The Waiting Is Almost Over
Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan (Albert Einstein)
Ia meletakkan ranselnya di sebelah kaki di samping meja. Duduk di depanku dan mengeluarkan sebungkus rokok. Menyulut sebatang dan menghisapnya dengan penuh kenikmatan. Aku hanya memperhatikan setiap gerakan terkecil darinya.
Tangannya yang kukuh melambai pada pelayan dan meminta secangkir kopi. Matanya berkelebat menyapu seluruh sudut kafe. Ia belum memandangku sejak kedatangannya.
Hari mulai gelap. Tapi matahari belum lagi pamit pulang. Pengunjung kafe belum begitu banyak. Senja masih menampakkan sinarnya yang misterius. Entah kenapa, setiap melihat senja, selalu yang tertangkap adalah atmosfir misterius yang membius. Seakan ada dunia lain ujung di sana. Mungkin karena tak seorang pun yang pergi ke Negeri Senja datang kembali lagi dan menceritakan keindahan Negeri Senja yang selalu digunjingkan banyak orang itu. Jadi yang terasa adalah misterius. Mystery!
“Jadi juga kamu pergi?” tanyaku.
“Ya.” ia mulai mengangkat wajahnya. Menatapku.
“Sudah yakin?”
“Ayolah. Kita sudah membicarakan soal ini. Aku jadi berangkat.”
Aku menghela nafas. Selalu sulit kalau mesti beradu argumen dengan lelaki ini. Pendiriannya terlalu kuat. Sikapnya kadang terlampau keras. Tapi itu juga yang membuatku jatuh hati setengah mati padanya. Bukankah lelaki punya sikap selalu menarik perhatian perempuan? Meski kini aku harus mengibaskan rasa itu pelan-pelan. Entah bisa entah tidak. Aku tak tahu.
“Kemana dulu?” tanyaku.
“Ke timur.”
“Ke timur mana?”
“Ya Jawa, Bali, Lombok, terus ke timur. Papua, nyebrang ke Maluku, Sulawesi, Kalimantan, kemudian menyusuri bumi Sumatra dari Lampung sampai Aceh.”
“Gila! Berapa lama?”
“Paling cepat setahun.”
“Wow!”
“Kukira cukup.”
“Kamu datangi setiap kota?”
“Ya.”
“Kamu kunjungi blogger yang kamu kenal di setiap kota yang kamu lewati?”
“Emh, inginnya begitu.”
“Setelah itu, pulang kan?”
“Nggak, langsung nyebrang ke Malaysia.”
“Ya ampun! Langsung keliling Asia?”
“Ya.”
“Kamu akan terlunta-lunta di perjalanan, Dan. Kenapa nggak pulang dulu, baru merencanakan perjalanan berikutnya.”
“Aku sudah pikirkan masak-masak. Setelah mengelilingi Indonesia, sekalian terus keliling Asia saja. Aku juga ingin umroh. Mungkin juga ke Eropa, kalau energiku masih ada.”
“Oh, pertemuan ini menyakikan, Dan.”
“Sorry, tapi aku perlu ketemu kamu. Karena aku pergi cukup lama.”
“Untuk apa?”
“Emh,” ia tampak bingung. Tiba-tiba tangannya menyeret asbak dan membenamkan rokoknya di sana. “Aku nggak tau apa kamu masih peduli atau tidak. Aku mungkin akan pergi selama beberapa tahun.” ia berhenti sejenak. Kemudian menatapku serius. “Aku ingin kamu melanjutkan hidupmu. Jangan menungguku. Karena aku khawatir itu akan sia-sia.” ia menarik nafas. “Tapi kalau boleh jujur,” tiba-tiba ia menggantungkan kalimatnya.
“Apa…”
Matanya terasa menikamku, “Hanya kepadamu aku kembali.”
“Dan…”
“Tapi lebih baik kamu lanjutkan hidupmu.”
“Ini sulit.”
“Lanjutkan hidupmu.”
Duh, apa yang mesti kukatakan. Ia telah memutuskan pergi melakukan perjalanan selama tahunan lamanya. Berapa tahun? Siapa pernah tahu. Bahkan dia sekalipun. Ia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah. Pergi menyusuri bumi manusia. Seperti yang selama ini ia impikan.
