Suatu kehidupan yang penuh kesalahan tak hanya lebih berharga namun juga lebih berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apa pun (George Bernard Shaw)
Dalam sebuah pengembaraan elektronik (baca: blogwalking), aku sengaja mencoba tidak mengunjungi blog teman-teman yang biasa kudatangi. Blog teman-teman yang biasa kukunjungi barangkali merupakan santapan sehari-hari. Tiap hari bersapa, baik mengunyah tulisannya, berkomentar, atau menerima komentar. Kali ini aku ingin ambil jalan lain.
Aku bertandang ke banyak blog kawan-kawan pekerja seni, penulis, penyair, budayawan, pemilik toko buku, distributor buku, pemain teater, sutradara, pelukis, editor, fotograger, wartawan, pemilik kafe, penyiar radio, sampai mantan pacar.
Memang, di blog teman-teman yang setiap hari kusantap pun terdiri dari berbagai macam profesi serta berangkat dari banyak disiplin ilmu. Hanya saja blog teman-teman yang kusebutkan di atas tadi merupakan habitat lamaku. Habitat di mana dulu begitu kental dengan hari-hariku. Namun ada sesuatu yang berbeda di sana. Apa itu?
Ketika bertandang ke blog mereka, aku seperti menemukan atmosfir yang dulu begitu akrab dengan keseharianku. Nongkrong di toko buku, menyeruput kopi sembari diskusi kebudayaan, nonton teater, menikmati pagelaran pembacaan puisi, pameran lukisan, sampai pacaran.
Ada sesuatu yang tetap menyala di sana. Ada semangat yang terus mereka pancarkan. Aku sendiri heran: kenapa tiba-tiba terbangun atmosfir semacam itu ketika aku mengunjungi blog-blog mereka. Memang, mereka pun mulai berpencar ke segala penjuru mata angin. Bekerja di berbagai tempat dalam ranah kehidupan. Tapi aku seperti menangkap benang merah yang sama: spirit berkesenian yang tetap membara di antara mereka.
Lalu tiba-tiba aku membuka blog sendiri. Melongok-longok ke dalamnya seolah bagaikan orang lain yang mendatangi blog Penganyam Kata dengan pemiliknya bernama Daniel Mahendra. Kemudian aku bertanya: apa yang dilakukan si Daniel Mahendra ini? Menulis apa dia? Adakah sesuatu yang dia berikan? Bermanfaatkah tulisannya? Sudahkah ia menjadi penyuluh bagi pembaca?
Sepertinya si Daniel Mahendra yang kerap dipanggil DM ini suka asyik sendiri saja. Memuntahkan segala apa yang ada di kepalanya, dan dirawinya ke dalam postingan (Hih! Betapa tidak malunya makhluk bernama DM itu!). Adakah sesuatu yang menarik di sana? batinku bertanya-tanya.
Ya. Rupanya sudah sekian tahun aku nge-blog. Aku kurang tahu kapan tepatnya aku mulai nge-blog. Sejak di blogspot, lantas sempat mengisi blog di friendster, kemudian ke wordpress, mampir juga ke multiply, hingga menemukan sebidang tanah luas di pinggiran kota dan membangun sebuah ranch di sana: danielmahendra.com
Maka baru kuinsyafi, ini adalah postingan ke 800 di blog ini. D-e-l-a-p-a-n r-a-t-u-s. Hei, apa yang sudah kulakukan dengan angka 800? Adakah sesuatu yang menarik di sana? Sudahkah aku memberikan titik terang pada orang lain? Atau selama ini aku sekadar membual saja, mengusung tema yang dibalut dalam anyaman kata demi kata? Ah, aku tak berhak menjawabnya. Karena setiap blog tentu punya wajahnya masing-masing. Dan setiap wajah punya keelokannya tersendiri.
800 hanyalah angka. Ia tak berarti apa-apa jika tanpa makna di dalamnya. Dan dalam proses pemaknaan itulah diri kita ditimbang-timbang kadar kualitasnya. Sesuatu yang membuat kita sungguh berarti hidup di dunia ini. Namun satu hal pasti: aku merasa ada karena kalian juga, teman-teman blogger yang selama sekian purnama terus saling sapa dan menganyam hubungan yang apik bersama. Seperti ombak yang terus menjilati pantai…
Ribuan terima kasih, Kawan-kawan. Ini postingan ke-800.
