Lelaki dan Telaga

Akhir-akhir ini aku jarang menulis ‘Lirik Penggugah’ dalam blog ini. Biasanya kalau sedang gandrung pada sebuah lagu, langsung posting begitu saja. Karena sebuah lagu yang sedang menari-nari dalam kepalaku biasanya merupakan gambaran warna perasaanku saat itu.

Namun kadang aku juga berpikir: tulisan seperti itu apa manfaatnya bagi pembaca ya? Seperti tidak memberikan kontribusi apa-apa bagi pengunjung yang mampir. Apa ada pelajaran yang bisa dipetik… Masa’ apa yang kurasakan di hati kok disodor-sodorkan ke publik. Itu mengapa aku mulai jarang menulis ‘Lirik Penggugah’ di blog ini.

Akhirnya aku malah mulai memasang lagu bahkan video dari imeem. Sehingga perasaanku saat itu bisa terwakili lewat lagu atau video yang kupasang. Dan lagi ketika sedang nge-blog bisa ditemani tembang yang berdentang-dentang menyelebungi atmosfir pikiran.

Ketika tengah malam biasanya aku memasang lengkingan suara Enya atau aransemen dahsyat dari London Symphony Orchestra. Tapi begitu hari memasuki jam 6 pagi, jika dalam kondisi normal (di rumah, di kantor, atau dapat akses internet secara leluasa di perjalanan), tembang sudah harus kuganti dengan beat yang lebih riang (lagu sendu tak baik untuk memulai hari).

Nah, sejak kemarin malam aku sedang tergila-gila dengan tembang Lelaki dan Telaga-nya Franky Sahilatua. Entah sudah berapa ratus kali lagu ini menyambar-nyambar telingaku. Menemani menit demi menit. Jam demi jam. Dari tarikan nafas ke tarikan nafas berikutnya. Cinta sekali aku dengan lagu ini (Thanx Mas Franky, sudah menciptakan dan menyanyikan lagu yang begitu cantik!).


Jadi, lagu ini merupakan gambaran perasaanku saat ini? Entahlah. Bisa jadi iya. Yang pasti lagu ini sepertinya bakal kupertahankan sampai beberapa hari ke depan di bagian “Tembang Hari Ini”.

Dan sekali lagi aku ingin minta maaf pada kawan-kawan yang sudah dengan baik hati berkunjung ke mari. Seminggu terakhir ini waktuku memang cukup tersendat untuk melakukan kunjungan balasan. Kondisi kesibukan yang memang tak memungkinkan. Tapi insya Allah, setelah postingan yang satu ini, aku akan datangi semua blog teman-teman. Ribuan terima kasih kuhaturkan.

Maka aku tidak tahu, apakah postingan seperti ini bakal ada manfaatnya atau tidak bagi pembaca. Tapi, sesekali bolehlah kita berdendang sejenak. Biar kesunyian hati bisa cepat terobati. Bukankah begitu? Yuk ambil suara…

Lelaki dan Telaga
Franky Sahilatua

.

Lelaki hanya berdiri, di tepian telaga
Menyusuri kesunyian hati, ada rindu dalam hatinya
Ada embun jatuh setitik, di ujung hatinya

.

Pada air ia berkaca, membayangkan kekasih
Bersandar pundak di sisinya, ranting jatuh air memecah
Di dalam lingkaran air, lelaki sendiri…

.

Pada embun ia bertanya…
Pada ranting ia bertanya…
Untuk apa bertemu kalau nanti berpisah
Untuk apa bercinta kalau nanti bersedih
Ranting tertunduk membisu
Embun terdiam kelabu

Di tepi telaga, di sebuah kota, 17 Desember 2008.

This entry was posted in Lirik Penggugah. Bookmark the permalink.