Ia keluar dari pekerjaannya. Menguras seluruh tabungannya dan bersiap menggendong ransel, mengunjungi berbagai negeri. Bertemu banyak traveler di perjalanan, atau berkawan sepi yang terus menikam.
“Aku akan tetap menulis blog di kota yang memungkinkan.” ia mencoba tersenyum. Aku hanya menatapnya gulana.
Digenggamnya jemariku. Lalu tiba-tiba pipiku terasa hangat oleh bibirnya.
“Aku ingin memelukmu.” pintaku.
Lantas ia memelukku. Aku balas memeluknya erat. Sangat erat. Mendekapnya penuh kehangatan. Aku tak tahu apakah ini pelukan terakhir. Aku tak tahu. Yang kutahu: ia adalah lelaki yang kucintai hingga saat ini. Tapi ia memutuskan pergi.
“Bye.” lagi-lagi ia mencoba tersenyum. Tapi matanya murung.
“Bye. Tetap menulis blog, Dan. Biar kalau kangen aku bisa membaca tulisanmu.”
“Iya.”
Lelaki itu telah menggendong ranselnya. Ia berjalan meninggalkanku. Langkahnya penuh percaya diri. Seolah iya tahu: kebahagiaan memang bukan dicari, tapi diciptakan. Tapi aku tak tahu, kebahagiaan macam apa yang hendak ia ciptakan.
Mestikah aku menunggunya? Atau melanjutkan hidupku? Kalau aku menunggunya, sampai berapa lama? Adakah penungguanku bakal sia-sia? Aku belum menemukan jawabannya.
Punggung lelaki itu makin menjauh. Sebuah bis jurusan luar kota telah menuggu di tepi terminal.
Orang mencoba menggapai bintang di langit. Padahal cahaya itu ada di dalam hatinya.
Tiba-tiba pipiku mulai digerimisi air mata.
* * *
Bandung, 7 Januari 2009 | 00.24 wib
who can say where the road goes,
where the day flows, only time?
and who can say if your love grows,
as your hearth chose, only time?.
who can say why your heart sights,
as your live flies, only time?
and who can say why your heart cries
when your love lies, only time?.
who can say when the roads meet,
that love might be, in your heart?
and who can say when the day sleeps,
and the night keeps all your heart?
night keeps all your heart….
who can say if your love groves,
as your heart chose, only time?
and who can say where the road goes
where the day flows, only time?.
who knows? Only time
who knows? Only time


jadi selama ini mas daniel tertarik sama pria?
omg! btw itu si lelaki mau keliling blogr? hebat.
cerita yang menarik. sungguh misteri menebak apa geranagn yang hendak ia cari, kebebasan? kehidupan?
mascayo, terakhir menulis hati yang gelisah
Terus jalan, Dan! Jalan terus!
Ia berlalu untuk memberimu kesempatan mendapatkan pengalaman hidup yang baru dan baru lagi.
Ah, kuyakin kamu tahu betul tentang itu dan betapa tak terlalu bergunanya komentarku ini
DV, terakhir menulis Menikmati Priscilla Queen of Desert
hiks
koq aku jadi sedih ya..
Perjalanan yang jauh,mungkinkah perempuan itu akan menunggunya datang kembali, mungkin di ujung senja dia menanti..
@mantan kyai
Aku di cerita itu bukan kak Daniel Pak, tapi Aku sebagai perempuan, baca kata-kata ini
‘bukankah lelaki punya sikap selalu menarik perhatian perempuan?’
benar nggak kak Daniel?
santiago pergi mencari his personal legend.
tapi fatima, tetap menantinya di oases, walaupun tak pasti bakal berapa lama. because she is a woman of the desert.
suruh pergi saja tokohmu itu, DM. nanti kalau sudah lelah biar dia kembali. toh perempuan itu menantinya, seperti fatima menanti kekasihnya santiago.
marshmallow, terakhir menulis Kenapa Harus Ada Taman Kota?
