertama kali melihatnya turun dari tangga stasiun Cikini, kalimat awal yang terlontar dari mulutnya adalah: “Wah… cantik juga…!”
    (Wakakakakkk…).

  5. mantan kyai says:

    ini pasti bukan ke-betul-an yang bukan antonim dari ke-salah-an :D

    DM: Ha? Piye ki maksute?

  6. writer wanna-be says:

    Aku tidak terlalu percaya pada kebetulan, Dan! Aku percaya bahwa everything happens for a reason. Tapi bagaimana pun, sesuatu yang terjadinya tanpa kita rencanakan itu bisa menjadi sebuah kejutan yang manis.

    Kebetulan itu kupikir sesuatu yang sudah jadi rencana Tuhan tapi tak masuk dalam rencana kita.

    Semoga kejutan-kejutan manis dalam kehidupanmu itu membantu memulihkanmu setelah sakit, Sobat!

    DM: Sesuatu yang terjadinya tanpa kita rencanakan bisa menjadi sebuah kejutan yang manis? Hmm-hmm-hmm… Tapi bisa jadi kan sesuatu itu sudah direncanakan oleh Tuhan, eh?
    #
    Kejutan-kejutan manis dalam hidupku? Aha! ;)

  7. Hery Azwan says:

    Kebetulan?
    Kayaknya sering deh mengalaminya…
    Di balik kebetulan, sepertinya Yang Di Atas telah mengetahui skenarionya.
    Kayaknya aku akan menghadapi beberapa “kebetulan” minggu ini. (kebetulan kok direncanakan?). He he…

    Hery Azwans last blog post..Kecanduan Facebook

    DM: Kebetulan yang direncakan. Kalau oleh Yang Merancang Hidup, bisa jadi, Bang Hery. Tapi kalau oleh kita sendiri, khawatir berharap bagusnya mulu. Hehe.

  8. Lala says:

    Jadi ingat Serendipity…

    (udah. komentarnya gitu aja… hehehe)

    Lalas last blog post..(Aku) sayap yang tercerabut

    DM: Konsepnya bisa sebangun dengan itu, La. Tapi kalau Serendipity kan ada usaha yang dilakukan.
    Berapa kali kamu nonton Serendipity? Kalau aku tak terhingga. Hehe.

  9. catra says:

    gaya penulisannya aduhai *sambil senyum-senyum*
    temen SMP yang udah lama tidak bersua pun masih erat komunikasinya.
    hehehe, ohya SMP, senandung masa puber.
    apakah mas DM jadi primadona sekolah saat itu?
    hehehe, entahlah hanya mas DM yang tahu,
    hehehehe

    DM: Primadona? Primajasa kali, Cat. Bis jurusan BSM-Cengkareng. Haha!

  10. Yari NK says:

    Kalau kita bersahabat itu bukan suatu kebetulan, tetapi yang merupakan faktor ‘kebetulan’ adalah awal kita bertemunya di dunia blog! :mrgreen:

    Yari NKs last blog post..Manusia: Hasil Akhir Evolusi?

    DM: Padahal kita satu kota ya, Pak Yari. Hehehe.

  11. prameswari says:

    mmm…. Kebetulan ya….. Kebetulan mas mau ke Jakarta (padahal abis sakit), kebetulan nemu X-transnya en jadwalnya sepanjang hari (sebelah hotel persiss lagi), kebetulan ketinggalan kereta (itu siy…sengaja…heehehe), kebetulan mas lapar pas dateng (nemu alasan ke planet Hollywood), kebetulan mas SMPnya di Jember (gak susah nerangin ama Gigih), Kebetulan punya sohib baik hati (mbak Tan, makasiy ya….)
    ulasannya lengkap banget mas

    @ DV : aduh…makasiy pujiannya….mm cerita kebetulannya sepertinya pernah denger tuh. hehehe

    @Yoga : posisi komen mbak makin mantap aja niy. hehehe

    @Catra : betul sekali, mas Niel masuk SMP sebagai murid baru, langsung jadi primadono (kalo primadona kan buat cewek ya…hehehe)

    DM: Primadono? Aih, primadodol kaleee… Hihihi!

