Doa untuk Anak-anak Yahudi, Nasrani, dan Muslim di Timur Tengah
(peringatan: jangan sekali-kali membaca sajak ini sambil memutar video ini)
tak seorang pun dari kalian yang pernah meminta dilahirkan ke dunia ini
dunia orang dewasa yang menganggap anak-anak sebagai pelangkap hidup semata
kalian adalah anak rohani dari Tuhan yang meniupkan alam semesta
hingga bercabang-cabang, berbangsa-bangsa, dan beragama-agama
kalian tak pernah tahu mengapa dilahirkan sebagai Yahudi, Nasrani, atau Muslim
kalian lahir atas nama cinta, kebahagiaan, dan persembahan terindah manusia
tapi orangtua menjadikan kalian berbeda-beda
hanya karena masing-masing dari mereka merasa lebih baik dari yang lainnya
kalian bermain bola di tanah lapang yang penuh longsong peluru
serta menimang boneka yang hangus terbakar bekas hantaman rudal
padahal kalian tak pernah ingin tahu mengapa kalian ada di dunia ini
sementara keceriaan adalah barang mahal tak terbeli
kerap aku berpikir,
alangkah ricuhnya hidup di negara yang kudiami sekarang ini
tahun baru disambut naiknya ongkos fiskal dan krisis global
legislatif menahan kucuran dana bagi pembangunan prasarana
lembaga pengendus korupsi
sulit membedakan mana pejabat mana penjahat
calon presiden muncul di majalah dengan wawancara menggelikan
orang memainkan fatwa untuk pembenaran
hari ini bilang cinta, besok sudah mencerca
namun kuinsafi,
itu semua tak ada artinya dibanding dengan apa yang kalian rasakan
di mana tempat sembunyi sudah tak ada lagi
bapak-bapak kalian saling berebut tempat
dan berpendapat: pihak lawanlah yang membuat keonaran
lembaga internasional impoten
yang ada sekadar saling kecam di halaman pertama surat kabar
perempuan terkaya di dunia tertipu saham Madoff
dan direktur perusahaan mobil minta suntikan dana ke pemerintah
tapi masih terbang naik jet pribadi ke ibukota
tak bisa kubayangkan,
apa kalimat pertama yang bakal dilontarkan Bapak Ibrahim
jika bisa menyaksikan wajah dunia saat ini
namun demikian, tak perlu kalian tahu itu
karena kalian adalah anak kehidupan
yang lahir dari cinta, oleh cinta, dan untuk cinta
tapi bapak-bapak kalian membuatnya menjadi berbeda
berbangsa-bangsa, dan beragama-agama
terkadang aku menimbang-nimbang ucapan Lennon
yang dengan gagah berkhayal
: dunia tanpa surga, tanpa negara, dan tanpa agama
dan diajaknya kita semua bermimpi
namun secara teori,
negara memang tak membutuhkan agama
manusialah yang membutuhkan agama
meski kenyataan berbicara beda
agama menjelma longsong peluru
di mana badannya ditembakkan pada sesuatu yang tak disukai
dan bajunya jatuh terkulai di tanah
suaranya memekakkan gendang telingamu yang rawan
duhai anak-anak Yahudi, Nasrani, dan Muslim
yang hidup dan mati di Timur Tengah
yang cacat dan kehilangan orangtua
yang tak pernah naik komidi putar
aku berdoa atas nama Tuhan
yang menurunkan Bapak Ibrahim ke atas bumi ini
memohon agar Ia sudi memasukkan kalian semua
ke dalam surga di mana tak pernah ada air mata di sana
tak perlu lagi kalian rasakan perihnya kehilangan tangan
tak usah lagi kalian menjerit karena dihujani rentetan senjata
takkan kalian rasakan lagi nyeri menahan hantaman batu bata
yang runtuh karena bom bunuh diri
aku percaya,
adalah sangat mudah bagi Tuhan memasukkan kalian semua
melumut jadi satu di surga
tanpa embel-embel Yahudi, Nasrani, atau Muslim
dan malaikat kan menyambutmu
sebagai bunga-bunga cinta dengan tangan lembutnya
menjadikan kalian penghuni surga abadi
tanpa perlu punya dendam siapa yang membunuh kalian
wahai anak-anak Yahudi, Nasrani, dan Muslim
ini memang dunia, bukan surga
kalau pun kalian sempat mampir ke dunia yang penuh nestapa ini,
adalah merupakan cara bagi orang dewasa untuk belajar
: bagaimana menjadi manusia
namun adakah mereka pernah betul-betul menginsafi akan semua itu?
aku tak tahu.
amin.