32 Responses to Lelaki dan Telaga

  1. weh, udah kelar proyek roro jonggrangnya?
    udah sempat posting tulisan baru, berarti udah mulai santai dong?
    bagus deh.
    lagu memang bisa membawa suasana, dan lagu dengan beat yang cepat bisa menyemangati.
    selamat pagi deh buat DM. have a great great day!

    marshmallow saja, terakhir menulis Wisata Gua, Jenolan Cave

    DM: Ha? Siapa bilang udah kelar? Justru masih dan makin menggunung. Posting tulisan kan nggak berarti sedang santai. Justru terkadang menulis di tengah jadwal sibuk ketat. Biar pikiran nggak butek dan ngalir lagi, ya menulis. Begitu lho, Goyul jeleeekkk…

  2. mantan kyai says:

    kadang aq jg bgung blogku punya manfaat apa ya bagi pengunjung. aq jg mo posting bginian aah :-D

    DM: Wah, jangan bingung, Mas. Kalo sampeyan bingung, aku nanti ikut bingung. Hehe.

  3. kenapa kata-kata yang selalu terdengar di kepalaku itu bunyinya “lelaki di dasar telaga” bukannya “lelaki di tepian telaga”, ya?
    ini nih kalau keseringan baca cerita forensik. bayanganku tuh lelaki yang tenggelam di dasar telaga mulu tiap dengar lagunya. trus jadi berasa ibaaaa banget…

    *reformat otak*

    marshmallow saja, terakhir menulis Wisata Gua, Jenolan Cave

    DM: Iya, tenggelemin aja aku, tenggelemin! Sampe ke dasar!
    Goyul dodol!

  4. DV says:

    Blog harus bermanfaat ?
    *manggut-manggut* Menggaet wanit.. uhmmm.. oh no…
    Selamat siang Tuan Besar, masih ingat saya ?:)

    DV, terakhir menulis Tentang Plat Nomor

    DM: Selamat siang? You siapa ya? Coba kuingat-ingat dulu.

  5. AL says:

    Widih, saya gak ngerti lagu ini. Kata teman saya, ini lagu jaman saya SD.

    AL, terakhir menulis Berhadapan dengan Manusia

    DM: Hihihi… Zaman Bu Guru Al SD, aku sedang di mana ya…
    (Aku juga masih SD kok… Du-du-du-du-du…)

  6. omoshiroi_ says:

    saya rasa mempost hal spt itu ttp ada manfaatny..bisa jadi itu referensi bg org lain ttg adany sbuah lagu..atau mewakili perasaan pembaca yg sdang merasakan hal yg sama..saya rasa apa pun itu ketika bkan swatu hal yg negatif,pst mmbw swt kmanfaatan..tgantung dr sisi mana kita melihatnya

    omoshiroi_, terakhir menulis Kata Sakti

    DM: Wah, begitu ya? Hmm-hmm-hmm… Baiklah. Jadi aku nggak ngecewain-ngewain amat ya dengan model tulisan yang kadang kuanggap “kosong”. Wah, tengkyu argumennya.

  7. carra says:

    wew… aku sih juga suka posting tentang lagu yg lagi jadi moodku mas DM… tapi yah aku sih ga terlalu mempedulikan apa manfaatnya buat pembaca… hehe… tapi adaaaa aja tuh ternyata yg grespon… ada yg minta mp3 nya ada yg juga suka ma lagu itu de el el lah ^^ … buatku sih yg penting aku lagi share apa yg aku rasain aja sih…

    btw… kunjungi carra di dunia barunya carra yah ^^ ng… ada oreonya loh :P

    DM: Jadi tetap ada manfaatnya ya, Carra? Oke…
    #
    Heeee…. Blog baruuuuuuu…… Aku sudah ke sana! Wah, kereeennn… Fiturnya asyik.
    Eit, inget: Oreo-nya. Tanpa melamin! :p
    Thanx, Carra.

  8. prameswari says:

    Lagu-lagu Franky Sahilatua selalu dekat dengan alam
    dan selalu menyiratkan kerinduan
    di Tepi telaga ngapain mas…..hehehe

    prameswari, terakhir menulis Wawancara dadakan dg sang penulis The Blings of My Life

    DM: Di tepi telaga? Ya nyanyi laaahhh…

  9. mascayo says:

    ah yaa sekali-kali haruslah berdendang .. biar hati jadi riang .
    Sehat selalu ya bang ..

    mascayo, terakhir menulis gustTALKS Sepatu Terbang melayang ke muka Bush

    DM: Lho, terus ini SMS siapa, Bang? Kok pesannya pake sayang-sayang? :p

  10. edratna says:

    Saya suka mendengarkan musik (lagu), untuk latar belakang kalau lagi menulis, belajar, bikin proposal…tapi ga pernah memperhatikan artinya (apalagi nyanyi…suaraku bakal membuat telinga orang lain sakit perut….:P).