  12. Cak Ri says:

    Sepertinya kedua perempuan itu belum ganti baju yah abis ‘kalap’ dari mal ?….:-). Apa kebetulan juga punya baju2 itu lebih dari 1 ? oh iya tasnya baru ding…..he he he he….

    DM: Rasanya bukan karena mereka punya baju-baju itu lebih dari satu, Zal, tapi mungkin hanya itulah satu-satunya pakaian yang melekat di tubuh mereka sejak dari Surabaya. Hiiiiiiiiii…………
    #
    Sayang sekali, mestinya kita bisa ketemu ya, Zal. Lengkap dengan istrimu. So sorry deh.

  13. tanti says:

    Kebetulan-kebetulan diatas memang betul-betul terjadi, betul kan?
    Rasanya itu memang bukan suatu kebetulan,
    karena detil dari peristiwa itu betul-betul tidak direncanakan.
    Jadi, semua itu sempat membuatku betul-betul takjub dan terheran-heran.
    :)

    tantis last blog post..The Rain and Us

    DM: Hei… bukankah engkau pun tahu, peristiwa-peristiwa tersebut terjadi apa adanya. Siapa yang merancang? Kok bisa serba pas seperti itu? Ouw… mana kita tahu…
    Aku pun tak habis pikir, duhai Mbak Tanti.

  14. sydney sider says:

    ditulis pada tanggal 27 nopember 2008 pukul 07:00 AEST, ya?
    does AEST stand for australian eastern standard time?
    were you accidentally in Oz, DM?
    kenapa gak bilang-bilang?

    ya, bersyukurlah kalau tiap kejadian yang tak direncanakan itu menyenangkan.
    aku setuju dengan writer wanna-be, nothing happens for no reason, everything does for one.

    kebetulan apa lagi kali ini yang akan diantisipasi?

    DM: Kenapa nggak bilang-bilang? Bagaimana mau bilang… sejak kapan kamu bisa bangun jam 7 am, Goyuuulll… Hihihi!
    #
    Kebetulan apa lagi yang akan diantisipasi? Hahaha! Mana ada kebetulan yang bisa diantasipasi, Goyul. Gimana caranya? Bukan kebetulan lagi dunk namanya.

  15. welly says:

    kebetulan, saya rasa tidak ada yang namanya kebetulan. Semua sudah diatur oleh Tuhan, jadi tidak ada kata “kebetulan” dalam kamus kehidupan saya..

    wellys last blog post..AdReviewCamp, broker paid review setelah Reviewmu

    DM: Secara logika, ketika semua telah diatur oleh Tuhan, maka teori kebetulan memang menjadi gugur. Sepakat, Mas Welly.

  16. prameswari says:

    @Cak Ri : Hehehe…iya…sayang tasnya gak keliatan. Makasiy dah ditemenin kalap ya……

    DM: Waduh! Mestinya masang foto tas ya… Hehe. Sorry kelupaan.

  17. Yari NK says:

    @marshmallow

    Loh… bukannya New South Wales sekarang mustinya lagi AEDT? (Australian Eastern Daylight Time?)

    Yari NKs last blog post..Manusia: Hasil Akhir Evolusi?

    DM: Nah, komen Pak Yari ini untuk Marshmallow kan? Hehe.

  18. sydney sider says:

    @yari n k:
    mestinya, mas yari, karena sekarang sedang daylight saving. jadi DM di mana dong waktu itu ya? gini aja deh, waktu DM nulis itu kita mundurin satu jam, jadi sebenarnya ditulis pada pukul enam malam NSW, tapi tetap pukul 15:00 wib.
    hihi! ribet amat.