“Hanya kepadamu aku kembali.”…….
——————————————-
Dan lelaki itu berjalan terus, dan terus, entah kapan dia akan kembali. Mungkin dia kembali setelah ketemu yang dicarinya, yaitu kebahagiaan? Tapi kebahagiaan adalah diciptakan, bukan di cari, karena kalau dicari tak akan pernah ketemu. Kebahagiaan adalah berada dalam hati kita sendiri.
Maukah perempuan itu terus menunggunya? Jika seperti tokoh Fatima, seperti dikatakan Marsmallow di atas, mungkin dia akan tetap menunggu lelaki itu, betapapun lamanya. Tapi perempuan punya batas waktu, dia tak seperti laki-laki yang bisa kapanpun memulai kehidupan baru. Dan mungkin perempuan tadi akan ketemu orang lain, yang melebihi lelaki yang pergi tadi.
edratna, terakhir menulis Over protektif?
nambahih satu yang lupa nih:
kalau pulang bawa emas, jangan bawa pakaian kotor!
eh, itu kata fatima loh, ya?
@ibu enny:
nggak usah kuatir, bu! tasnya cuma ransel kecil. gak bakal lama dia pergi. tokoh cerita itu pembersih dan perfeksionis sekali, jadi dia pasti gak cukup hanya hidup dengan bekal satu ransel doang. mesti cepet balik tuh. lagian ransel isinya udah penuh laptop, pakaian paling ada buat seminggu. paling banter minggu depannya udah pulang.
*menganalisa cerita sesuka hati*
Si lelaki itu suruh pergi aja…
pergi jauh sekalian…
Jika kelak dia rindu..kangen..atau butuh ..baru dia akan sadar…
apa yang sudah dia tinggalkan..
Demi kebahagian yang dia ingin ciptakan…
Dan jika kelak ia kembali..
Belum tentu sang perempuan itu masih available menanti…
Psssttt..
Cewek ..
cewek…
Saran gue si…lo bairin aja tuh dia pergi…try to forget him…hunting lagii…masih ada kokkk yang bakal stay dan menemani kamu….ada benerrrr…gak pergi pergi kayak dia gini…
Tapi kalo memang kamu sudah merasa si pria ini memiliki hatimu…
Well…
Bertahanlah…
And go get him…
Make sure he will be yours….
yessy muchtar, terakhir menulis Idih..gimana kalo gue masuk TV!?!..gak muat!!!
@Marshmallow..
Setuju….bangettttttt
jangan bawa cucian kotor!!!
Emang tuh cewek punya tampang laundry kiloan!?!?
mbak marsh..*halah cara memanggil yang aneh*
kalo yessy gak usah bawa emas….
Bawa coklat yang banyak aja ..hehehhe
*ikutan marshmallow menganalisa cerita sesuka hati ….dan jidat*
yessy muchtar, terakhir menulis Idih..gimana kalo gue masuk TV!?!..gak muat!!!
What is it, DM?
Aku nggak ngerti… Apa aku emang terlalu bego untuk urusan menerjemahkan cerita seperti ini, ya? (ah, Lala, lo emang bego untuk urusan apapun kecuali jalan ke mal.. hehe)
Eniwei…
Sekedar membaca aja and my heart was captured by this sentence:
“Orang mencoba menggapai bintang di langit. Padahal cahaya itu ada di dalam hatinya.”
What a sentence, DM… Just love it!
Have a great morning, day, and nite..
Hahaha, membaca ini tersentil sendiri. Mengapa? Tokohmu, Dan, seperti mengejawantahkan diriku, pikiranku, meski tak seluruhnya sama, aku belum punya hasrat mengunjungi setiap blogger yang kukenal di setiap kota misalnya.
*di dalam kepala berkumandang lagu lama milik Chicago… all roads lead to you… wherever I go… *
Nice post Daniel.
Yoga, terakhir menulis Membebaskan Pikiran Tentang Bebas
Nah setelah puas berkomentar spontan tadi, kemudian sekarang aku mencoba memahami maknanya dengan membalik seluruh isi tulisanmu. Tidak ada yang pergi, malah akan ada yang datang, dan penantian itu (hampir) selesai sudah. Dua kali kau sebutkan: the waiting is almost over di blog ini.. ah ah.