    Blog bermanfaat? Ahh blogku cuma isinya gado-gado, suka-suka…kadang pengin agak serius, kadang lagi pengin menulis remeh temeh, kadang ada selipan pesannya (mudah2an sampai pada yang dituju)…..entahlah nggak pernah mikir bagus atau bermanfaat nggak ya bagi pembaca. Pernah sih, pas lagi kosong kerjaan, berlagak mau belajar nulis fiksi…tapi kayaknya ga bakat deh, mendingan biarkan apa adanya. Tapi yang jelas nulis di blog bikin hati senang, kadang menemukan teman baru, atau teman lama yang berpisah sekian lama…dan baru-baru ini mantan bosku (Direktur yang sekarang jadi konsultan ADB).

    edratna, terakhir menulis Menjadi “bisa” karena kebiasaan atau karena terpaksa?

    DM: Iya Bu, aku tuh termasuk orang yang nggak bisa hidup tanpa musik. Hampir semua kegiatanku bermusik. Bahkan mandi sekalipun. Kapan-kapan pingin maksa Bu Enny nyanyi ah…
    #
    Kalau salah tolong aku dibetulkan ya, Bu. Aku kadang berpikir: alangkah egoisnya aku jika membiarkan pengunjung mesti membaca sesuatu yang remeh temeh tentang hal pribadiku. Mungkin aku berlebihan, tapi memang, pada setiap tulisan, aku selalu ingin membuat pembaca dapat memetik suatu hal. Paling tidak ada manfaatnya bagi pembaca. Itu mengapa, meski menulis tentang kegiatan personal sekalipun, aku kerap membalutnya dengan tema tertentu. Sehingga tetap ada grand tema.
    #
    Contoh paling mudah yang dapat kusodorkan adalah tulisan-tulisan mbak Imelda. Biasanya ia kerap menulis tentang hal-hal personal, kegiatan sehari-hari. Entah itu anak-anaknya, kehidupan di Jepang, atau dirinya sendiri. Namun ada tema yang ia sodorkan. Entah itu hari peringatanlah, sejarah, kebiasaan, atau apa pun yang justru sangat informatif. Jadi asyik aja mbacanya.

  11. Ikkyu_san says:

    Yang penting kan sudah berusaha memberikan “sesuatu” pada pembaca. Soal itu berguna untuk mereka atau tidak, urusan belakangan. Karena kita tidak bisa menyenangkan semua orang tanpa mengorbankan inspirasi kita.

    Franky dan Jane…. selalu enak mendengar lagu-lagu mereka. Bertemakan alam, lingkungan dan kehidupan. Saya ada 2 album CD mereka dan pernah saya upload di Multiply.

    Lirik penggugah…kenapa tidak? Buktinya pernah suatu waktu lirik yang saya pasang di blog sama dengan lagu yang kamu putar bukan? Kebetulan?

    tabik
    EM

    Ikkyu_san, terakhir menulis Aku Melangkah (Lagi)

    DM: Aduh aku sepakat sekali itu: kita memang tidak bisa menyenangkan semua orang.
    #
    Pernah up load di multiply? Whaaa… minta url-nyaaa…
    #
    Soal lagu You Are Not Alone itu? Iya, hehe. Bisa pas gitu ya. Lagi muter lagu itu, trus datang ke imelda.coutrier.com, eh, lho kok posting tentang lagu itu. Hampir isded aku waktu mbacanya. Haha!

  12. tanti says:

    DM lagi berdiri di tepian telaga?
    ada rindu dalam hatinya?
    rindu pada siapa?

    du-du-du…..
    *bersenandung*

    tanti, terakhir menulis What a Small World

    DM: Tentu saja padamu, Mbak Tanti. Pada siapa lagi… Huh, Mbak Tanti ini!
    .
    Eeeeeekkkkk…..
    *bersendawa*
    (Masuk angin soalnya, kelamaan di pinggir telaga :p )

  13. goenoeng says:

    1. lelaki dan telaga…. hmm, ada apakah denganmu , Dan ? rindu ? membayangkan kekasih ? heheheh….
    2. Enya ? kebetulan….aku baru menikmati ‘Stars and Midnight Blue’, pas nulis komen ini. sama itu, Dan….coba ‘Joanie Madden – Lord Mayo’, atau Seamus Ennis itu juga enak, nuansa Irish-nya yang ‘ndesa ngayemi ati’ juga kental, ada Irish pipe plus tin whistle nya. kadang2 kalo menjelang tengah malam ganti The Gregorians, hehe…gak mudeng tapi enak didengar dan di hati.
    3. Di tepi telaga, di sebuah kota, 17 Desember 2008. Telaga Warnakah ?
    4. blog-ku ngasih kontribusi apa ya buat pembaca ? hhm….nggak tahulah…..
    yang penting aku enjoy mempekerjakan diriku untuk menulisinya.

    *selamat beristirahat sejenak, kawan*

    DM:
    1. Emh… duh, gimana ya… (hayah!)
    2. Nah-nah-nah… Sepertinya kita nyaris punya selera musik yang sama, Goen. Aku sangat suka musik-musik new age. Secara pribadi aku menyebutnya ‘musik pengolah jiwa’.
    3. Eh, sebetulnya aku itu mau nulis di tepi telaga, atau di tepi tegalan ya? Hehehe.
    4. Yup. Yang penting memang kita merasa enjoy dalam menuliskannya.
    .
    Istirahat? Apa itu? Kata kerja?

  14. lagu2 franky s. termasuk salah saltu lagu kesayangan juga, mas daniel, hehehe …. baru kali ini dalam soal musik, mas daniel sama seleranya dg saya, hiks. lirik2nya sarat dng kritik sosial dipadu dg muski country model indonesia yang tertata apik. selamat menikmati “lelaki dan telaga”, mas daniel, semoga inspirasi makin terus mengalir begitu asyik masyuk pada lirik ini, hehehe ….

    DM: Lha, kok ‘hiks’? Kan kita akhirnya jadi bisa menemukan selera musik yang sama, Pak Sawali? Hehe.
    Ya. Franky Sahilatua memang salah seorang penyanyi yang kukagumi, Pak Sawali. Selain tema-tema lagunya, suaranya itu lho, duh, bikin guyuuubbb… rasanya. Sayang, baru beberapa kali ketemu, dan belum banyak yang bisa diobrolkan.

  15. Zulmasri says:

    franky? petikan gitar dan larik-larik lagunya cukup dahsyat. apalagi lagu-lagu duetnya bareng jane. asyik….

    DM: Menghanyutkan, Mas Zul…
    Wah, senangnya, akhirnya Mas Zul nongol lagi.

  16. maaf ya DM…

    aku rasa postingan kali ini ..kamu bener bener curhat!!!

    mari kita simak…

    untuk apa bercinta
    kalao nanti berpisah..
    ranting pun diam
    kelabu

    Jahhhhhhhhhhhhh

    Anyway…

    kalo akuuuuuuuu
    yang emang isi blognya curhat dan muntahan hati semuaaaaaaaa

    AKu malah suka banget sama postingan ini DM :)

    DM !!!

    ADa apa!?!?!?!

    yessy muchtar, terakhir menulis Tentang lagu cinta sepanjang masa…Versi Yessy

    DM: Kamu malah suka tulisan yang model-model gini ya, Yess? Dan ini kategorinya curhat ya? Hehehe. Nggak ngerti deh aku.
    #
    Nggak ada apa-apa, Yeeesss……

  17. Hejis says:

    Blog mesti memberikan kontribusi buat orang lain? Jadi malu sendiri. Lha wong blog saya ngaco abies. Kadang2 ingin berbagi tentang pelajaran kehidupan juga sih.

    Ngmg2, lagu “Lelaki dan Telaga” dari mas Franky ini membuat saya melayang2 lagi lho mas Daniel. Dulu pernah punya kasetnya trus molor karena keseringan disetel dan diulang2. Terima kasih menyajikan lagu ini. Kalau bisa jangan diunpublish dulu biar saya menikmatinya agak lama. he..he.. Salam hangat mas. :D

    Hejis, terakhir menulis CERBUNG (Cerita Bikin Kembung) Ver. 2.0

    DM: Aku sampai nggak ganti lagu demi Pak Hejis minta di-unpublish lho… Hehe.
    Tapi pagi ini (20 Des 2008 | 00.54) mesti kuganti dulu sejenak, Pak Hejis. Soalnya temanya sedang ada yang ulang tahun. Namun jangan khawatir, kalau perlu aku bisa kasih url-nya kok. Biar bisa terus didengarkan.
    Salam hangat kembali, Pak Hejis.