Bandung, 4 Januari 2009, 00.19 wib


Dan untuk semua anak di muka bumi ini…
Agar terhindar..jauh ..jauh..jauh dari nestapa.
Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan dan kebaikan…untuk anak anak yang tertindas dan teraniaya di muka bumi ini…
*saranmu di atas tidak berhasil…karena air mata ini tetap menetes*
yessy muchtar, terakhir menulis How about man at their 30’s?
Akur, Kang….Akur…
She is back, anyway!
DV, terakhir menulis Boxing Day, Hari Bertinju?
anak-anak dilahirkan tanpa isi
hanya fitrah yang mengisi
orang tualah yang mengukir jiwanya
orang tualah yang membentuk karakternya
orang tualah yang memenuhinya dengan sikap dan ilmu
beruntunglah jadi orang tua
yang dapat mendidiknya dengan benar
yang dapat membawanya menghadapi dunia
bertemu dengan kehidupan dan orang-orang berbagai ras
Anak-anak selalu lucu dan uniq
dengan berbagai tingkah keriahannya
Valya pasti lucu di ultahnya ya mas
prameswari, terakhir menulis Image Dokter Gigi
Semoga diinsafkan
orang tua yang membawa anak-anak ke medan perang
orang tua yang membawa anak-anaknya bermusuhan dengan berbagai bangsa
orang tua yang menjadikan anak-anaknya tameng untuk dirinya
anak-anak selalu jadi korban
prameswari, terakhir menulis Image Dokter Gigi
laahaula walaa quwwata illaa billaah…
dan terlindunglah jiwa-jiwa murni tanpa dosa, di mana dan apa pun latar belakang mereka.
mengheningkan cipta ….
Ah, posting awal tahunmu membuatku mengharu biru, Dan! Tapi air mata saja tak kan berarti apa-apa tanpa perbuatan. Sekarang, apa yang kita bisa lakukan untuk menghentikan ini? Mulai dari diri sendiri, hilangkanlah kebencian dan terimalah perbedaan, karena perbedaan semestinya memperkaya; bukan sesuatu yang layak dimusuhi.
Let’s pray for all the children and peace on earth!
anisa jadi terharu membaca posting mas mahendra ini….. mudah-mudahan perang segera berakhir ya mas….. soalnya perang hanya membawa malapetaka.
yang menang jadi arang yang kalah jadi abu.. (atau kebalik ya?)
Semoga anak-anak disana tidak diperalat untuk kepentingan-kepentingan militer. Marilah penuhi hak anak yang bergelimang keceriaan bukan kesedihan
Diberkatilah anak-anak diseluruh dunia,
para malaikat kecil permata hati orang tuanya.
…War is stupid
and people are stupid
and love means nothing
in some strange quarter…
tanti, terakhir menulis Doa di Akhir Tahun
wah indah sekali doanya…
benar sekali kak, kita tak pernah bisa memilih mau dilahirkan menjadi apa dan siapa, kita tak bisa menolaknya
btw koq temanya hampir mirip lho…
yang bisa membuat manusia bersatu adalah kepercayaan.
bukan agama. paling tidak untuk saat ini.
kepercayaan bahwa pencipta kita adalah sama, apapun namanya.
bahwa manusia adalah sama.
nah, semoga agama itu, kalau masih bisa disebut itu, karena telah di sekat2, dimanipulasi dan dinodai oleh sebagian orang, akan mendapat kepercayaannya lagi. dan tidak ada lagi perpecahan mengatasnamakannya. hanya kepercayaan bahwa damai itu adalah surga yang bisa kita nikmati di dunia ini, dengan agama adalah cara kita berkomunikasi dengan pencipta.
apapun, yuk kita semua bergandeng tangan. enyahkan angkara murka.
bukankah damai itu indah ?
peace, saudaraku !
aku ingin menjadi orang yang ber-Tuhan
bukan orang yang ber-Agama
EM
Ikkyu_san, terakhir menulis Tulisan dan Belanja Pertama
Hey Dan…
kamu pernah liat film Bruce Wills yang judulnya ..”Tears of the Sun”
Ada satu kalimat nya yang bikin aku terhenyak..
“Tuhan sudah meninggalkan Afrika”
Aku berharap Tuhan tidak pernah meninggalkan anak anak ini…tidak…tidak sekalipun..
yessy muchtar, terakhir menulis Pintaku Untuk Tuhan Hari Ini…
amin
*terimakasih atas suguhannya*
Amiennn…!!!