    DM: Ih, ya enggak dunk, Goyul. Jam 07:00 am AEDT berarti jam 03.00 WIB, dini hari. Kalo dikurangi 1 jam, tetap di jam 06:00 am, bukan pm.
    Ah, ribet ah! Haha!
    #
    Lagi pula, yang ngajarin AEST kan kamu. Baik sebelum daylight saving maupun sesudah. Nggak ada tuh kamu ngajarin AEDT segala macam. Justru Pak Yari yang ngasih tau. Weee…

  19. Cak Ri says:

    Lho ternyata Premeswari itu satu SMP denganmu tho Niel?……:-)

    DM: Waduh, ndak tau juga ya, Zal. Apa dia pernah bilang ke kamu kalau dia itu satu SMP dengan kita? Perasaan dulu waktu kita SMP ceweknya cantik-cantik semua kan?
    (Hihihi…)

  20. Ikkyu_san says:

    apapun namanya
    kebetulan atau bukan
    saya selalu menikmatinya
    EM

    Ikkyu_sans last blog post..Maaf terlambat 2 menit

    DM: Nah, mari kita nikmati…

  21. prameswari says:

    @CakRi: Idih…
    ada temen satu SMP ma kita juga yang gak ngakuin niy mas Niel……….
    perasaan …pas SMP, kalian berdua gak bisa dilepaskan, selalu runtang
    runtung berdua. hehehe.
    Mas Rifky mana ya….rame niy mestinya ada reunian dadakan

    DM: Ha? Lho? Justru Ade yang ngaku-ngaku satu SMP dengan kami… Haha!
    #
    Runtang-runtung berdua? Oh iya. Kami berdua memang nyaris mirip seperti mobil dan ban serep. Aku mobilnya, Rizal ban serepnya. Hihihi.
    #
    Rifki? Halah! Bikin reuini kok di blog ini.

  22. ricnes says:

    seru bgt kyknya ya bang ya…..
    pertemuan yg kebetulan sesama tmn lama….
    tapi ky ga percaya tuh kebetulan….
    direncanakan iya kali….
    oleh Alllah tentunya…..
    dan nantinya akan dtg saatnya kita kebetulan ketemu….heheheheh
    (halah katanya ga percaya yah) :)

    ricness last blog post..Lagi Deg-degan neh……!!!!

    DM: Dalam logika berpikir manusia, bisa jadi itu disebut kebetulan, Ricky. Tapi dalam konteks Tuhan, tentu semua kejadian sudah Ia atur.
    #
    Pertemuan semacam itu tentu menyenangkan. Kita tetap bisa menjaga hubungan baik dengan teman-teman kita. Bagiku tak ada istilah teman lama. Bagaimana dengan kamu, Rikcy? :)

  23. Zulmasri says:

    nggak percaya tuh.

    pertemuan di atas kan hanya kebetulan…

    eh,

    kesalahan!

    Zulmasris last blog post..Saya Seorang Guru

    DM: Hehehe. Kok aku jadi bingung, Mas Zul.

  24. goenoeng says:

    haa…? kenapa mesti berhati2 bila suatu saat bersahabat denganmu, DM ? :D
    aku juga sering memanggil orang dengan cara melihat kepalanya bila dia memunggungi, atau seperti caramu saat wajahnya tampak. ngomong2, sudah pernah mencoba mengontrol orang, dengan cara yg sama fokus lihat kepala dan niat menyuruhnya. dulu, aku selalu mencobanya dg sopir angkot, untuk berhenti dan jalan, hehehe….faktor kebetulan dia melakukannya ? entahlah…..
    eh, malam ini kebetulan aku baru walking2 blog, dan membaca postingan tentang kebetulan. hmmm…kebetulan sekali… :)

    goenoengs last blog post..buat Kin di kedamaian…

    DM: Hehehe. Itu sekadar kelakar saja, Mas Goenoeng. Kata “hati-hati” di situ lebih pada bahwa apa pun bisa terjadi di dunia ini. Seseorang yang tak pernah kita kenal sebelumnya, bisa saja menjadi sahabat yang apik di kemudian hari.
    #
    Wah, soal mengecoh kontrol seseorang terhadap dirinya memang mengasyikan. Hihihi.