Sebagai pembaca aku bebas merawikannya toh? Ingat Death of the Author, Roland Barthes, 1967.
Yoga, terakhir menulis Membebaskan Pikiran Tentang Bebas
Hah …
Ini asik … penulis Lelaki … mencoba masuk ke tokoh wanita …
Tryin’ to see from the other side …
Keren mas Dan …
Mestinya di bagian akhir ditulis … (pake echo …)
Sang tokoh bicara pada si Backpacker … “Pergi ..gi…gi…gi” (srimulat mode.on)
Salam saya Mas Dan …
Nice story
nh18, terakhir menulis PAK SOLEH
ouch, mirip aku dong…bentar lagi berangkat ke Sulawesi. TUGAS NEGARA…
nanti kubuat blog mengenai pantai2nya yang cantik
salam
pakiki, terakhir menulis Mendadak 0426
perpisahan bukan akhir dari sesuatu, namun hanya sebuah awalan yang terkadang tersembunyi..
perpisahan adalah misteri..
^komen macam mana pula iniH^
omoshiroi_, terakhir menulis Milk
If you love somebody set him free,
if he doesn’t back, it doesn’t matter to be
but if he’s back, love him forever
##
Eh,
“Dan” itu siapa? Daniel? Bukan Santiago kan, soalnya kan jadi “San”
*mereka-reka, siapa nama tokoh “aku”*
tanti, terakhir menulis Morning Has Broken
@Yoga
)
Memang kelihatannya tanda-tandanya semakin dekat aja…sebetulnya sejak awal udah paham, tapi pura2 tak tahu……
Uhu..uhu…sedang menunggu amplop nih……..dengan siapa ya….?
(menggosip
Yang jelas udah masuk resolusi 2009……
edratna, terakhir menulis Lari pagi di Sabuga
Beberapa tahun kemudian..
Sang lelaki kembali..
Dia datang menemui sang perempuan..
Dia datang dengan membawa sekantung emas..
Dan sang perempuan menyambutnya dengan suka cita..
(nya= sekantung emas)
Puwaszzz baca kamu ketawa Niel. You’re the death author, and I can’t speak with the death (currently), but those who’s still “alive” will listen and read. Sudah terbukti, hehehehe…
##
Mengapa ya, jadi teringat isi The Alchemist yang udah lama banget kubaca, ugh tahun kapan? Begini;-
##
Ah, Dantiago, Santiago whoever you’re part of the clouds, the animals and the water of the desert, you become the Soul of the World, that’s much better instead of death and nothing.
Just a contemplation.
Yoga, terakhir menulis Membebaskan Pikiran Tentang Bebas
Huaduh! Aku jadi nggak tahan comment di sini sebagai pembaca nih.
Oke. Aku merawi tulisan ini dengan ditemani tembang Enya, Only Time, berulang-ulang. Sengaja. Atmosfir yang berusaha kuciptakan adalah sendu, sentimentil, terbelah, hampa, sekaligus sakral, bersih, serta kuat. Dan aku tahu itu berhasil.
Karena pagi harinya aku terbangun oleh dering telpon berupa tangisan, SMS pilu menyudutkan, serta email berisi keluhan: mengapa menulis sesuatu yang mencekik perasaan seperti itu.
Tapi begitu membaca comment dari kawan-kawan di sini, tidak bisa tidak aku mesti berteriak ‘dodooolll…’ sembari ngakak. Apalagi dibumbui dengan sentilan-sentilan yang membuatku tak habis-habisnya terpingkal.
Jadinya cerita Ini memilukan sekaligus menggelikan. Mengapa? Karena comment yang tertulis secara teks rupanya bisa berbeda dengan comment yang tersimpan di relung terdalam perasaan pembaca.
Ada yang bisa begitu menggelikan di sini, tapi hatinya nestapa.
Ada yang bisa begitu gulana di sini, tapi di bibirnya tersungging senyum penuh arti.
Ada yang menanggapi begitu khusyuk, tapi matanya mengerling.