Doa yang kau panjatkan panjang banget… tapi tak sepanjang derita anak-anak yang kau doakan itu!
qizink, terakhir menulis Banten dalam Sajak
Bunda tidak tega setiap kali melihat berita Israel…perempuan dan anak anak jadi korban perang…
mari kita jaga anak anak Indonesia dari kejahatan perang juga….perang nya para orang tua,perangnya himpitan ekonomi,perangnya membela hak mereka…Anak anak ada dan dilahirkan bukan keinginan mereka sehingga harus dilakukan yang terbaik untuk anak anak kita
dyahsuminar, terakhir menulis Océh – Océhan…
Ayo….selamatkan anak-anak di seluruh muka buimi ini….
BIarkanlah mereka ‘orang dewasa’ berperang……
Tapi jangan sekali-kali libatkan anak-anak dalam situasi ini….
Berdoa untuk seluruh anak…..
imoe, terakhir menulis …saya tau dia akan menemukan jalannya…
Tak banyak yang ingin kuucap Dan, selain hanya ingin mengatakan, terimakasih, telah membuat sajak tentang mereka.
Yoga, terakhir menulis Auld Lang Syne, for Love and Friendship
Merinding bulu kudukku …
Ersis Warmansyah Abbas, terakhir menulis Menulis Melawan Diri
Semasa aku masih anak-anak, kakakku sering sekali mengajakku bermain perang-perangan..
Tapi, bukan perang-perangan yang anak-anak itu hadapi. Tapi perang sesungguhnya.
Kesedihan yang nyata. Kehilangan, tangis, penderitaan. Ah, jika saat ini tak ada negara atau organisasi yang sanggup menghentikan perang ini, semoga mereka bisa..
Bisakah?
sungguh, saya terharu membaca postingan ini, mas donnny, terbayang anak2 di teimur tengah sana yang sulit melepaskan naluri bermainnya yang terus dipaksa utk menyaksikan peperangan demi peperangan, apa pun motif dan alasannya. seandainya mereka bisa memilih, pasti mereka tak akan pernah meminta dilahirkan di kawasan yang tak pernah sepi dari perpecahan. semoga ada upaya serius dari berbagai pihak utk mewujudkan kedamaian di dana.
Melihat keadaan di Palestina, saya lebih melihatnya sebagai akibat kobaran nafu serakah bangsa Israel. Jangan salahkan agama, pada hakekatnay tidak ada agama yang mengajak pada peperangan dan keserakahan penajajah.
Bahkan agama bangsa Israel sendiri, merupakan salah satu agama monoteis yang dibawa Bapak Manusia, Nabi Ibrahim. Tapi akibat nafsu serakah bangsa Yahudi, agama suci murni Ibrahim tersebut di utak-atik dan diubah sekendak hati mereka.
Jadi jangan heran jika bangsa Yahudi dengan “agama barunya” memiliki doktrin bahwa merekalah yang berhak atas tanah Palestina. Jangan heran jika mereka tak segan membunuh wanita, anak-anak, orang tua, selain pihak perlawanan Palestina. Lha, banyak Nabi-Nabi dahulu kala yang dibunuh bangsa Israel.
Mernurut saya, inti hampir segala konflik atau perang di dunia ini, baik itu PD I, PD II, Irak, Afghanistan, dll tidak lepas dari campur tangan dan rekayasa Yahudi dengan doktrin Zionis-nya.
Syamsuddin Ideris, terakhir menulis Pelatihan PAS di SMAN 1 Simpur
wah, merinding saya membaca sentuhan hati di atas mas. laporan dari bumi palestina juga bikin nurani gerah. ah, dimanakah sisi kemanusiaan dicampakkan?
biarkan kumeresapi darah dan linang air matamu, karena kutahu, ada jiwa tercabik akibat kebiadaban nafsu angkara
Saya hanya memikirkan anak2 itu, bagaimana agar mereka tidak teracuni oleh racun politik saat mereka dewasa kelak??
Yari NK, terakhir menulis Dunia Arab Perlu Kebangkitan à la Restorasi Meiji?