  25. imoe says:

    aku percaya banget dengan kebetulan mas DM. Sejak dahulu malah. Yang paling terang dalam ingatan itu sebulan yang lalu. Tiba-tiba ada pengemis datang ke rumah, padahal aku saat itu lagi nonton di TV soal penggarukan pengemis dan sedang mikir, kenapa mesti ada pengemis di negara ini. Eh siangnya ketika aku naik angkot, sebelah aku juga ada seorang bapak pengemis yang juga naik angkot tersebut. Dan puncaknya malam hari, aku ndak tau kenapa tiba-tiba pergi makan malam di tempat yang sudah lama tak di kunjungi, dan disana ternyata barus aja aku duduk, lagsung seorang pengemis datang menyodorkan kotak infak…..waduhhhhhhhhh alam memang penuh rahasia….

    DM: Wah!! Dahsyat betul ceritamu, Bung Imoe. Betapa setiap kejadian saling berkelindan begitu. Apa makna di balik semua peristiwa itu? Bukankah ada kekuatan di luar diri kita yang mengajak kita untuk berpikir akan suatu hal. Dahsyat itu! Dahsyat! Semesta ini memang penuh rahasia. Setuju aku.

  26. kalau kita kite kebetulan jadi sahabat…

    kayaknya itu kebetulan yang terpaksa..

    secara temen temen blogku emang temen kamu semua..

    ya udah deh gitu aja DM ..yang gak mau di panggil MD..padahal sumpah deh gak di tambahin entertainment.

    DM: Kebetulan yang terpaksa? Aduuuhhh… gimana ya, Yess. Sebetulnya… Duuuhhh… Bingung nih…
    (Halah! Apaan sih! Hihihi).

  27. Juliach says:

    Hidupku penuh “kebetulan”. Kebetulan aku mengubah janji dgn klien di Perancis, hari itu juga pembantu dan eks-suami gebuk-gebukan. Saat itu kebetulan pula adik Eyang kakung meninggal dunia, jadi aku harus fight sendiri di Polda Metro Jawa utk mengeluarkan ex-suami. Harta benda habis dikeroyok orang, kebetulan masih ada orang yang kasih utangan bahkan memberi. 3 minggu setelah masalah itu, kebetulan Polisi Polda menelponku dan mengembalikan pasporku yang ditahun sebagai jaminan. Dan kebetulan akupun bisa kembali ke Perancis bertemu dengan klienku. Setiba di airport CDG, Paris, aku haus kebetulan aku tidak membawa uang sama sekali, maka aku pergi ke toilet utk minum air kran, kebetulan aku melihat ke lantai di mana ada selembar uang pecahan besar tergeletak. Keesokan harinya, aku mendatangi ASSEDIC kebetulan kantor itu memberikan uang pengguranku beberapa bulan yang ditahannya.

    Eh…kebetulan sekali ex-pacarku dosen Jember…Wakakakak……..

    DM: Wah, Mbak… betapa rentetan peristiwa dalam hidup Mbak Julia mampu membuatku terbelalak. Sampai terkelu aku membacanya. Fiuffhh. Semoga Mbak Julia selalu diberi kekuatan.

  28. Yari NK says:

    @marshmallow

    Hehehe…. mungkin mas DM ada di Queensland. Kan Queensland tetap AEST, dia nggak ada ADST. Mungkin loh…. :mrgreen:

    Btw, aku ngakses blogmu kok susah ya? Seperti terpotong gitu. Apa browser saya yg nggak beres ya? Tetapi aku pakai pc rumah, pc kantor sama notebook-ku, tetap sama, seperti terpotong gitu. Atau memang sengaja ya? :(

    Yari NKs last blog post..Manusia: Hasil Akhir Evolusi?

    DM: Waaahhh… Pak Yari bisa menebak. Dahsyat betul. Iya, Pak Yari, ada yang ngantongin aku. Hihihi.

  29. suhadinet says:

    hidupku juga penuh kebetulan ;)
    barangkali karena dunia ini hanya selebar daun kelor.

    suhadinets last blog post..Motivasi Belajar—Sensitif dan Tanggap Terhadap Siswa yang Membutuhkan Bantuan

    DM: Dauh kelor? Kenapa nggak daun pintu saja? Atau daun muda berangkali? Hihihi.