Dan lain sebagainya.
Meski demikian aku berusaha untuk tidak mencampuri pendapat pembaca. Itu bukan lagi teritoriku sebagai penganyam kata. Silahkan saja.
Namun itu semua mampu membuatku tersenyum di hari-hari yang makin mendebarkan ini (haha, ikut bergosip sama Bu Enny deh akhirnya. Biar tambah semarak ya).
Satu hal: terima kasih. Aku hanya ingin ikut berkomentar sebagai pembaca. Bukan sebagai perawi tulisan ini.
Erat dan Hangat,
D.M.
Dodool…..benar-benar dodooll….
Nulis sendiri dikomentari sendiri……
Pasti yang yang ehm…ehm….itu yang tergabung dalam DMFC ya……huahuahua….
Aku sih mau menggosip yang riang-riang aja, biar tahun baru ini kita mulai dengan hati riang.
Sama seperti, aku hanya suka film atau bacaan yang happy ending….atau kalaupun ada cobaan, pelakunya adalah orang yang selalu melihat ke depan, berjuang untuk untuk tidak menyerah pada nasib……..makanya kata anakku, sebaiknya ibu tak baca “ayat-ayat cinta” karena pasti tak suka….hehehe…
Mari kita bikin gosip……biar tambah rame
(soalnya meeting diundur, jadi ada waktu ngenet, setelah liburan tak ngenet selama 5 hari…….dan tugas hampir selesai……).
Senang sekali kailku mendapat ikan…hihihi…..waduhh ketawaku nggak berhenti-henti…duhh DM…DM…gimana sih engkau ini?
edratna, terakhir menulis Lari pagi di Sabuga
Ibu Enny, tentu saja DM tak berani menulis untuk menerangkan latar tulisan ini dibuat sebagai penulisnya sendiri. Death of the Author Bu.
Si PK adalah the death author, dia bukan The God Author dan kata author tak ada kaitannya dengan authority untuk memaksakan isi rawian ini pada pembacanya. Apapun dibelakang Daniel adalah urusannya sendiri, dan terserah pembaca merawinya sebagaimana halnya penikmat kuliner, terserah bagaimana maksud sang koki meramu masakannya, penilaian terakhir adalah yang dirasakan oleh yang merasakan pengalamannya ketika mengigit, mengunyah, dan menelan masakan sang koki.
Pada akhirnya tulisan ini adalah milik pembaca Bu, bukan milik Daniel pribadi.
Tapi mari kita rayakan hari ini dengan canda yang mencerahkan, akur.
-YA-
Penyayang hari yang cerah
Yoga, terakhir menulis Membebaskan Pikiran Tentang Bebas
Eh lupa, salut Niel kamu fair, tapi sempat-sempatnya kamu melempar kail lagi…
Dudududu…
*duduk ongkang-ongkang menanti ikan yang kena kail lagi*
Yoga, terakhir menulis Membebaskan Pikiran Tentang Bebas
Ada kisah seperti ini, tapi yang menunggu adalah sang laki-laki. kekasihnya pergi untuk membunuh iblis.
Iblis gak pernah mati.
Jadi laki-laki itu akhirnya jadi patung.
Apa tega pak DM bikin kekasihnya jadi patung? heheh..
Ngomentarin Enya-nya deh. AKU SUKA LAGU INI. Aku suka Enya walaupun gak gitu ngefans. Kali ini, soundtrack di blog ini nyambung euy!
Yang di nyanyiin sama Vienna Boys juga enak (ada di album Vienna Boys Goes Pop)
AL, terakhir menulis Orang yang Hebat
Wah dialog bersahut2an antara Yogya eh Yoga, Bu Enny dan DM semakin tak kumengerti. Mungkin aku harus meminta notulensi kopdar mereka di Citos, baru mengerti.
He he…
Lho, kok jadi membahas komen, bukan postingan?
Boleh kan?
Hery Azwan, terakhir menulis Nyamuk Nakal
@Hery Azwan
Ah gosip baru berhembuss…
Ada kopdar diam-diam bertiga di Citos terendus wakakakak….