Tuhan sedang “befirman” di bumi Palestina
: untuk kita
Semoga kita termasuk orang2 yg berakal budi
: mampu bertindak nyata
Semoga hari esok,
tidak ada lagi “kami”
tapi hanya “kita”
Doaku untuk anak-anak itu…
vizon, terakhir menulis 30 & 09
alhamdulilah dulu bersyukur akhirnya kerinduan saya terobati setelah berhari hari seperti haus terhadap tulisan tulisan mas DM
nggelu nya terbayar hahaha
setelah beberapa saat setiap kesini saya dihantui rasa kangen terhadap tulisan mas DM hahaha terima kasih pasti ada makna dalam setiap tulisan tulisan yang di siratkan
dalam doa ini saya juga haru bercampur rindu dan kesedihan membayangkan jiwa yang terpaksa harus membayar peperangan yang mestinya tak terjadi
kenapa mesti dikorbankan jika kelak melahirkan kemanfaatan
kita lahir atas dasar cinta bukan atas dasar lainya
kenapa mereka selalu meributkan dengan kelahiran yang berbeda lantas mencipta konflik yang panjang
salam kangen dan salam hormat saya untuk kang Daniel ,sehat selalu kan mas
dan kali ini saya lega membaca tulisan mas DM hahaha
( kenapa sekarang jadi suka membaca yah hahahaha)
sukses selalu untuk kang DM
genthokelir, terakhir menulis Setahun Sawali (dot )Info
amiin… menyentuh kata2nya… siip
Syair yang mengharukan…
Terlalu sedih, terlalu banyak pertanyaan di kepala saya. Belum bisa komentar..
apakah memang konflik ini tak akan pernah selesai? tapi sungguh memiriskan melihat kebiadaban Israel yang menghalalkan segala cara demi kepentingan politik dalam negerinya….
salam
Speechless…..
edratna, terakhir menulis Over protektif?
ngikutin juga soal madoff, tipu2 ala ponzi scheme itu ya
itulah dunia. itulah politik. welcome to reality
bagaimana dengan bangsa kita yang….
baburinix!, terakhir menulis Ternyata …kok
doaku teriring untuk mereka disana..sesungguhnya yahudi mengharamkan adanya perang pada hari sabtu.. tapi kenapa mereka justru di serang pada hari SABTU… ada apakah ini??
semoga semuanya segera berakhir… [bisakah?]
carra, terakhir menulis Carra is on again… Yay!!!
Anak-anaklah yang menjadi korban tak berdosa tatkala kata perang itu dicetuskan..
Titip doa..
p u a k, terakhir menulis Libur tlah usai..
Barangkali Tuhan punya maksud lain dengan membiarkan mereka tumbuh di wilayah yang jadi sengketa bapak-bapak mereka. Anak-anak itu pasti akan lebih kuat daripada anak-anak kita yang lahir di tengah kasih sayang dan negeri yang damai sentausa, meski kena krisis dikit2.
Met taon baru, DM
Hery Azwan, terakhir menulis Tak Ada Krisis
Kakak, mampir lagi ah..
Zionis Israel itu kayak kecoak ya..
Habisnya mereka tak punya otak. Kecoak kan tdk memiliki otak..
Kalau mereka punya otak pasti bisa berpikir berapa banyak korban yg telah jatoh akibat ulahnya
saya suka sekali tulisan ini, menterjemahkan opini ke tulisan dengan sangat TELAK, tulisan yang bikin goosebump…
perang yang konyol, anak anak yang malang, dan opini yang kbetulan se-frekwensi ama saya .., itu yang bikin mrinding kali ya?
brrrr…
hari Sabat diadakan untuk manusia
agama diadakan untuk manusia
bukan manusia untuk agama
tomy, terakhir menulis RATU ADIL. Pengharapan saat tiadanya harapan
I wrote a post about this, DM.
Betapa merasa egoisnya aku yang lagi liburan di Jogja sementara berita di televisi berlomba-lomba menyuguhkan news flash tentang korban perang yang semakin bertambah jumlahnya and still counting… *duh! I wanna be a super hero yang bisa create world peace….!*
tapi apakah perang berhenti kalau aku nggak liburan di Jogja dan merasa senang di sana, ya?
Ah, sudahlah…
Aku tahu, Tuhan lebih tahu…
Aku tahu, I could never be God, definitely.. or playing God…
So, I’m doing the best I could, yaitu doa…. and be good, nggak usah nambahin masalah.
Btw,
Sajak ini indah, DM…
aku baca sajakmu 9 menit setelah kamu posting dan kamu sukses membuat aku nggak bisa tidur di kamar hotel, yang dingin karena air conditioner, dan televisi yang menayangkan HBO…. I was… totally… speechless…. dan ya, menangis
Lala, terakhir menulis Life Patterns
*speechless*
Aku pengen nangis baca puisi ini…
sedih banget ya, liat nasib anak-anak disana…
moga perang ini cepat berakhir…
Amin…
dewifatma, terakhir menulis Hari ini ulang tahunku…
*speechless*
Sampai2 suami nanya kenapa aku nangis sendiri di depan lappyku
Seandainya aku punya kekuatan, seandainya aku bisa menjadi super women aku ingin selamatkan anak-anak itu. Mereka tak berdosa, kenapa mereka selalu jadi korban…….
Aku hanya bisa berdoa untuk anak-anak di sana
Retie, terakhir menulis Liburan Natal dan Tahun Baru