  30. @mas yari:

    tapi saya kan juga baru dari QLD kemarin, mas yari. trus kok gak kebetulan ketemu di situ kalau si DM memang di sono juga?

    buka blog saya susah? duh, kenapa ya? pake terpotong pula. ini bukan kebetulan kan? :sad:

    dan kenapa kita kebetulan jadi chatting di sini, ya?

    (jadi ingat pelajaran bahasa indonesia di SD. kata ibu guru, “anak-anak, coba buat kalimat dengan menggunakan kata kebetulan!” nah, saya buat tiga!) :mrgreen:

    disorientasi waktus last blog post..Port Stephens from Dawn to Dusk

    DM: Yakin nggak ketemu akuuu… Yakin niiihhh… Ahuhuuu…

  31. saya percaya, bahkan sangat percaya kalau kebetulan itu ada dan benar adanya, mas daniel. ada banyak peristiwa yang serba penuh improvisasi dan di luar batas perencanaan yang matang. bahkan, seringkali pula sesuatu yang telah direncanakan dengan matang berantakan di tengah jalan. kebetulan saja saat menulis komen ini yang melintas di pikiran saya kok seperti ini. ya udah saya tulis saja, hehehe ….

    DM: Hehe. Kalo apa yang ditulis di komen ini, masa’ iya kebetulan, Pak Sawali? Hihi.

  32. Ya... says:

    Wah Saya Kebetulan Lewat sini nich…
    he he

    Ya…s last blog post..10 alasan mendaftar jadi PNS

    DM: Wah… Aku kebetulan mbaca komen ini. Ya kubalas lah.

  33. mascayo says:

    saya? saya ya yang mas daniel maksud?
    ah ya … apa kebetulan juga karena saya dari cimahi lalu kelak kita jadi sahabat ?

    mascayos last blog post..Lidah saya keseleo

    DM: Hehehe. Aku kira bukan soal geografis, Mascayo…

  34. Rinurbad says:

    Aku termasuk yang nggak percaya kebetulan. Seperti kata seorang master di film Kungfu Panda, “There is no accident.”

    DM: Karena semua dan segala di dunia ini sudah ada skenarionya, tentu tak ada lagi kejadian yang disebut kebetulan. Barangkali begitu, Rin.

  35. Ya, kebetulan adalah sesuatu yang terjadi ketika kita tidak pernah merencanakannya dan ini rasanya terkadang kita pernah alami

    achmad sholehs last blog post..Saat Kesempatan Menjadi Barang Langka

    DM: Kalau direncanakan oleh manusia, barangkali bukan kebetulan lagi namanya, ya Mas Achmad.

  36. Ratna says:

    Xtrans, Planet Hollywood, teman-teman, capuccino, kebetulan, free bill…. Aiiiih!

    DM: Aiiihhh…

  37. Yulis says:

    Seneng sekali baca tulisan mas DM kali ini, kebetulan-kebetulan yang menyenangkan.. :) Sepertinya mas DM paling banyak mencatat record kopi darat nich. Dan sepertinya mas DM memang bisa bergaul dengan semua jenis dan pribadi orang yang berbeda-beda.. :) Saya pun merasa mengenal mas DM sebagai pribadi yang menarik dari blognya. Thanks

    Yuliss last blog post..THANKSGIVING WEEKEND

    DM: Banyak mencatat record kopi darat? Aih, nggak juga lah, Mbak… Aku justru punya kesulitan bertemu dengan orang yang belum kukenal sama sekali.
    #
    Tapi tidak bisa tidak, komen Mbak Yulis bikin aku tersenyum-senyum sendiri. Ada-ada saja, Mbak Yulis ini…
    #
    Thanx, Mbak Yulis. Flu-nya sudah sembuh?

  38. icha says:

    ck.ck..ck…ck…ke jakarta kok ndak ngasih kabar…padahal aku lagi buat kue coklat hahahahahaha

    ichas last blog post..persembahan dari dapur

    DM: Lhaaa… kalau ngasih kabar, aku khawatir kamu malah bikin kue coklat dengan kuantitas melebihi rencana awal, Lis. Hehehe. Iya deh, lain kali ngasih kabar… (tetap bawa kue coklat tapi! Hihi)

  39. dewisang says:

    kata si Alchemist keren bgt, n i believe that

    DM: Sudah baca bukunya?