Yoga, terakhir menulis Membebaskan Pikiran Tentang Bebas
Sepertinya aku ngerti deh… :p
du-du-du-du…
Tau nggak kak, saat ku baca koment ibu-ibu di atas, jadi senyum-senyum sendiri
lewat blogosphere aja dah rame gitu ya, apalagi kalau ketemu
owh iya, kenapa nggak lelakinya ja yg menunggu perempuan? Masak selalu perempuan yg menunggu sih, sekali-kali lelaki juga harus mau menunggu dunk
*”terserah aku dunk, kan aku yg tulis”(kata DM)*
sebuah cerita yang cukup menarik dan inilah yang selalu kita rindukan apabila lama tidak berkunjung di blog ini
achmad sholeh, terakhir menulis Heboh Foto Syur Duo Azhari
‘The Waiting Is Almost Over’
kapan ? Maret ? Juni 2009 ? September 2009 ?
*dan masih terus menikmati, Enya – Stars and Midnight Blue*
goenoeng, terakhir menulis menyusur jalan
Ceritera keren, tapi temanya bukan tema yang menyenangkan menurut selera saya, ha..ha… Yuk, mending nonton film horor. (becanda).
Salut, DM memang piawai menganyam kata. Masuk ke tokoh aku yang perempuan dengan penuh penghayatan (loh! punya kapasitas apa saya sehingga berkomentar selancang ini?)
@ Dan,
Membuat perempuan menunggu itu dosa…
suhadinet, terakhir menulis “Umur Kada Babau”
Kalo lewat Padang singgah ya ke tempat akyu…hehehehehehehehe
imoe, terakhir menulis http://webersis.com (999) dan http://hemmayulfi.blogspot.com (1000)
@yoga:
astaga! kamu sampe hapal isi the alchemist gitu, yo? padahal bacanya udah tahunan yang lalu. aku aja nih yang ketinggalan banget terpapar bukunya. itu pun gak hapal isinya kayak kamu! duh, salut banget deh.
aku sih tunggu cerita lengkap dari bu EN dan dik YA aja ntar ya…
maret 7-8-9 di Yogya hehhehe kita bergossip ria (eh keburu ngga ya maret?)
(aku sengaja ngga mau jadi pengomentar pertama DANNY, bukannya aku tidak baca loh hehhehe)
EM
Ikkyu_san, terakhir menulis How JAWA are you?
Mas Daniel … komen Sampoeyan di ww.webersis.com saya jadikan tulis dengan judul: Menulis Menyamankan. Trims.
Ersis Warmansyah Abbas, terakhir menulis Menulis Menyamankan
Dodool ketahuan juga rupanya (pura2 bego)…
Apa boleh buat, menelaah sesuatu memang tdk boleh setengah2.
Konon lagi jika berbicara mengenai agama dan kemanusiaan.
Menggunakan diri sendiri sbg kelinci percobaan.
Susah payah menyatukan kembali alter ego yang bertebaran.
Sekedar utk memahami apa itu perasaan.
Sekedar utk tau gimana rasanya jadi perempuan.
Sedikit aj salah langkah, semua jadi berantakan.
Satu hal yang bisa kusarankan.
Jgn dicoba, jika tak ingin gila beneran.
*g berani kubayangkan spt apa jiwa anak2 yg terjebak dalam peperangan*
cerita tentang pengelana? he he. yang penting tidak diaplikasikan terus-menerus dalam kehidupan mas. berkelana mengasyikkan, tapi kadang saat nyadar, tahu-tahu kita telah kian menua
tapi paling asyik jadi pengelana dalam pikiran spt tulisan mas ini tentunya.
Zulmasri, terakhir menulis PAK MUCIKNO
@Suhadinet
Ayo suhuuuu.. kita nonton film horor!!!
Loh, kok jadi saling ngerumpi….
AL, terakhir menulis Orang yang Hebat
Ditimpuk Gara-Gara Enya « Cerita di Sekolah on 08 Jan 2009 at 12:16 pm #
[...] Ini awalnya baca tulisan dari pak Daniel yang ini. Lagu yang dipasang di blognya dan tulisan itu membuat saya kangen sama Enya. Bukan Enyak gue, tapi [...]