Bandung, 21 Desember 2008 | 09.00 wib
Blog DM ketika masih di blogspot.com
DM mampir di blog friendster.com (yang menggelikan itu)
Belum punya rumah sendiri. Numpang di wordpress.com
Numpang mulu di wordpress.com
Cukup lama juga numpang di wordpress.com
Blog yang lain, juga di wordpress.com
Punya juga apartemen di multiply.com
Akhirnya membeli sebidang tanah luas di pinggiran kota
Di sana membangun ranch bernama danielmahendra.com













waduh! Aku ketinggalan nih…
Wow..,800 itu angka yang menarik kak
aku tahun berapa ya bisa nyampe angka itu..
Teruslah menganyam kata kak, aku belajar banyak dari kakak lho..
wah.. senangnya… akhirnya bisa chatting sama mas mahendra di YM…
tapi kok sibuk terus sih…? mas mahendra seperti yang fotonya di atas kan..
ganteng…
kapan bisa ngobrol sama anisa lagi, mas? ternyata mas mahendra itu perhatian banget orangnya… jadi tersipu-sipu deh..
(ga papa kan ge-er?)
tentang komen no. 35, Dan.
nggak cuma kamu yang ngakak, lha wong aku aja kepingkel2, apalagi ketika kamu bilang harus baca 3 kali untuk mudeng.
tobat tenan kok, kalo dapat sms kayak gitu, apalagi yg hurufnya gede cilik, trus huruf G diganti angka 9, A diganti 4. wis embuh, mending hapenya tak tinggal glethak, daripada mumet.
dan yang lebih mengherankan, apa ya sing nulis rak melu mumet ya, Dan ? hehehehe…..
eh, sorry ya buat ricnes, aku memuntahkan gejolak hatiku……*haiyah….*
peace !
Bagiku hanya satu kata: Hebat
Ersis Warmansyah Abbas, terakhir menulis Rindu di Ujung Tahun
Mm…apa ya?
Hhehe…gak papa deh
ini cuma komentar iseng
*kapan si aku gak iseng?*
yessy muchtar, terakhir menulis Demi Cinta
udah panjang ya perjalananmu mas. Udah banyak rumah tempat kamu ngekos, udah banyak tikungan yang dilewati. Saya tunggu KM 801 nya
Selamat Tahun Baru,Bang DM.
Salam Sejahtera Selalu untuk keluarga disana.
Salamku.
langitjiwa, terakhir menulis Selamat Natal.
wah, pengen ni. Kalo sekarang baru 300 postingan, masih kurang 500 mencapai angka 800 kang. doanya ya… semoga masih betah ngeblog ni

Anyway, terus berkarya ya kang, di manapun rumahnya
reallylife, terakhir menulis Reborn ( Maaf Lagi Renovasi )
kunjungi juga ya blog saya, Mas DM!
saya suka berkunjung ke blog2 tentang kepenulisan seperti punya mas DM ini.
Taunya dari mbak rini (rinurbad)
Lalu Abdul Fatah, terakhir menulis Hujan Gerah
ke 801 nya belum Mas DM
genthokelir, terakhir menulis Memimpin Dengan Cinta
Selalu ada malam utk mengenang, utk kembali…
Selalu ada jalan utk pulang, utk melepas rindu
Selalu ada sesuatu utk ditulis dihati
Selalu ada kehidupan utk dibaca dihadapanmu
Selalu ada segalanya beserta jiwa-jiwa yg tenang.
Masih sibuk sekali, Sobat? Aku menunggu KM 801.
Sukses buat proyek-proyekmu, dan jangan lupa jaga kesehatan!
duuuhh… kangen banget deh… sama tulisan mas mahendra.
sama orangnya juga siiiiyyy…….
abis mas mahendra tuh ngangenin banget..
(sadar anisa.. jangan keganjenan deeehhh…)
kok lama banget sih blognya nggak update mas?