  40. nh18 says:

    Aku setuju dengan EM …

    Entah Kebetulan … Entah Kebenaran …
    Apapun itu …
    Kita Nikmati saja …
    Seraya terus bertanya terheran-heran … Kok bisa ya … Kok bisa gitu loh …

    Salam Saya Mas Dan …

    nh18s last blog post..A WHOLE LOTTA JAZZ

    DM: Hehehe. Jadi kita nikmati saja ya, Pak NH.
    Salam hangat, Pak NH.

  41. kebetulan……(wuaaaaah……..), e..eiehh, apakah dq dah bangun dr tidurku?

    Nyante Aza Laes last blog post..RSCD (Rumah Sakit Capek Deh……)

    DM: Waduh! Jangan-jangan nulis komen ini masih lagi tidur? :D

  42. dyahayu says:

    Saya sering mengalami kejadian seperti itu.Tapi saya termasuk yang berpendapat tidak ada KEBETULAN di dunia ini, karena SANG PENCIPTA telah mengatur semua dengan sedemikian indahnya……..Malam Mas DM salam kenal ..saya menapak jejak Mas DM dari Mas GOENOENG…

    dyahayus last blog post..SEBATAS IMPIAN

    DM: Kalau kita bicara dalam konteks Ketuhanan, tentu tak ada apa yang disebut dengan kebetulan, Mbak Dyah.
    #
    Salam kenal kembali. Senang telah dikunjungi. Terima kasih…

  43. ay says:

    Aku sudah baca alchemist – paulo coelho. Dan aku suka sekali dengan semua karyanya. Baguuuss.. [Veronica Memutuskan Mati, Devil and Miss Prym, Eleven Minutes..]

    Masalah kebetulan2 itu, kalau kata Gede Prama.. Kebetulan itu hanyalah sesuatu yang belum tertangkap maknanya.. Dan aku percaya itu..
    Itulah mengapa saat ini aku selalu berusaha untuk peka atas apa2 yang terjadi setiap harinya.. Menyenangkan.. ketika bisa menemukan benangmerah dari rangkaian peristiwa..

    Yang aku yakini, sekecil apapun yang hadir di hadap penglihatanmu, tersimpan makna yang hanya akan terlihat jika kau mau melihatnya.. :D

    ay, terakhir menulis tetap sama

    DM: Ya, setiap apa yang terjadi, tak jarang menyimpan suatu makna yang terkandung di dalamnya.
    Bagaimana dengan The Fifth Mountain, Zahir? Sudah membaca juga, Ay?

  44. Pingback: does it only happen in the movies? « the blings of my life

  45. erza says:

    kalo untuk memanggil orang dari jauh dengan menggunakan trik yang disebut “Kalau kita ingin memangil seseorang dari kejauhan, bagaimana caranya agar ia menoleh, cukup pandangi saja matanya.” sudah pernah saya praktekin dan berhasil…

    Dan ini juga kebetulan saya klik kemari lalu nemuin tulisan seperti ini walau sudah lama kayaknya…

    erza, terakhir menulis Permata Yang Hilang…

  46. jingga says:

    Salam kenal, Pak Daniel …

    Jadi ingat puisi ini . Tentang pertemuan di dunia maya yang ‘tidak kebetulan’. maksudnya, ‘tidak ada kebetulan di dunia maya’ hehehe ^^

    I believe we met people in our lives
    not by chance,
    not by accident,
    but by destiny.

    It is a conspiracy of all the
    forces in the world to make it happen.
    I met you not by a stroke of luck,
    not by the click of the mouse,
    not by the scan and search via personal computer
    but by a stroke of fate.

    I may not know you that much yet,
    but I know it is destined,
    and I know that well get to know more of each other as the day passes.

    And as I look at the picture
    that was attached to your file
    I cannot stop myself thinking
    when I could hardly see you or meet you personally.

    By that looks that attached
    I know your such a good pal, and
    I am very thankful that I found the friend in you….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>