2009, Dan.
bukan saatnya waiting ….
tapi saatnya bertindak
Happy New Year 2009
“Action”
HHHhhhhuuaaa…..baca ini rasanya kyk pengalaman pribadiqu.
yang pasti disaat perpisahan itu tdk ada janji yang terucap, tak ada isak tangis. yg ada hnya gerimis dan di dlm hati ada wangi tanah yg basah. Aq tak mengharapkan dia kembali tapi sampai saat ini aq menunggu nya.
Tanya mbak marshmallow sampai kpn fatimah menungu nya?
Mas DM ini postingannya yg emang bner2 dalem apa aq nya yg lebay yak.
Seolah iya tahu: kebahagiaan memang bukan dicari, tapi diciptakan. Tapi aku tak tahu, kebahagiaan macam apa yang hendak ia ciptakan.
hhufff….
anak ilang, terakhir menulis Salam Kerinduan
Mungkin ia berharap dapat cinta dari para blogger di seluruh kota. Mungkin sang perempuan tak cukup memiliki daya tarik, sehingga ia tertarik magnet lain. Mungkin ia sedang menguji cintanya sendiri secara riskan. Mungkinkah? Mung… kin… kah?? Mana kutahu..! Mereka berdua mungkin juga tidak tahu kok…. Ha..ha..
Terima kasih atas suguhan mencekam ini, mas Daniel.
Hejis, terakhir menulis HP dan Kejutan Masa Depan
melankah kemanapun mestinya akan kembali pada pusat dimana ia akan bertuju
mengembara dalam perkampungan dan melintasi kota,kepulauan hinggak kemanapun jalan itu di kehendaki .
wah bakalan ngelantur saya nih hahaha
prefect dan sempurna makna yang terbaca oleh saya adalah hakikat manusia sosial dan pembelajar
salam hormat saya maafkan jika saya masih dangkal dalam memaknainya tapi saya akan terus belajar disini
genthokelir, terakhir menulis Setahun Sawali (dot )Info
Waduh Mas, saya sudah ndak lihat siaran TV dari 2006 akhir. ScreenTV nya masih saya butuhkan e, buat nonton siaran DVD dan VCD. Ojo disuruh mbunuh toh Mas. Nanti jadi lalar gawe… *uhuy betul gak Bahasa Jawaku?*
Yoga, terakhir menulis Auld Lang Syne, for Love and Friendship
@Marshmallow,
Aku hanya mengatakan: jadi teringat, Ni.
Yoga, terakhir menulis Anda Betul-Betul Anti (Pe)Rokok? Yakin?
33 hari..
33 hari..
apa maksudnya…
apa maksudnya…
(kenapa jadi echo begini, ya?)
Lala, terakhir menulis Life Patterns
betul mas DM kyk lagu Aku ingin pulang nya Ebit G Ade. dan suatu saat nanti ia pun pasti akn pulang.
@yoga
kyk nya ada yang senasib dan sepenanggungan dengan aq ya?(cm nebak aja…)
walah, kok jadi bingung saat baca komen no. 20. ini dm yang asli yang mana sih, mas daniel? hiks, komentar yang unik.
Tunggu! Aku masih bingung dengan korelasi antara judul dengan isi cerita.
Penantian siapa yang kau maksud di sini, Dan? Dan menantikan apa?
Penantian si tokoh lelaki untuk melakukan perjalanan menembus batas teritori kota dan negarakah? Atau penantian si perempuan? Tapi kenapa hampir berakhir? Bukankah dengan begitu penantiannya baru akan dimulai?
Sori, Fren. Sekadar mencoba mengkritisi cerita. Tapi aku suka fragmen ini. Ide sederhana dikemas sedemikian rupa, sehingga seluruh latar belakang yang boleh jadi panjang tersirat di pikiran pembaca. Sebuah fiksi memang tak perlu dielaborasi. Satu penggalan cerita pun bisa memancing penalaran yang berbeda-beda. Lihat saja komentar-komentar yang berseliweran, semua dengan persepsi masing-masing pembaca.