800 postingan???? kalo dikumpulin dari semua blog yang dulu-dulu, ada 8000 kali ya? keren….
)
Kalo saya baru 18 postingan, Mas… (jauh banget ya…? hihihi… Yang penting sama-sama ada angka 8 – nya
Abis baru 3 bulan nge blog…. Itupun jarang-jarang update.
Salam kenal Mas Daniel…
Boleh saya link ke blog saya? Boleh dong… (*maksa*)
dewifatma, terakhir menulis There’s no holiday dimare…
Anjrit 800…!!!!
Gilaaaaaaaaa. Kalo sehari satu, lo udah ngabisiin waktu 2 tahun lebih buat ngepost di blogmu. Pantesan aja sekarang kamu dah nggak sempat pacaran, tidak seperti saat kamu masih asyik dengan komunitas beraroma budaya itu.
Postingankyu lom nyampe setangahnya… bahkan isinya juga nggak mutu banget. Gilanya lagi aku pernah ngepost tanpa nulis apa-pun kecuali judul…
Kapan kah kau berpacaran lalu menikah?
Qizink, terakhir menulis Sajak Kenangan Akhir Tahun
ternyata Penganyam Kata juga manusia….
buktinya, dia butuh berlibur juga, hahaha…….
nyambung komen’e, mas Qi
eh, siapa tahu ternyata liburan panjang ini dipake buat acara ndodok lawang
*…dan gosippun dihembuskan…*
Aku sudah mampir ke geocities, blogspot, FS, parkir di MP, ngelirik plurk sebentar, dan..sekarang lagi betah-betahnya di Facebook. Bisa temu kangen dengan sahabat-sahabat lama, teman sekolah (yang jadi alasan nangkring di FS, tapi sekarang mah males ah..), mulai dari mantan kecengan, mantan kabogoh, temen gokil-gokilan, senior kampus, yang dulu ganteng sekarang tambah ganteng, tapi ada juga yang bareuh..indah banget, deh.
Alhamdulillah, teknologi sebagai suatu berkah Allah yang berupa akal manusia.
sekian lama melihat perjalanan blog mas
dari masiy di fs, wordpress, sampai sekarang…
udah berapa tahun tuh ya mas……..
ade banyak menimba ilmu yg akhirnya bisa berguna buat blog baru ade
makasiy mas……
prameswari, terakhir menulis Image Dokter Gigi
blog2 lama itu masih jalan gak mas….
jadi pengen terbang kesana
prameswari, terakhir menulis Image Dokter Gigi
blog lama mas masiy jalan?
jadi pengen terbang kesana
prameswari, terakhir menulis Image Dokter Gigi
Menulis 800 judul (eh, sekarang udah lebih ya?)…
Itu cuman di blog.
Lha wadah yang lainnya? (ember, maksudmu, La? hehe) Pasti udah banyak pula. I always envy people yang bisa menulis kreatif dan bagus pula hasilnya. Kasih sedikit bakat menulismu ke aku, dong, DM… I wanna be a writer, great writer, just like you…. ya, ya, ya…. penulis yang cantik, tapinya.. hihihi….
*pst… gimana sih caranya print screen? sumprit, dodol banget aku kalo masalah teknologi (eh, sama matematika, fisika, kimia, sejarah…. lha, dodol semua dong, Mbul??? wakakaka)*
Makanya Dan, berobatlah..biar si Leinad itu nggak gentayangan terus. Dulu yang di mana sih udah ada nama..Gmail atau apa ya? Lupa aku..
Di antara sekian banyak kawanmu pasti ada dokter, kan? Biar dibasmi, tuh, nanti menimbulkan wabah ganas flu ayam..kuut kut kut kut..
Jeng Lala yang dua hari lalu kulihat bukunya bertengger di rak Togamas [kalo ga salah di novel],
cara print screen adalah: buka window yang dikehendaki, teken tombol print screen, lalu buka file Paint, paste di situ. Jangan lupa sebelum pencet tombol tsb, dipaskan windownya..jadi benar-benar itu yang diinginkan pas paste ke Paint. setelah itu, bisa diedit, crop, atau save as JPG karena biasanya format defaultnya BMP.
Semoga sukses dan semoga penjelasanku ga muter-muter.