penganyamkata.net
current   |   rss

KM 800

Published December 22, 2008

Suatu kehidupan yang penuh kesalahan tak hanya lebih berharga namun juga lebih berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apa pun (George Bernard Shaw)

Dalam sebuah pengembaraan elektronik (baca: blogwalking), aku sengaja mencoba tidak mengunjungi blog teman-teman yang biasa kudatangi. Blog teman-teman yang biasa kukunjungi barangkali merupakan santapan sehari-hari. Tiap hari bersapa, baik mengunyah tulisannya, berkomentar, atau menerima komentar. Kali ini aku ingin ambil jalan lain.

Aku bertandang ke banyak blog kawan-kawan pekerja seni, penulis, penyair, budayawan, pemilik toko buku, distributor buku, pemain teater, sutradara, pelukis, editor, fotograger, wartawan, pemilik kafe, penyiar radio, sampai mantan pacar.

Memang, di blog teman-teman yang setiap hari kusantap pun terdiri dari berbagai macam profesi serta berangkat dari banyak disiplin ilmu. Hanya saja blog teman-teman yang kusebutkan di atas tadi merupakan habitat lamaku. Habitat di mana dulu begitu kental dengan hari-hariku. Namun ada sesuatu yang berbeda di sana. Apa itu?

Ketika bertandang ke blog mereka, aku seperti menemukan atmosfir yang dulu begitu akrab dengan keseharianku. Nongkrong di toko buku, menyeruput kopi sembari diskusi kebudayaan, nonton teater, menikmati pagelaran pembacaan puisi, pameran lukisan, sampai pacaran.

Ada sesuatu yang tetap menyala di sana. Ada semangat yang terus mereka pancarkan. Aku sendiri heran: kenapa tiba-tiba terbangun atmosfir semacam itu ketika aku mengunjungi blog-blog mereka. Memang, mereka pun mulai berpencar ke segala penjuru mata angin. Bekerja di berbagai tempat dalam ranah kehidupan. Tapi aku seperti menangkap benang merah yang sama: spirit berkesenian yang tetap membara di antara mereka.

Lalu tiba-tiba aku membuka blog sendiri. Melongok-longok ke dalamnya seolah bagaikan orang lain yang mendatangi blog Penganyam Kata dengan pemiliknya bernama Daniel Mahendra. Kemudian aku bertanya: apa yang dilakukan si Daniel Mahendra ini? Menulis apa dia? Adakah sesuatu yang dia berikan? Bermanfaatkah tulisannya? Sudahkah ia menjadi penyuluh bagi pembaca?

Sepertinya si Daniel Mahendra yang kerap dipanggil DM ini suka asyik sendiri saja. Memuntahkan segala apa yang ada di kepalanya, dan dirawinya ke dalam postingan (Hih! Betapa tidak malunya makhluk bernama DM itu!). Adakah sesuatu yang menarik di sana? batinku bertanya-tanya.

Ya. Rupanya sudah sekian tahun aku nge-blog. Aku kurang tahu kapan tepatnya aku mulai nge-blog. Sejak di blogspot, lantas sempat mengisi blog di friendster, kemudian ke wordpress, mampir juga ke multiply, hingga menemukan sebidang tanah luas di pinggiran kota dan membangun sebuah ranch di sana: danielmahendra.com

Maka baru kuinsyafi, ini adalah postingan ke 800 di blog ini. D-e-l-a-p-a-n r-a-t-u-s. Hei, apa yang sudah kulakukan dengan angka 800? Adakah sesuatu yang menarik di sana? Sudahkah aku memberikan titik terang pada orang lain? Atau selama ini aku sekadar membual saja, mengusung tema yang dibalut dalam anyaman kata demi kata? Ah, aku tak berhak menjawabnya. Karena setiap blog tentu punya wajahnya masing-masing. Dan setiap wajah punya keelokannya tersendiri.

800 hanyalah angka. Ia tak berarti apa-apa jika tanpa makna di dalamnya. Dan dalam proses pemaknaan itulah diri kita ditimbang-timbang kadar kualitasnya. Sesuatu yang membuat kita sungguh berarti hidup di dunia ini. Namun satu hal pasti: aku merasa ada karena kalian juga, teman-teman blogger yang selama sekian purnama terus saling sapa dan menganyam hubungan yang apik bersama. Seperti ombak yang terus menjilati pantai…

Ribuan terima kasih, Kawan-kawan. Ini postingan ke-800.

Bandung, 21 Desember 2008 | 09.00 wib

Blog DM ketika masih di blogspot.com

DM mampir di blog friendster.com (yang menggelikan itu)

Belum punya rumah sendiri. Numpang di wordpress.com

Numpang mulu di wordpress.com

Cukup lama juga numpang di wordpress.com

Blog yang lain, juga di wordpress.com

Punya juga apartemen di multiply.com

Akhirnya membeli sebidang tanah luas di pinggiran kota

Di sana membangun ranch bernama danielmahendra.com