  18. omiyan says:

    kembali ke masa lalu…hehehehe

    omiyan, terakhir menulis 2 Perbedaan 1 Hati (Sepenggal Kisah Cinta Bag.2)

    DM: Nostalgia sejenak lah… :)

  19. Yoga says:

    Sebetulnya dulu paling enggan berkomentar, kalau kau tulis puisi atau tembang. Sebab rasanya terlalu menyentuh privacy-mu. Meski kadang tergoda juga, seperti saat kau tulis lirik lagunya Sting, dan dibeberapa puisimu. Aku pikir, sesekali boleh juga berkomentar, toh yang punya Blog pun tak menutup forumnya.

    Idealnya tulisan di Blog harus bermanfaat untuk orang lain. Dan, betul nggak Blog itu plesetan dari Log aka catatan seseorang yang ditempatkan di dunia maya? Dari definisi ini, kupikir wajar dan manusiawi jika curahan hati muncul juga. Jangan dipikir syair yang ditulis atau lagu yang dimuat disini, tak berguna bagi orang lain. Setidaknya, kau sudah mengenalkan keindahan dan mengajak orang merenung. Sudahlah, tulislah apa yang ingin kau tulis (ingat nasehat PAT), tampilkan, apa yang ingin kau tampilkan. Kami akan selalu menikmatinya. :D

    Yoga, terakhir menulis Ketika Wain Besar Surut

    DM: Nah, itulah yang membuatku kerap berpikir: tulisan seperti itu apa punya makna…
    Kalau aku posting sajak, memang tak pernah mau kukomentari balik. Karena yang kutulis adalah sajak. Dan pembaca boleh punya intepretasi seluas-luasnya. Aku pun punya hak untuk tak mencampuri intepretasi pembaca. Jadi ya silahkan saja.

  20. Lala says:

    Ah, DM…

    Aku juga mikir gitu.
    Sempet yang sebel, kenapa harus sampai segitunya, sih? Padahal blog adalah online diary, seharusnya, sih, menulis saja… apa saja… Yang suka baca.. boleh tinggalin komentar. Yang nggak suka ya silahkan pergi lagi.

    Kadang kalau memikirkan ini, bikin stress sendiri, DM. Hendak menulis, yang ada malah pikiran: apa ini penting buat mereka ya? Apa bakal ada yang baca? Berguna nggak ya omelan aku hari ini?

    Kamu masih mending, DM. Tulisan-tulisanmu nggak murni curhat kayak tulisan-tulisanku. Tidak informatif; tidak seperti blognya DM atau Sis-ku yang baik itu.
    Hmm.. well I guess, setiap orang memang memiliki ciri khas masing-masing, kan? Ya sudah lah…

    It’s a blog.
    It’s YOUR blog.
    Asal nggak menciptakan kerusuhan (misalnya kamu tampilin photo2 nude dirimu yang pasti nggak banget ituh! wakakaka), menimbulkan perselisihan yang sifatnya terlalu SARA… so what?
    HIdup DM!
    Tulis apa yang ingin kamu tulis, yah!

    ..dan ya, jangan lama2 di pinggir telaga. Ntar dipikir penunggu telaga! :D

    Lala, terakhir menulis a morning chat (and I miss you too)

    DM: Paragraf pertamamu boleh juga, La. Ada benarnya. Akan kuingat-ingat.
    Betul, orang memang punya ciri khas masing-masing. Dan itu memang yang bakal dikenal orang, melalui karakter blog-nya.
    #
    Lha, aku memang penunggu telaga. Hiiiiiiiii…………..