Huehehehe…. maklum bukan sastrawan jadinya bingung nih mbaca postingannya, apalagi ditambah komen2nya mbak Yoga yang bertubi-tubi. Baru kali ini aku telak and bingung mau komen apa… wakakakak…….
Ini ceritanya orang yang mau cari kebahagiaan ya?? Tapi kok kenapa dia ditungguin ya?? Agar dia menceritakan kebahagiaan yang ditemuinya dan membaginya sama
Mas Danielorang tersebut??Ya udah deh….. siapapun yang bisa membahagiakan orang tersebut, baik laki2 atau perempuan, atau apapun yang bisa membahagiakan orang tersebut mudah2an dapat dimanfaatkan oleh orang tersebut. Karena kebahagiaan adalah hak semua orang…… Betul nggak mas??
**komenku kacau nggak neh??**
Yari NK, terakhir menulis Bertemu Melihat Al Jupri dan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang Mahal
Miris juga baca postingan ini,bang. Tapi jadi inget yg dulu pernah kualami persis dengan yang kau tulis.
“Mestikah aku menunggunya? Atau melanjutkan hidupku? Kalau aku menunggunya, sampai berapa lama? Adakah penungguanku bakal sia-sia? Aku belum menemukan jawabannya.”
Aku hanya menunggunya satu tahun, setelah itu aku melanjutkan hidupku dan ternyata setelah 7 tahun aku baru bertemu lagi…
Seandainya dulu aku menunggupun, pasti hasilnya sia-sia karena dia kembali hanya untuk nyakitin aku lagi
Retie, terakhir menulis Liburan Natal dan Tahun Baru
Penulisnya kupikir, sangat mengenal perempuan ini, sehingga dapat mengungkapkan dengan baik pemikiran si perempuan. he he he ini sih iseng saja. agak tragis gimana juga kalau misalnya ceritanya dilanjutkan, ternyata semasa perjalanan tersebut, si Pria yang bernama Dan tersebut terlibat cinta lokasi (he he he, secara Gola Gong jg pernah), dan si perempuan bertemu dengan pria lain “serupa” tokoh Dan…. dan akhirnya meskipun si Perempuan ini tetap membaca kabar2 si Dan dari blognya, tetapi dia sudah memutuskan untuk tidak menunggu si Dan itu lagi….
halaaah… ditunggu lanjutan ceritanya Om DM.
Tar kalao mampir ke Jakarta dalam perjalanan, ingat juga untuk menyambangi cempaka putih…
nung, terakhir menulis Feromon Jilid 2
mmmmmmmmmm…………………….
“kebahagiaan memang bukan dicari, tapi diciptakan”
itulah rule hidup mas….
Ria, terakhir menulis Jeruk Mandarin dan Kangker Hati
Seseorang yang datang, untuk pergi lagi…..
huuhhh
prameswari, terakhir menulis Terapi Oksigen Hiperbarik, terapi penunjang yang pantas dilirik
Hai….biasanya orang mengatakan ade adalah sanguinis yang koleris, tapi mas menilai ade niy koleris yang sanguinis….
Yah….orang menilai dari apa yang sudah terlihat.
Thanks analisisnya
prameswari, terakhir menulis Terapi Oksigen Hiperbarik, terapi penunjang yang pantas dilirik
wah…sudah malam…ngantuk…jadi salah naruh komen. hehehe
prameswari, terakhir menulis Terapi Oksigen Hiperbarik, terapi penunjang yang pantas dilirik
Do you Really Think I Will Wait for you Hon…? « yessymuchtar on 12 Jan 2009 at 7:31 pm #
[...] Do you Really Think I Will Wait for you Hon…? Sebelumnya..baca dulu yang ini [...]
kebahagiaan memang bukan dicari, tapi diciptakan.
carra kenal quote ini
pernah ditulis di komen …
sukses mas DM
carra, terakhir menulis Dua Nol Nol Sembilan
Pergilah..Dan…biarkan waktu berbicara, tetapkan hatimu
*good, cuma agak bingung…ya..karena emang bingung kayanya *