  21. Yoga says:

    Sebetulnya dulu paling enggan komentar kalau kau tulis puisi atau lirik lagu, merasa nggak nyaman mengomentari sesuatu yang personal. Tapi akhirnya beberapa kali berkomentar juga, karena iseng atau ingin tahu, meski tetap tak nyaman, dan karena toh yang punya Blog memberi kesempatan. Maaf Niel, mestinya aku bisa mengapresiasikan dengan lebih baik, bukan hanya karena dua hal itu.

    Idealnya tulisan di Blog bermanfaat bagi pembacanya. Ya, sih. Betul tidak Blog itu plesetan dari log aka jurnal? Bagiku Blog adalah catatan seseorang yang diletakkan di dunia maya, jadi wajar, kalau curahan hati pemiliknya muncul. Lantas siapa bisa bilang, puisi dan lagumu tak berguna bagi pembaca? Kami bisa belajar keindahan dan turut merenung. Sudahlah tulislah apa yang ingin kamu tulis, tayangkan apa yang ingin kamu tayangkan, kami akan selalu menikmatinya. :D

    Yoga, terakhir menulis Ketika Wain Besar Surut

  22. Yoga says:

    Ya ampun double posting! Silahkan dihapus salah satu. Hai! Nampaknya, waktumu sedikit lebih luang. Semoga cerah harimu dan cerah hatimu.

    DM: Luang? Haih…

  23. Zulmasri says:

    lagu terakhir franky apa ya mas? lama gak dengar kabarnya….

    Zulmasri, terakhir menulis Reuni (2)

    DM: Aku ini penggemar Franky yang nggak hafal urut-urutan albumnya tapi tau lagunya, Mas Zul. Jadi kurang tau yang terakhir apa.
    #
    Di Kompas beberapa minggu lalu ada liputan tentang Franky dan rumahnya, Mas Zul. Ada beberapa ulasan tentang lagu-lagu terbarunya yang hendak dikeluarkan.

  24. goenoeng says:

    istirahat ? kata kerja ?
    whalah……..

    DM: Iya, aku nggak tau artinya, Goen.

  25. Yoga says:

    Oh masih tetap bergelar manusia super sibuk ya? Good! :D
    Ya udah deh, selamat sibuk, semoga proyek-proyek Roro Jonggrang bisa segera dituntaskan oleh Bandung Bondowoso aka Daniel Mahendra. :)

    Yoga, terakhir menulis Ketika Wain Besar Surut

    DM: Seribu candi!

  26. Rindu says:

    Lagi jatuh cinta ya mas? :)

    Rindu, terakhir menulis Dalam Pelayaran Waktu

    DM: Jatuh cinta? Artinya apa itu, Is?

  27. imoe says:

    Hahahahah setuju RINDU…mas DM lagi jatuh cinta tuh…hahahaha

    imoe, terakhir menulis …biadab…

    DM: Hayaaahhh… Jatuh cinta sama siapa, Bung Imoe… Ngegosip aja nih… ;)

  28. nh18 says:

    Berfikir keras … !
    Yang mana ya yang lagunya Lelaki dan Telaga itu …

    Hmmm mungkin karena aku bukan penggemar lagu Balada …

    Salam saya

    nh18, terakhir menulis ICE BREAKING #2

    DM: Waduh, sayangnya nggak kutautkan di postingan ini ya, Pak Nh. Malah di luar.
    Mestinya di sini memang.

  29. dewisang says:

    lagu…yang sedang aku gandrungi biasanya di posting…..atau pas abis liat konsernya..wis serasa ga’ ada lagu lain deh……tiap saat yg dinyanyiin ituuuuuu aja….tau ada manfaatnya ga’ ya…lagunya sih masih yg anak muda getooooh…

    DM: Hehe. Itulah yang kerap kulakukan sebenarnya.

  30. icha says:

    *colek dikit lelaki di tepi telaga….

    ati2 kecebur yo mas…

    DM: Lha, dicolek-coleh kecebur beneran! Wong kamu nyolek-nyolek pake ujung tombak!

  31. ricnes says:

    ga bisa komen apa neh…..
    tp ttp mau nulis jd ini deh hslna bang …..
    maap klo dah “ngokorin aja”
    *nymbi ttp telinga biarga dgr omelanna bang Danil*

    DM: Hehehe. Kalem, Ky…

  32. ochin says:

    wah, trims dah share lirik lagunya om franky nih :D
    lagi demen ama `lelaki dan telaga` :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>